Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Sociology Religius Mentoring: Pembuka Pendampingan Keikhlasan bagi Mahasiswa Baru Pendidikan Sosiologi

Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Sociology Religius Mentoring (SRM) diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. SRM merupakan program pendampingan bagi mahasiswa baru Pendidikan Sosiologi yang berfokus pada penguatan nilai keagamaan, pengembangan diri, dan pendampingan. Tahun ini, SRM berkolaborasi dengan Sociology Edu Guide (SEG) dalam pelaksanaannya. Kegiatan hari pertama ini menjadi pembuka dari seluruh rangkaian pendampingan yang akan diikuti mahasiswa baru. 

Mengusung Tema "Niskama Aruhana: Pendakian Menuju Puncak Keikhlasan di Tengah Dunia yang Ingin Terlihat". Tema ini mengajak mahasiswa baru untuk mengenal diri, bertumbuh, dan belajar menjalani perkuliahan dengan keikhlasan, di tengah lingkungan yang sering kali mendorong seseorang mencari pengakuan dan validasi dari orang lain.

Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa baru Pendidikan Sosiologi, dengan melibatkan mentor dari Halaqah dan Sahabat Kasih sebagai pendamping selama pelaksanaan. Halaqah adalah kegiatan mentoring bagi mahasiswa muslim, sedangkan Sahabat Kasih adalah kegiatan mentoring bagi mahasiswa non-muslim. Setelah kegiatan pembuka ini, mahasiswa baru akan melanjutkan pendampingan bersama mentor masing-masing. Tujuan utamanya adalah memberikan pembekalan awal agar mahasiswa baru lebih mengenal dirinya, memahami nilai-nilai yang dapat menjadi pegangan selama kuliah, serta mulai membangun hubungan dan lingkungan yang positif bersama teman-teman dan mentor. Pelaksanaan secara daring dipilih setelah panitia mempertimbangkan sejumlah kondisi, terutama ketersediaan tempat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui Sociology Religius Talk (SRT), yaitu sesi pemaparan materi oleh pemateri sebagai pembekalan awal bagi mahasiswa baru. Sesuai tujuannya, Sociology Religius Talk (SRT) mengenalkan mahasiswa baru pada tema keikhlasan, yang nantinya akan diperkuat kembali pada pelaksanaan mentoring. Setelah sesi Sociology Religius Talk (SRT), mahasiswa baru mengikuti sesi sharing atau diskusi bersama mentor Halaqah maupun Sahabat Kasih. Dalam sesi ini, peserta saling berkenalan, berdiskusi, dan membahas studi kasus yang berkaitan dengan materi Sociology Religius Talk (SRT), lalu hasilnya dipresentasikan oleh perwakilan kelompok.

Materi dalam Sociology Religius Talk (SRT) bertajuk menemukan diri dan bertumbuh dengan ikhlas. Peserta diajak mengenal dirinya sendiri, mulai dari nilai dan prinsip yang dimiliki, potensi diri, hingga tujuan dan arah hidup. Peserta juga diajak memahami makna ikhlas dan cara menyikapi kebutuhan akan pengakuan dari orang lain. Materi disampaikan oleh dua pemateri dengan perspektif lintas agama yang disesuaikan dengan agama peserta, yaitu Islam dan Kristen Protestan. Dari perspektif Islam, hadir Kang Ibnu Arifin, pegawai negeri sipil yang dikenal sebagai pakar di bidang pemberdayaan. Beliau telah banyak mengisi materi dan menjadi instruktur dengan topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari perspektif Kristen Protestan, hadir Pendeta Guntur, yang juga aktif melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.

Siti Septi Ramadhani selaku Ketua Pelaksana SRM berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi penyambutan dan pembekalan awal bagi mahasiswa baru, tetapi juga memberikan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan perkuliahan. Melalui materi, diskusi, dan pengalaman yang dibagikan, mahasiswa diharapkan mampu lebih mengenal diri, saling mendukung, serta tetap berpegang pada nilai dan prinsip yang diyakini dalam menjalani setiap proses.

Dalam menyampaikan kesannya, Siti Septi Ramadhani mengakui bahwa selama pelaksanaan ada banyak tantangan dan hal yang tidak berjalan sesuai rencana, sehingga banyak penyesuaian harus dilakukan. Namun justru dari sana ia memperoleh banyak pengalaman, terutama dalam berkoordinasi, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan memimpin tim yang jumlahnya cukup besar. Baginya, kegiatan ini melelahkan tetapi sangat berkesan, karena ia dapat melihat langsung kinerja seluruh panitia dan mentor hingga kegiatan terlaksana dengan baik. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *