Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), resmi menjalani proses yudisium pada periode Juli 2025. Kegiatan ini menandai selesainya rangkaian proses akademik jenjang sarjana, sekaligus menjadi langkah akhir sebelum para mahasiswa dinyatakan berhak menyandang gelar S.Pd.
Proses yudisium dilakukan setelah para mahasiswa menyelesaikan seluruh persyaratan akademik, termasuk sidang skripsi sebagai fase akhir. 12 mahasiswa telah melalui tahapan penilaian skripsi yang mencakup bimbingan skripsi, serta presentasi hasil penelitian di hadapan dosen penguji.
Ketua Program Studi Pendidikan Sosiologi, Dr. Wilodati, M.Si., menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studi dengan penuh dedikasi. “Yudisium ini bukan hanya seremoni akhir, tetapi juga awal dari tanggung jawab sebagai lulusan pendidikan sosiologi. Semoga mahasiswa yang kini dinyatakan lulus mampu berkontribusi secara nyata di masyarakat,” ujarnya.

Para mahasiswa yang diyudisium berasal dari berbagai angkatan, dan menyelesaikan skripsi dengan beragam topik. 12 mahasiswa yang dinyatakan lulus yakni:
- AISYAH LUTHFIANA NABILA
- RAIHANA HISAN TAQIYYAH
- NONY NURYANI SUKMA
- TISTA RIZKI ANNISA
- UPI NAZWITA
- FELITA PUTRI CHRYSILLA
- AMELIA AZRA NABILA
- GALUH PARWATI
- JIHAN JULYANTI YUHDI
- DEVA TRI RAHMAWATI
- BARA ATHAYA MAGHRIBI
- NIBRAS SALIM AHMAD
Salah satu dari 12 mahasiswa yang memperoleh nilai akumulatif tertinggi ialah Tista Rizki Annisa, menyelesaikan skripsi dengan judul "ANALISIS DEKONSTRUKTIF GEN-Z TERHADAP MAKNA PERNIKAHAN DAN RELEVANSINYA DENGAN FENOMENA LIVING TOGETHER (Studi Kasus Tren #MarriageIsScary pada Platform TikTok)" yang dibimbing oleh Dr. Wilodati, M.Si. dan Fajar Nugraha Asyahidda, M.Pd.
Dengan dilaksanakannya yudisium ini, diharapkan para lulusan dapat segera melanjutkan kiprahnya, baik dalam dunia kerja, pengabdian masyarakat, maupun pendidikan lanjutan. Momen ini juga menjadi bukti capaian akademik yang tidak terlepas dari kerja keras, dukungan dosen pembimbing, serta semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.
