Tanggal Kegiatan: Sabtu, 19 September 2026
Penulis: Tesalonika Natalia Putri Siallagan (SaIG, 2400170), Irene Triananda Siahaan (SaIG, 2405709), dan Klafinova (SaIG, 2407974).
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Dokumentasi: Penulis
Perjalanan ini dimulai pada bulan Juli 2026 ketika sekelompok mahasiswa (Tesalonika, Irene, dan Klafinova) yang tergabung dalam Tim ANTIKLIN bersepakat untuk memberanikan diri mengikuti ajang kompetisi ilmiah GeoGIS 2026 di Universitas Gadjah Mada, Kota Yogyakarta. Sebagai tim yang anggotanya belum pernah memiliki pengalaman mengikuti lomba akademis sebelumnya, langkah ini didasari oleh rasa penasaran dan keinginan kuat untuk berkembang. Proses diawali dengan penentuan topik riset geospasial mengenai pemetaan Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) di Selat Sunda. Kami menguji hipotesis apakah erupsi gunung api di laut seperti Anak Krakatau dapat memberikan mekanisme penyuburan perairan secara konsisten sebagaimana abu vulkanik menyuburkan tanah di daratan. Gagasan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk abstrak ilmiah sebagai tahapan seleksi awal hingga akhirnya dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.
Lolosnya abstrak menjadi titik awal dari rangkaian proses panjang yang membutuhkan komitmen penuh. Memasuki tahap kedua, tim berfokus pada penyusunan full paper berbasis pengolahan data geospasial. Setelah melalui proses analisis data dan pemodelan spasial yang cukup intensif, naskah lengkap berhasil dikirimkan. Momen berharga berikutnya hadir saat pengumuman seleksi naskah menyatakan bahwa Tim ANTIKLIN berhasil terpilih sebagai 10 Finalis Nasional. Informasi ini membawa kejutan tersendiri karena babak final diselenggarakan secara luring (offline) di Fakultas Geografi UGM. Kebahagiaan menyelimuti tim mengingat niat awal yang bermula dari keberanian "coba-coba" kini mengantarkan kami mewakili kampus di tingkat nasional.

Dokumentasi: Penulis
Perjalanan berlanjut ke tahap persiapan dan keberangkatan menuju Yogyakarta. Kami menempuh perjalanan darat menggunakan kereta api sejauh 402 kilometer pada malam hari bersama rombongan delegasi tim yang juga lolos ke babak final dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan tiba di lokasi pada pagi hari. Memasuki hari puncak presentasi pada 19 September 2026, suasana kompetitif semakin terasa saat kami berkesempatan bertemu dengan para finalis dari berbagai perguruan tinggi seperti UI, ITB, UNDIP, UNSOED, STMKG, dan kampus lainnya. Meskipun sempat merasakan tekanan kompetisi, tim kami tetap berfokus menyampaikan hasil kajian di hadapan tiga dosen dewan juri. Sesi pemaparan dan tanya jawab dapat dilalui dengan baik. Kendati pada pengumuman akhir kami belum berkesempatan membawa pulang trofi kejuaraan, predikat 10 Finalis Nasional tetap menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan mengitari beberapa sudut Kota Yogyakarta sebagai momen refleksi atas perjuangan yang telah dilalui.

Dokumentasi: Penulis
Menelusuri seluruh tahapan GeoGIS 2026, mulai dari perumusan abstrak, pengolahan full paper, hingga presentasi di panggung final UGM memberikan pengalaman akademis yang sangat komprehensif. Pencapaian hingga tahap ini tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Tim ANTIKLIN mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak fakultas dan program studi atas fasilitasi dan dukungannya, kepada orang tua yang senantiasa memberikan doa serta dorongan moral tanpa henti, serta kepada teman-teman terdekat yang selalu menyemangati sepanjang proses ini. Perjalanan ini membuktikan bahwa keterbatasan pengalaman di awal bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya yang kompetitif di tingkat nasional. Pengalaman ini menjadi pijakan penting yang memotivasi kami untuk terus belajar, mengasah kemampuan geospasial, serta siap berpartisipasi kembali pada ajang-ajang ilmiah berikutnya.
“Kemenangan sejati tidak hanya diukur dari trofi yang dibawa pulang, melainkan dari keberanian untuk memulai, kedewasaan dalam melalui setiap tahapan, dan semangat untuk terus berkembang.”
