Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Alumni IPAI UPI yang Menjawab Tantangan Pendidikan Islam di Jalur Nonformal (Quality Education, SGD-s 4)

BANDUNG — Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks, Gelar Riksa Abdillah, S.Pd., MA, tampil sebagai sosok alumni yang menjembatani nilai-nilai pendidikan Islam dengan inovasi pembelajaran di jalur nonformal. Lulusan Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2014 ini kini berkiprah sebagai Learning Specialist di PT Semesta Integrasi Digital (Teacher Talent Karier.mu), sebuah platform yang berfokus pada pengembangan talenta pendidik dan pembelajar dewasa (adult learner).

Gelar dikenal sebagai pemikir dan praktisi pendidikan yang aktif mendorong akselerasi pembelajaran berbasis teknologi dan kebutuhan masyarakat. Ia terlibat dalam penyusunan modul pembelajaran jarak jauh untuk kepala sekolah, guru, dan orang tua bersama Tanoto Foundation (2021), serta ikut mendirikan TOTOLAB—Lembaga Kursus dan Pelatihan yang bergerak di bidang pelatihan keterampilan digital abad ke-21.

Kontribusinya juga tercatat dalam program nasional Prakerja, di mana ia berperan sebagai pengembang konten pelatihan di platform Karier.mu. Di tingkat internasional, Gelar menjadi lulusan IPAI pertama yang menerima beasiswa LPDP untuk studi luar negeri, mengambil program Educational Leadership di University of Birmingham, Inggris (2016–2017). Ia juga meraih penghargaan “Most Distinguished Paper” dalam International Symposium of Teaching and Learning di Hiroshima, Jepang (2017).

Pendidikan Islam yang Menembus Batas

Dalam refleksinya, Gelar menyampaikan bahwa pengalaman belajar di IPAI FPIPS UPI telah membentuk cara berpikir yang merdeka dan terbuka terhadap ide-ide global. “Prodi IPAI pada saat itu sangat membantu saya dalam membangun proses kemerdekaan berpikir dan keterbukaan dalam memahami ide dan pemikiran yang ada di dunia intelektual,” ujarnya.

Ia menilai bahwa tantangan utama pendidikan Islam saat ini adalah menemukan posisi dalam konteks global. “Pengaruh pendidikan Islam harus dapat menembus lebih dari ruang-ruang kelas. Ia harus hadir di ruang-ruang kebijakan, teknologi, dan komunitas yang lebih luas,” tambahnya.

Buku karyanya, Mengajari Bebek Berenang (Haura Publishing, 2020), menjadi refleksi kritis atas praktik pendidikan yang stagnan dan kebutuhan akan pendekatan yang lebih humanis dan kontekstual. Melalui tulisan, pelatihan, dan pengembangan program, Gelar terus mendorong agar pendidikan Islam tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga gerakan yang berdampak.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kiprah Gelar menjadi inspirasi bagi mahasiswa aktif IPAI dan calon pendidik yang ingin menjelajahi jalur karier di luar batas konvensional. Ia menunjukkan bahwa pendidikan Islam dapat menjadi fondasi kokoh untuk berkontribusi di sektor-sektor strategis, baik lokal maupun global.

Dengan semangat kebermanfaatan dan keberanian intelektual, Gelar Riksa Abdillah membuktikan bahwa alumni IPAI FPIPS UPI mampu menjadi agen perubahan yang menjawab tantangan zaman, tanpa kehilangan akar spiritual dan nilai-nilai keislaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *