Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Cerita Kami Menjalani Magang di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat

Penulis: Annisa Purnama Sari (SaIG, 2304202) & Salsabila Pingkan Yogara (SaIG, 2308168)

Penyunting: Tio Noviar

Semester tujuh ini menjadi langkah baru bagi kami ke dalam dunia kerja. Tentunya rasa penasaran, antusias, dan sedikit takut menyelimuti diri kami karena ini merupakan babak baru yang berbeda. Semester satu sampai enam yang hanya berfokus pada teori-teori perkuliahan kini harus kami terapkan di dunia kerja. Kami (Annisa dan Salsabila) memulai perjalanan magang kami di Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat ini berada di Jalan Surapati Nomor 67 di Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Kami magang dalam bidang yang berbeda, Annisa di Bidang Produksi dan Salsabila di Bidang Pengembangan dan Perlindungan (Banglin).

Pada Senin, 31 Agustus 2026 kami berdua mengunjungi Disbun untuk briefing terkait teknis magang yang akan kami laksanakan besok nanti, mulai dari jam kerja hingga tata tertib instansi. Kami juga sempat berbincang dengan kepala bidang masing-masing terkait apa saja output atau laporan yang diperlukan nantinya dan kami juga berkenalan dengan para pegawai di bidang masing-masing. Jujur saja perasaan saat itu agak seperti ‘loh ini beneran besok udah magang lagi?’ Perasaan canggung pun sangat ketara karena kami orang baru di sana dan masih beradaptasi.

Sumber: disbun.jabarprov.go.id

Memasuki hari-hari berikutnya, kami mulai mendapatkan berbagai pekerjaan yang berbeda sesuai dengan bidang masing-masing. Salsabila yang berada di bidang Banglin beberapa kali mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan pemetaan dan data spasial terkait prasarana perkebunan seperti melakukan digitasi jalan emplasemen di Kebun Rancabali serta mengoverlay dengan data lain, memasukkan dokumentasi hasil survei pada titik lokasi emplasemen, mengolah data titik koordinat bantuan jalan produksi di empat Kabupaten seperti Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Cirebon, hingga mengolah data CPCL revitalisasi perkebunan.

Berbeda dengan Annisa yang berada di bidang produksi, Annisa memiliki tugas awal untuk memasukkan koordinat penerima bantuan pupuk dalam bentuk kml menggunakan Google Earth. Selain memasukkan titik koordinat, informasi kelompok tani, dan foto dokumentasi juga dimasukkan agar saat dibuka memudahkan untuk dibuka. Selain itu, Annisa juga membantu dalam merekap data penerima bantuan CPCL berdasarkan Surat Keputusan setiap kabupaten dengan komoditas yang berbeda, seperti tebu, cengkeh, kopi, dsb. Selanjutnya, Annisa diberikan tugas untuk menyatukan poligon seluruh kebun tebu juga kopi di Provinsi Jawa Barat. Namun, akhir-akhir ini Annisa sedang disibukkan dalam memverifikasi dokumen CPCL setiap kelompok tani dengan komoditas yang berbeda. Verifikasi kelengkapan dokumen juga kesesuaian identitas dilakukan untuk melihat apakah kelompok tani tersebut sudah layak untuk mendapatkan bantuan atau perlu revisi dalam unggahan dokumennya.

Sumber : Dokumentasi Penulis

Setelah itu, Annisa bersama dengan staf Bidang Produksi yaitu Pak Kamal dan Pak Usep melakukan survei di Kebun Teh Kertamanah untuk menentukan batas titik kebun teh yang nantinya akan diolah menjadi poligon pada ArcGIS/QGIS. Namun, sempat terdapat kendala pada kebun teh tersebut karena ada konflik lahan antara petani dengan pihak provinsi. Selanjutnya, permasalahan tersebut didiskusikan dengan Kapolres Pangalengan untuk meluruskan beberapa rumor yang beredar. Bidang Produksi di sana mencoba mendengarkan kronologi kejadian perselisihan antara petani dan pihak provinsi. Kemudian, Bidang Produksi di sana mengingatkan terkait wilayah kebun teh perlu ditegaskan kembali batas-batasnya dan perlu dijaga untuk menghindari perselisihan kembali.

Sumber : Dokumentasi Penulis

Sumber : Dokumentasi Penulis

Meskipun pekerjaan yang kami lakukan berbeda, keduanya memberikan pengalaman baru dalam memahami bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat diterapkan di lingkungan kerja. Salah satu perubahan yang kami rasakan setelah menjalani magang adalah kebiasaan sehari-hari. Jika saat kuliah kami terbiasa mengikuti jadwal kelas dan mengerjakan tugas akademik, saat magang kami mulai belajar untuk mengikuti waktu jam kerja instansi, mengikuti aturan instansi, berkomunikasi dengan pegawai, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. 

Bagi kami, magang bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban dari kampus. Lebih dari itu, kami belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda, serta memahami bagaimana dunia kerja yang sebenarnya. Pengalaman ini juga membuat kami semakin mengetahui kemampuan apa yang sudah kami miliki dan apa saja yang masih perlu kami kembangkan. Mungkin awalnya kami datang dengan rasa canggung dan berbagai pertanyaan. Namun perlahan, rasa canggung itu berubah menjadi pengalaman yang berharga. Magang menjadi salah satu langkah kecil bagi kami untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *