


Purwakarta, 7 Agustus 2025 — Dosen-dosen Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP Kabupaten Purwakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berjudul“Pelatihan In-On Training Media Gamifikasi dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Digital bagi Guru-Guru IPS di Kabupaten Purwakarta”.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 8 Purwakarta ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Dede Supendi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi pendidikan, termasuk pendekatan deep learning dan gamifikasi, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Guru harus adaptif terhadap perkembangan teknologi pembelajaran. Deep learning mendorong pemahaman yang lebih bermakna, sedangkan gamifikasi membuat proses belajar lebih menarik dan interaktif. Kombinasi keduanya akan berdampak besar bagi Literasi Digital siswa,” ujar Dede Supendi.
Pelatihan menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang saling melengkapi:
- Prof. Dr. Didin Saripudin, M.Si. selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, memaparkan topik Integrasi Deep Learning dalam Pembelajaran IPS. Beliau menjelaskan bahwa deep learning tidak hanya berbicara tentang teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga tentang pembelajaran mendalam sebagai pendekatan yang menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Proses ini dilakukan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu, sehingga siswa mampu mengaitkan konsep-konsep IPS dengan permasalahan nyata di masyarakat.
- Prof. Dr. Neiny Ratmaningsih, M.Pd. membawakan materi Modul Pembelajaran Mendalam dalam IPS, yang memandu peserta merancang modul ajar dengan mengintegrasikan prinsip deep learning. Beliau menekankan bahwa pengalaman belajar peserta didik akan optimal ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar aktif, mampu meregulasi diri, memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik, dan mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan. Materi yang dipelajari harus relevan dengan kehidupan, memberi kesempatan bagi peserta didik untuk membangun pengetahuan baru dari yang lama, dan diterapkan dalam kehidupan nyata. Suasana belajar yang menggembirakan, positif, menantang, serta memotivasi akan membuat siswa merasa dihargai dan terhubung secara emosional.
- Diana Noor Anggraini, M.Pd. mengupas konsep Gamifikasi dalam Pembelajaran dan memandu sesi praktik pembuatan media gamifikasi menggunakan platform digital interaktif. Pada tahap praktik ini, peserta dipandu langsung oleh fasilitator untuk membuat escape game, quiz interaktif, dan pembelajaran berbasis cerita (story-based learning) yang menggabungkan unsur pembelajaran mendalam agar siswa terlibat aktif secara kognitif, afektif, dan psikomotor.

Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam dan 8 Dimensi Profil Lulusan ke dalam media gamifikasi, guru diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga relevan, menantang, dan membentuk kompetensi holistik siswa.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis. Peserta dilatih mengoperasikan aplikasi, mengelola konten digital, serta merancang pengalaman belajar yang mengintegrasikan pembelajaran mendalam dan gamifikasi. Seluruh sesi praktik dilakukan dengan pendampingan fasilitator, sehingga peserta dapat langsung bertanya, mendapatkan bimbingan teknis, dan mencoba penerapan media secara mandiri dengan arahan yang tepat.
Menurut Prof. Didin, penguasaan literasi digital bagi guru merupakan langkah strategis dalam menciptakan pembelajaran IPS yang relevan dan kontekstual.
“Dengan media gamifikasi yang dirancang berdasarkan prinsip pembelajaran mendalam, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga mengalami proses belajar yang menyentuh pikiran, perasaan, hati, dan fisik mereka secara terpadu,” tegasnya.
Pasca pelatihan, para peserta dapat mengimplementasikan media gamifikasi yang telah dirancang di kelas masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UPI dan MGMP IPS Kabupaten Purwakarta untuk terus mendukung profesionalisme guru, khususnya dalam penguasaan teknologi pembelajaran inovatif. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan guru-guru IPS di Purwakarta mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan, efektif, dan selaras dengan tuntutan era digital.