Program Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Pada pelaksanaan P2M tahun ini, mahasiswa melaksanakan kegiatan di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat dengan mengusung nama kegiatan Aksara Bhakti.
Kegiatan ini mengangkat tema pendidikan sebagai fokus utama program. Pemilihan tema tersebut didasarkan pada hasil riset dan pengamatan yang menunjukkan masih rendahnya angka pendidikan masyarakat, khususnya pada kalangan remaja dan anak-anak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Menurut Ketua Pelaksana, pendidikan memiliki urgensi yang sangat penting di masa sekarang karena menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk menghadapi perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Selain sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini juga dilatarbelakangi oleh rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat. Panitia melihat adanya kesenjangan antara masyarakat di wilayah pedesaan dengan masyarakat perkotaan, khususnya dalam akses dan kesadaran terhadap pendidikan. Oleh karena itu, program pengabdian ini hadir dengan tujuan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
Dalam proses persiapan kegiatan, panitia melakukan beberapa tahapan rapat besar (rabes). Tahap awal difokuskan pada penyusunan timeline, fiksasi jadwal, dan kebutuhan teknis lainnya. Selanjutnya dilakukan pemantapan tema serta konsep kegiatan, hingga tahap akhir berupa pematangan setiap mata acara dan penentuan output kegiatan yang ingin dicapai.
Namun, pelaksanaan kegiatan tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi panitia adalah memahami dinamika masyarakat setempat yang sebelumnya belum diketahui secara pasti. Selain itu, terdapat perbedaan budaya dan aktivitas masyarakat yang mayoritas bekerja di bidang perkebunan sehingga cukup sulit mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan secara penuh. Panitia juga menyadari bahwa masyarakat mengharapkan adanya timbal balik yang lebih nyata selain hanya pemberian ilmu pengetahuan.
Meskipun demikian, antusiasme peserta terutama anak-anak terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Interaksi yang terjalin antara panitia dan anak-anak menciptakan suasana yang hangat dan penuh kedekatan. Akan tetapi, keterlibatan orang tua dinilai masih belum maksimal sehingga menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Melalui program ini, panitia berharap adanya peningkatan motivasi belajar anak-anak, bertambahnya angka pendidikan masyarakat, serta meningkatnya kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membawa perubahan pola pikir masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pendidikan tanpa harus bergantung pada iming-iming material semata.

Bagi peserta P2M sendiri, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung. Mahasiswa dapat belajar mengenai proses sosial, cara berinteraksi dengan masyarakat, hingga memahami realitas kehidupan di lapangan. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap pendidikan, khususnya bagi anak-anak dan remaja di Desa Mekarwangi.
Bagi Ketua Pelaksana sendiri, pengalaman paling berkesan selama menjalankan P2M adalah belajar memahami dinamika setiap divisi dan cara menyatukan banyak pemikiran dalam satu tujuan bersama. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga mengenai kepemimpinan, kerja sama tim, serta pemahaman terhadap masyarakat sebagai bagian dari kajian ilmu sosiologi. Ke depannya, diharapkan program P2M dapat dilaksanakan dengan lebih matang dan minim dinamika yang tidak diperlukan. Meski demikian, pelaksanaan P2M tahun ini dinilai sudah mengalami banyak perkembangan positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Harapan terbesar panitia adalah agar kegiatan ini terus berkembang menjadi lebih baik, karena pada dasarnya tidak ada kegiatan yang benar-benar sempurna dan setiap proses selalu memberikan ruang untuk perbaikan.
Program Aksara Bhakti menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai insan akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan dan pengabdian.
