Tanggal Kegiatan : 7 September 2026
Penulis : Tim Sangga Buana Nusantara
Penyunting : Farrelius Simeon (SaIG, 2509009)
Kegiatan pemagangan merupakan salah satu proses pembelajaran yang memberikan kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi pekerjaan secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami aspek teoritis, tetapi juga belajar menyesuaikan diri dengan alur kerja, perangkat lunak, serta kebutuhan pekerjaan yang bersifat teknis dan aplikatif.
Pemagangan dilaksanakan pada tanggal 1 September sampai dengan 30 September 2026. Selama kegiatan berlangsung, pekerjaan yang dilakukan berkaitan dengan pemodelan dan pemetaan infrastruktur pada kawasan jalan tol. Beberapa perangkat lunak yang digunakan dalam proses pengerjaan antara lain Autodesk Revit dan AutoCAD. Penggunaan kedua perangkat lunak tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami bagaimana data dan informasi spasial dapat diterapkan untuk mendukung pekerjaan pemodelan infrastruktur.
Pada tahap awal pemagangan, peserta dibagi menjadi dua tim dengan tugas yang berbeda. Tim 1 yang terdiri atas Vizra dan Elis bertugas melakukan pemodelan reflektor jalan atau yang umum disebut sebagai mata kucing menggunakan aplikasi Revit. Sementara itu, Tim 2 yang terdiri atas Rifqi, Syahmi, dan Fazel mendapatkan tugas melakukan layout bidang tanah menggunakan AutoCAD. Pembagian tugas tersebut menjadi tahap awal bagi masing-masing anggota untuk memahami pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan.

Dok. Penulis
Minggu Pertama: Pembagian Tim dan Pengenalan Pekerjaan
Pada minggu pertama, kegiatan diawali dengan pembagian peserta menjadi dua tim. Pembagian ini dilakukan berdasarkan jenis pekerjaan yang perlu diselesaikan sehingga masing-masing tim dapat lebih fokus terhadap tugas yang diberikan.
Tim 1, yang beranggotakan Vizra dan Elis, mendapatkan tanggung jawab untuk melakukan pemodelan reflektor atau mata kucing pada jalan tol menggunakan Autodesk Revit. Pekerjaan tersebut memberikan pengalaman dalam membuat representasi objek infrastruktur secara tiga dimensi dengan memperhatikan bentuk serta posisi objek agar sesuai dengan kebutuhan pemodelan. Penggunaan Revit juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana sebuah objek yang berada di lingkungan jalan tol dapat direpresentasikan secara digital melalui proses pemodelan yang terstruktur.
Di sisi lain, Tim 2 yang terdiri atas Rifqi, Syahmi, dan Fazel mendapatkan tugas untuk melakukan layout bidang tanah menggunakan AutoCAD. Pekerjaan ini berkaitan dengan penataan dan penyusunan informasi bidang tanah ke dalam sebuah layout yang dapat digunakan untuk kebutuhan pekerjaan selanjutnya. Dalam proses pengerjaannya, diperlukan ketelitian dalam mengatur posisi, ukuran, serta informasi yang terdapat pada gambar agar hasil akhir tetap sesuai dengan standar dan kebutuhan pekerjaan.
Tim 2 berhasil menyelesaikan tugas layout bidang tanah pada minggu pertama. Penyelesaian pekerjaan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting karena proses pengerjaan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dalam menggunakan AutoCAD, tetapi juga menuntut ketelitian dan konsistensi. Kesalahan kecil dalam penempatan maupun penyusunan informasi dapat mempengaruhi kualitas hasil akhir, sehingga proses pengecekan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan.
Minggu Kedua: Penggabungan Tim dan Pemodelan Pipa
Memasuki minggu kedua, pembagian pekerjaan mengalami perubahan. Tim 2 kemudian disatukan dengan Tim 1 sehingga seluruh anggota bekerja dalam satu kelompok. Meskipun demikian, tugas yang diberikan berbeda dari pekerjaan pada minggu sebelumnya. Pada tahap ini, tim mendapatkan tanggung jawab untuk melakukan pemodelan pipa pada Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Elevated atau yang dikenal sebagai jalan tol MBZ.
Perubahan tugas tersebut menjadi pengalaman baru karena pekerjaan tidak lagi berfokus pada layout bidang tanah, tetapi beralih pada pemodelan elemen infrastruktur yang terdapat pada jalan tol. Proses pemodelan pipa membutuhkan pemahaman terhadap bentuk, posisi, serta hubungan antarobjek agar model yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi yang dibutuhkan dalam pekerjaan.
Bagi anggota yang sebelumnya mengerjakan layout bidang tanah menggunakan AutoCAD, perpindahan ke pekerjaan pemodelan memberikan kesempatan untuk mengenal jenis pekerjaan yang berbeda. Begitu pula bagi anggota Tim 1, proses pengerjaan secara bersama-sama memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan dan cara kerja antaranggota. Pekerjaan yang dilakukan secara tim juga mengajarkan pentingnya komunikasi dan koordinasi, terutama ketika setiap anggota memiliki bagian pekerjaan yang saling berkaitan.
Dalam proses tersebut, kemampuan menggunakan perangkat lunak menjadi salah satu aspek yang penting. Namun, pengalaman pemagangan menunjukkan bahwa kemampuan teknis saja belum cukup. Pekerjaan perlu dilakukan dengan memperhatikan instruksi, standar yang berlaku, ketelitian terhadap data, serta komunikasi antaranggota. Dengan demikian, proses pemagangan tidak hanya menjadi kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dalam menggunakan perangkat lunak, tetapi juga membentuk pola kerja yang lebih terstruktur dan bertanggung jawab.
Minggu Ketiga: Pembidikan Girder Chamber dan Pekerjaan Studio
Pada minggu ketiga, kegiatan mulai melibatkan pekerjaan lapangan yang berkaitan dengan pengamatan kondisi struktur jalan tol. Pada tahap ini, dua orang peserta, yaitu Rifqi dan Abdur Rozaq, ditugaskan untuk turun langsung ke lapangan melakukan pembidikan pada girder chamber, yaitu bagian yang berkaitan dengan bentangan beton pada struktur jalan tol. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi dan kemungkinan adanya pergeseran pada bentangan beton yang diamati.
Pembidikan dilakukan dengan memperhatikan titik atau objek yang menjadi acuan pengamatan. Data hasil pembidikan kemudian dapat digunakan sebagai bahan untuk mengetahui perubahan posisi atau pergeseran pada bagian struktur yang diamati. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan pekerjaan studio karena peserta dapat melihat secara langsung objek yang sebelumnya hanya dipahami melalui data atau model digital.

