Bandung — Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia kembali menyelenggarakan kajian subuh daring bertajuk “Pengembangan Pembelajaran Berbasis Cinta Berdasar Alquran Alkariem”. Kajian yang digelar pada Sabtu, 9 Agustus 2025 pukul 05.00 WIB ini merupakan bagian dari serial KANTIN IPAI Tafsir Tarbawi, sebuah forum ilmiah yang mengintegrasikan tafsir Alquran dengan praktik pedagogis kontemporer.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. KH. Aam Abdussalam, M.Pd., seorang ulama dan akademisi yang dikenal luas dalam bidang tafsir dan pendidikan Islam. Dalam pemaparannya, Aam menekankan pentingnya menjadikan cinta sebagai landasan dalam proses pembelajaran, sebagaimana tercermin dalam nilai-nilai rahmah dan hikmah yang terkandung dalam Alquran.
“Pembelajaran berbasis cinta bukan sekadar pendekatan emosional, tetapi merupakan refleksi dari nilai ilahiah yang mendorong peserta didik untuk tumbuh dalam suasana kasih, saling menghargai, dan berorientasi pada kebaikan,” ujar Aam dalam sesi kajian yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah.
Kajian ini tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa dan dosen IPAI, tetapi juga menjadi ruang refleksi spiritual yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini. Melalui pendekatan tafsir tarbawi, Prodi IPAI FPIPS UPI berkomitmen untuk menghadirkan model pembelajaran yang holistik, humanis, dan berbasis nilai.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen institusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 16: Kelembagaan yang Inklusif dan Efektif. Kajian ini menjadi bukti bahwa pendidikan agama Islam dapat berkontribusi aktif dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif, transformatif, dan berkelanjutan.
Melalui forum seperti KANTIN IPAI, Prodi IPAI FPIPS UPI terus mendorong integrasi antara ilmu tafsir, pedagogi, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari misi akademik dan dakwah intelektual.
