BANDUNG — Di tengah upaya penguatan ekosistem riset nasional, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menetapkan Prof. Dr. Munawar Rahmat, M.Pd., sebagai salah satu reviewer nasional dalam Skema Pendanaan Riset dan Inovasi Batch 3 tahun 2025. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Nomor B-1947/II.7/HK.01.00/7/2025.
Guru besar bidang Pendidikan Agama Islam dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini dipercaya untuk menilai proposal riset yang berkaitan dengan kepakaran pendidikan agama, sebuah bidang yang menjadi fondasi spiritual dan moral dalam pembangunan bangsa. Penugasan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik dan kontribusi keilmuan Prof. Munawar dalam pengembangan pendidikan Islam yang berbasis riset dan kebijakan.
Sebagai reviewer, Prof. Munawar akan berperan dalam proses seleksi dan evaluasi proposal riset dari berbagai institusi di Indonesia. Tugasnya mencakup penilaian kelayakan metodologi, relevansi tema, serta potensi kontribusi riset terhadap pengembangan ilmu dan kebijakan pendidikan nasional yang berkeadaban.
Kontribusi terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Penunjukan Prof. Munawar sebagai reviewer nasional BRIN secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 4 – Pendidikan Berkualitas. Peran strategisnya dalam menilai dan mengarahkan riset-riset pendidikan agama berkontribusi pada:
- 📚 Peningkatan mutu riset pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman
- 🧠 Penguatan kapasitas akademik dan kelembagaan melalui seleksi proposal yang berbasis metodologi ilmiah dan nilai-nilai spiritual
- 🤝 Kolaborasi antar institusi pendidikan dan riset dalam membangun sistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan
Dalam pandangannya, pendidikan agama tidak hanya menjadi ruang pembinaan spiritual, tetapi juga medan intelektual yang harus terus diperkuat dengan pendekatan ilmiah dan interdisipliner. “Pendidikan Islam harus hadir sebagai kekuatan transformatif, bukan sekadar tradisi. Ia harus mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai wahyu dan akal,” ujar Prof. Munawar dalam salah satu forum akademik.
Dengan semangat keilmuan dan komitmen terhadap kemaslahatan umat, Prof. Dr. Munawar Rahmat, M.Pd. terus menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan ilmu, kebijakan, dan karakter bangsa—sekaligus menjadi bagian dari gerakan global menuju pendidikan yang berkualitas dan berkeadaban.