Dok. Penulis
Sementara itu, peserta lainnya tetap melaksanakan pekerjaan di studio. Kegiatan studio pada minggu ketiga berfokus pada kelanjutan pemodelan pipa serta pemodelan reflektor atau mata kucing. Pekerjaan tersebut merupakan kelanjutan dari tugas yang telah dimulai pada minggu sebelumnya. Proses pemodelan dilakukan secara bertahap dengan melakukan penyesuaian terhadap bentuk, posisi, dan informasi yang diperlukan dalam model.

Dok. Penulis
Pembagian antara pekerjaan lapangan dan studio pada minggu ketiga memberikan gambaran mengenai bagaimana suatu pekerjaan dapat berlangsung secara paralel. Data dan informasi yang diperoleh melalui kegiatan lapangan memiliki keterkaitan dengan proses pengolahan, sedangkan pekerjaan studio tetap berjalan untuk menyelesaikan kebutuhan pemodelan yang telah ditentukan.
Minggu Keempat: Pembidikan Lapangan dan Penyelesaian Pemodelan
Pada minggu keempat, kegiatan lapangan kembali dilakukan dengan pembagian tugas yang berbeda. Pada tahap ini, Syahmi dan Fazel ditugaskan untuk turun langsung ke lapangan melakukan pembidikan pada girder chamber. Kegiatan tersebut melanjutkan pekerjaan pengamatan yang sebelumnya dilakukan pada minggu ketiga oleh Rifqi dan Abdur Rozaq.
Pembidikan pada minggu keempat dilakukan untuk memperoleh data pengamatan yang dapat digunakan dalam melihat kondisi dan kemungkinan pergeseran pada bentangan beton jalan tol. Melalui kegiatan tersebut, tim mendapatkan pengalaman secara langsung mengenai pentingnya ketelitian dalam melakukan pengukuran dan pengamatan terhadap objek infrastruktur.
Sementara itu, tim lainnya tetap melaksanakan pekerjaan di studio. Pekerjaan studio pada minggu keempat merupakan kelanjutan dari proses pemodelan yang telah dilakukan sebelumnya, khususnya pemodelan pipa dan reflektor atau mata kucing. Tahap ini juga menjadi bagian dari proses penyelesaian pekerjaan sebelum berakhirnya masa pemagangan.

Dok. Penulis
Adanya pembagian antara kegiatan lapangan dan studio pada minggu ketiga dan keempat memberikan pengalaman yang cukup beragam. Kami tidak hanya memperoleh pengalaman menggunakan perangkat lunak untuk membuat dan mengolah model, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memahami bagaimana kondisi aktual struktur jalan tol diamati secara langsung. Dari sini dapat terlihat bahwa pekerjaan pemodelan dan pemetaan tidak berdiri sendiri, melainkan dapat saling berkaitan dengan kegiatan pengamatan dan pengukuran di lapangan.
Kegiatan pemagangan pada 2–30 September 2026 memberikan pengalaman dalam pemodelan, pengolahan data, serta pengamatan infrastruktur jalan tol melalui pekerjaan menggunakan Revit dan AutoCAD, pemodelan pipa dan reflektor, serta pembidikan girder chamber di lapangan. Perpaduan kegiatan studio dan lapangan memberikan pemahaman mengenai hubungan antara data digital dengan kondisi aktual di lapangan. Kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan keilmuan Sains Informasi Geografi, khususnya dalam pengelolaan informasi spasial, pengukuran, pemodelan, dan visualisasi objek. Pengalaman ini menunjukkan bahwa keilmuan Sains Informasi Geografi tidak hanya diterapkan dalam pembuatan peta, tetapi juga dapat mendukung pekerjaan pemodelan dan pengelolaan informasi infrastruktur. Selain keterampilan teknis, pemagangan juga meningkatkan kemampuan dalam ketelitian, kerja sama, komunikasi, dan adaptasi terhadap kebutuhan pekerjaan.
