Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
ARTIKEL OPINI KELOMPOK 7: Dampak Sosial Dari Bencana Di Sumatera 2025

Bencana yang terjadi di Sumatera yang dimulai sejak 24 November 2025 dikarenakan curah hujan yang ekstrem, fenomena atmosfer aktif, kerusakan lingkungan, dan melemahkan kapasitas tampung wilayah.Akibat dari bencana di Sumatera yang terjadi di akhir tahun 2025 ini terdapat beberapa hal , yaitu

  1. masyarakat kehilangan akses dalam mendapatkan bantuan
  2. penggunnaan lahan berubah untuk kegiatan sosial yang biasa dilakukan masyarakat
  3. kebiasaan dan mata pencaharian dari masyarakat berubah dan beradaptasi dengan kondisi setelah bencana.

Pada aspek sosial-psikologis sangat mempengaruhi masyarakat yang terdampak, dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pada anak-anak dan orang dewasa. Pada usia anak- anak, dapat terjadi traumatis yang mendalam. Pada usia orang dewasa, dampak psikologis tidak terlalu mendalam seperti usia anak-anak dikarenakan orang dewasa sudah memiliki kontrol terdapat situasi yang terjadi. Pada aspek sosial-budaya, dapat terjadi degradasi budaya. Terdapat wilayah yang sebelumnya sangat erat dengan budaya dan telah dijaga sejak dahulu, hancur karena terdampak dari bencana ini. Penanggulangan terhadap bencana yang telah terjadi ini, masyarakat berharap adanya kontribusi nyata. Harapan dari masyarakat sendiri yaitu adanya penanaman kembali hutan yang telah rusak (reboisasi), agar pemulihan terjadi secara berkala walaupun membutuhkan waktu yang tidak singkat. Namun, jika reboisasi dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, dikhawatirkan akan terjadi permasalahan baru. Maka, reboisasi sendiri harus memiliki izin dari pemerintah.

Perubahan yang harus terjadi agar meminimalisir bencana seperti saat ini, yaitu adanya perubahan kebijakan hukum yang berlaku saat ini. Kebijakan hukum yang dimaksud yaitu memperkuat dan memperkektat penebangan hutan yang akan dilakukan, serta evaluasi pemerintah terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan sebelumnya dengan melibatkan aspirasi dari masyarakat itu sendiri (yang merasakan dampak dari bencana ini).

Sebagai mahasiswa Sains Informasi Geografi, mahasiswa dapat berdampak dalam pemetaan yang akan dilakukan agar kedepannya pemerintah dapat memutuskan kebijakan dengan baik dan memikirkan dampak kedepannya. Peran mahasiswa Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, yaitu melakukan pemetaan akses transportasi untuk mendukung

pemulihan agar lebih efesien dan cepat. Peran mahasiswa Pendidikan Geografi dalam memulihkan yaitu terjun langsung untuk menyampaikan edukasi dan pendidikan gratis untuk siswa/i yang terdampak. Harapannya dari permasalahan yang terjadi di Sumatera, mahasiswa dapat mengembangkan potensi sesuai fokus prodi masing-masing dan berdampak untuk masyarakat dan memantau kebijakan pemerintah secara berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *