Nama: Garda Asa Muhammad (SaIG, 2209082)
Penyunting: Hilmy Nurizky
Perjalanan penyusunan skripsi ini bermula dari sebuah ide sederhana yang muncul saat saya menyusun draft tugas pada mata kuliah Metodologi Penelitian. Ide tersebut berangkat dari pengalaman riset saya sebelumnya mengenai deteksi atap asbes, serta semakin diperkuat oleh pengalaman saya mengikuti sebuah sesi pematerian tentang bahaya asbes dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh organisasi lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, saya juga sempat berdiskusi langsung dengan pemateri, yang menyoroti bahwa penelitian terkait atap asbes di Indonesia masih relatif terbatas, khususnya dalam aspek pemetaan dan analisis spasial. Percakapan tersebut memberikan perspektif baru sekaligus dorongan bagi saya untuk mengangkat topik ini secara lebih serius dalam penelitian.
Pada awalnya, saya memiliki keinginan untuk mencoba sesuatu yang berbeda dengan memanfaatkan citra hiperspektral sebagai pendekatan utama. Saya tertarik pada potensi besar citra hiperspektral dalam mengenali karakteristik material secara lebih detail dan berharap metode ini dapat memberikan hasil yang lebih inovatif. Namun, seiring berjalannya proses pencarian literatur dan pendalaman konsep, saya menyadari bahwa referensi penelitian yang secara khusus membahas penggunaan citra hiperspektral untuk deteksi atap bangunan masih sangat terbatas. Kondisi ini membuat saya harus berpikir ulang dan mengambil keputusan yang tidak mudah, yaitu mengubah arah penelitian.
Akhirnya, saya memilih pendekatan yang lebih konvensional dengan menggunakan citra beresolusi tinggi dan metode Object-Based Image Analysis (OBIA). Meskipun bukan pendekatan yang sepenuhnya baru, keputusan ini saya ambil dengan harapan penelitian tetap dapat diselesaikan secara matang dan bertanggung jawab.
Dalam proses pelaksanaannya, berbagai kendala mulai bermunculan. Tantangan teknis menjadi salah satu yang paling terasa, terutama ketika perangkat pengolahan data yang saya gunakan mengalami kerusakan akibat beban komputasi yang terlalu berat. Situasi tersebut memaksa saya untuk memperkecil wilayah penelitian dan menyesuaikan ulang rencana yang telah disusun. Di sisi lain, tantangan non-teknis juga tidak kalah berat. Saya harus membagi waktu antara penyusunan skripsi, kegiatan magang, aktivitas organisasi, serta waktu bersama keluarga. Tidak jarang rasa lelah, frustrasi, dan keraguan muncul di tengah proses, terutama ketika progres terasa lambat dan hasil belum sesuai harapan.

Dok. Penulis
Di tengah berbagai tantangan tersebut, dukungan dari teman-teman terdekat menjadi salah satu faktor penting yang membantu saya bertahan dan terus melanjutkan penelitian ini. Bantuan mereka hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari diskusi teknis, berbagi referensi, hingga dukungan moral yang sangat berarti ketika saya mengalami kebuntuan. Kehadiran mereka tidak hanya meringankan beban proses penelitian, tetapi juga memberikan semangat untuk terus melangkah hingga tahap akhir.
Meskipun demikian, proses jatuh bangun tersebut justru menjadi bagian paling berharga dalam perjalanan ini. Saya belajar untuk lebih sabar, disiplin, dan realistis dalam menetapkan target. Setiap hambatan yang muncul memaksa saya untuk beradaptasi dan terus mencari solusi, meskipun terkadang harus memulai kembali dari awal. Hingga akhirnya, dengan segala keterbatasan dan tantangan yang dihadapi, saya dapat menyelesaikan skripsi ini hingga tahap menuju sidang.
Keputusan untuk menyelesaikan studi dalam waktu yang relatif cepat juga menjadi salah satu pilihan penting yang saya ambil selama proses ini. Meskipun penuh tantangan, keputusan tersebut pada akhirnya saya yakini sebagai langkah yang tepat. Proses yang dijalani mengajarkan saya untuk bekerja secara lebih efektif, fokus dalam menentukan prioritas, serta berani mengambil keputusan di tengah keterbatasan.
Pencapaian ini tentu tidak saya capai seorang diri. Bimbingan, dukungan, dan arahan dari dosen pembimbing, bantuan dari Program Studi, serta dukungan dari teman-teman memiliki peran yang sangat besar dalam proses penyusunan skripsi ini. Bagi saya, skripsi ini bukan sekadar syarat akademik untuk meraih gelar sarjana, tetapi juga menjadi perjalanan pembelajaran yang membentuk cara berpikir, ketahanan mental, dan kesiapan saya untuk menghadapi tantangan penelitian di masa depan.

Dok. Penulis