Bandung — Di tengah dinamika zaman yang serba cepat, sekelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memilih untuk menyalakan lentera nilai. Melalui Islamic Education Fair (IEF) 2025, mereka menghadirkan ruang belajar, berkompetisi, dan berbagi dalam semangat Islam yang inklusif dan membangun.
IEF 2025 digelar pada 9–10 Agustus mendatang, namun denyutnya telah terasa sejak awal Juli. Pendaftaran peserta, technical meeting, hingga publikasi digital telah menghidupkan atmosfer kampus dengan semangat kolaborasi. Mengusung tema “Strive Together, Shine Forever in Faith”, acara ini menjadi wadah ekspresi keislaman yang merangkul pelajar SMP, SMA, hingga masyarakat umum.
Ragam lomba yang ditawarkan mencerminkan kekayaan tradisi dan inovasi Islam: dari Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), MTQ, Adzan, Dai, hingga Nasyid dan Hadroh. Tak ketinggalan, lomba poster dan film pendek Islami menjadi ruang bagi kreativitas visual yang menyuarakan nilai-nilai spiritual.
“IEF bukan sekadar kompetisi. Ini tentang membangun karakter, memperkuat ukhuwah, dan menyampaikan pesan Islam dengan cara yang menyentuh hati,” ujar salah satu panitia, yang juga mahasiswa semester akhir PAI.
Menariknya, IEF 2025 juga membuka kanal donasi sosial melalui rekening BNI 1953036901 atas nama INTANKSR. Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk aksi kemanusiaan, menjadikan acara ini tak hanya berdampak di ruang akademik, tetapi juga di ranah sosial.
Puncak acara akan ditandai dengan Tabligh Akbar pada 10 Agustus, di mana peserta, panitia, dan masyarakat akan berkumpul dalam refleksi spiritual bersama. Kehadiran sponsor seperti Tebhool, Zaidah Florist, Dekor Ams, SISO EXTEA, Smartfren, Elzatoo, dan Snapsteads turut memperkuat semangat gotong royong yang menjadi ruh kegiatan ini.
Islamic Education Fair 2025 bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang tumbuh. Dan dari kampus di Bandung, cahaya itu kini menyebar.
