Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
MAPACH Brigade XLI Gelar DIKLANJUT Anggota Muda: Pengabdian Masyarakat hingga Pendakian Gunung Sindoro

Mahasiswa Pecinta Alam (MAPACH) Brigade XLI melaksanakan rangkaian kegiatan DIKLANJUT Anggota Muda yang memadukan kegiatan pengabdian masyarakat, seminar, penelitian, serta kegiatan kealaman melalui pendakian Gunung Sindoro. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran anggota muda MAPACH dalam membangun kepedulian sosial, lingkungan, ketangguhan, dan solidaritas.

Rangkaian kegiatan diawali pada 19 Agustus 2025 dengan pemberangkatan dari Sekretariat MAPACH di Pondok Hijau menuju Kampung Kayu Manis, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Kegiatan diikuti oleh 13 anggota muda dan 12 anggota pengurus. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, rombongan tiba di Sekretariat Mapaska dan melanjutkan kegiatan dengan berkoordinasi bersama sejumlah kelompok pecinta alam.

Di Kampung Kayu Manis, anggota MAPACH melaksanakan kerja bakti membersihkan Puskesmas Pembantu (Pustu) bersama Sispala Navic SMKN 1 Pacet. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seminar bertema “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Anorganik Melalui Penerapan Alat Pengolah Sampah Demi Mewujudkan Lingkungan yang Bersih, Produktif, dan Berkelanjutan.” Seminar tersebut menghadirkan anggota kehormatan MAPACH, Yushfina Hikmatika, sebagai pemateri dan diikuti masyarakat dengan jumlah peserta yang mencapai 87 orang.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga memperoleh edukasi praktik melalui peragaan penggunaan alat pirolisis untuk mengolah sampah anorganik atau plastik. Alat tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada pihak desa agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Setelah kegiatan seminar selesai, tim MAPACH melanjutkan pengambilan data penelitian di sejumlah RT dan RW di wilayah setempat.

Rangkaian DIKLANJUT kemudian berlanjut dengan kegiatan kealaman. Pada 4 September 2026, sebanyak 14 anggota muda dan 12 anggota penuh melakukan perjalanan dari Bandung menuju Gunung Sindoro melalui jalur Kledung. Rombongan menggunakan kereta api dari Stasiun Kiaracondong menuju Stasiun Kutoarjo sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan pendakian.

Pendakian Gunung Sindoro berlangsung selama beberapa hari. Rombongan mendirikan camp di kawasan sunrise camp sebelum melakukan pendakian menuju puncak. Dalam perjalanan tersebut, anggota tidak hanya menghadapi medan pendakian, tetapi juga belajar menjaga kondisi dan keselamatan bersama. Salah satu bentuk solidaritas terlihat ketika seluruh anggota sepakat untuk tidak melakukan summit apabila salah seorang anggota tidak mampu melanjutkan pendakian karena kondisi kesehatan dan cuaca dingin.

Pada 6 September 2026, rombongan memulai pendakian menuju puncak pada pukul 03.50 WIB dan berhasil mencapai Puncak Gunung Sindoro pada ketinggian 3.153 meter di atas permukaan laut (mdpl) pukul 08.54 WIB. Setelah mencapai puncak, rombongan kembali turun menuju sunrise camp dan selanjutnya menuju basecamp.

Selain pendakian, kegiatan juga diisi dengan pengamatan flora dan fauna di kawasan Gunung Sindoro. Beberapa flora yang dicatat antara lain edelweis Jawa (Anaphalis javanica), cantigi gunung (Vaccinium varingiaefolium), pacar air (Impatiens sp.), Parthenium hysterophorus, Cestrum elegans, dan Lantana camara. Sementara itu, salah satu fauna yang dicatat adalah kelompok anis gunung dari genus Turdus. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari kegiatan pengamatan lingkungan selama perjalanan.

Setelah menyelesaikan rangkaian perjalanan, rombongan kembali ke Bandung pada 7 September 2026 dan tiba di Sekretariat MAPACH pada pukul 18.28 WIB dalam keadaan selamat. Kegiatan DIKLANJUT Anggota Muda MAPACH Brigade XLI menjadi pengalaman yang menggabungkan pembelajaran organisasi, pengabdian kepada masyarakat, kepedulian lingkungan, penelitian, serta kegiatan kealaman.

Bagi para peserta, perjalanan tersebut tidak semata-mata tentang mencapai tujuan atau menaklukkan puncak gunung. Proses yang dilalui menjadi ruang untuk belajar mengenai ketangguhan, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta arti kebersamaan dan persaudaraan. Hal tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi dan pembelajaran bagi pelaksanaan kegiatan MAPACH berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *