Bandung, 4 Oktober 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Civics Hukum (BEM HMCH), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan SCHOFEST (Scholarship Festival) pada Minggu (4/10/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Mengusung tema “Merangkai Asa, Menuai Prestasi: Beasiswa sebagai Pendorong Transformasi Diri Mahasiswa”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan motivasi mahasiswa dalam meraih peluang beasiswa sekaligus mendorong pengembangan diri.
SCHOFEST dirancang untuk memperluas pemahaman bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial untuk meringankan biaya pendidikan, melainkan juga kesempatan untuk mengembangkan potensi akademik, membentuk karakter, dan meningkatkan kontribusi sosial. Kegiatan ini menyasar mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) FPIPS UPI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne HMCH, dan Mars HMCH, serta sambutan dari perwakilan organisasi dan pihak fakultas. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Syifa Fauziah, S.Pd., bersama mahasiswa penerima beasiswa, yaitu Aura Puspa Fadillah dan Wina Syifa Nisrina.
Dalam pemaparannya, Syifa Fauziah membahas Beasiswa Unggulan sebagai salah satu program pembiayaan pendidikan pemerintah bagi mahasiswa yang menempuh studi di perguruan tinggi dalam negeri. Materi juga menyoroti beragam sumber peluang beasiswa, mulai dari pemerintah melalui KIP Kuliah, Beasiswa Unggulan, dan LPDP; pemerintah daerah; pihak swasta dan yayasan; hingga program internal kampus, keringanan UKT, serta peluang pendanaan melalui kegiatan akademik seperti penelitian dan kompetisi.
Syifa turut menekankan bahwa hambatan memperoleh beasiswa tidak selalu berkaitan dengan terbatasnya dana, tetapi juga kesenjangan informasi dan kesiapan administrasi. Karena itu, mahasiswa perlu aktif mencari informasi, memahami persyaratan setiap program, serta menyiapkan dokumen dengan lengkap dan tepat waktu. Ia juga meluruskan sejumlah anggapan yang kerap muncul, seperti beasiswa hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dengan IPK sempurna atau hanya bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Setiap beasiswa memiliki kriteria berbeda; selain IPK, esai, prestasi, kontribusi, dan wawancara dapat menjadi bagian dari proses seleksi.
Materi tersebut juga mengingatkan bahwa keberhasilan memperoleh beasiswa bukanlah akhir dari proses. Penerima beasiswa perlu menjalankan tanggung jawab yang menyertainya, seperti menjaga capaian akademik, memenuhi kewajiban pelaporan, dan mematuhi ketentuan pendanaan. Dengan demikian, beasiswa dipahami sebagai amanah sekaligus investasi bagi masa depan yang diharapkan dapat menghasilkan kontribusi positif bagi masyarakat.
Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab selama 45 menit. Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan, bertukar pengalaman, serta memperdalam pemahaman mengenai peluang beasiswa dan persiapan yang diperlukan. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan doa bersama.
Melalui SCHOFEST, BEM HMCH UPI berharap mahasiswa semakin berani mengambil peluang beasiswa, tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan cita-cita, serta mampu menjadikan kesempatan yang diperoleh sebagai motivasi untuk meraih prestasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Beasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan finansial, tetapi menjadi langkah nyata menuju transformasi diri mahasiswa yang lebih baik.
