Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mahasiswa SPIG 2023 Asah Kompetensi Manajemen Proyek

Bandung, 2025 – Di tengah dinamika perkuliahan Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia, terdapat satu mata kuliah yang bukan hanya menantang secara teknis, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sebuah pekerjaan perencanaan dijalankan di dunia profesional. Mata kuliah tersebut adalah Manajemen Proyek Survei Pemetaan dan Informasi Geografis, yang diampu oleh Muhammad Ihsan, ST., M.T. dan Maya Indah Sari, S.Pd., M.Sc.

Melalui mata kuliah ini, mahasiswa SPIG Angkatan 2023 tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga diajak untuk memasuki simulasi lingkungan kerja sebagai konsultan perencana. Setiap kelompok diberikan Kerangka Acuan Kerja (KAK) layaknya dokumen proyek sungguhan, yang harus diterjemahkan menjadi perencanaan proyek yang komprehensif, terstruktur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Picture2

Belajar Menyusun Proyek Layaknya Profesional

Perkuliahan menjadi ruang praktik nyata saat mahasiswa mulai menyusun dokumen perencanaan proyek dari awal hingga siap dipresentasikan. Elemen-elemen penting yang harus diselesaikan antara lain:

Work Breakdown Structure (WBS)

Mahasiswa memetakan seluruh tahapan pekerjaan secara sistematis, disertai rincian aktivitas yang mendukung pencapaian tujuan proyek.

Gantt Chart

Setiap aktivitas dijadwalkan dalam bentuk timeline yang runtut sehingga alur pekerjaan dapat dipahami dan disimulasikan dengan jelas.

Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Seluruh kebutuhan proyek dihitung secara detail, mulai dari tenaga kerja, peralatan, hingga kebutuhan teknis lainnya, sehingga total biaya yang dihasilkan realistis dan akuntabel.

Kurva S

Mahasiswa memvisualisasikan hubungan antara progres pekerjaan dan alokasi anggaran dari waktu ke waktu, yang menjadi indikator apakah pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana.

Melalui rangkaian tugas ini, mahasiswa belajar bahwa manajemen proyek bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan mengatur sumber daya, memproyeksikan risiko, dan memastikan pekerjaan berjalan efektif serta tepat waktu.


Picture3

Simulasi Dunia Kerja: Presentasi Meyakinkan Pengguna Jasa

Tidak berhenti pada penyusunan dokumen, mahasiswa juga diwajibkan melakukan presentasi di kelas layaknya pertemuan resmi antara konsultan dan pengguna jasa. Pada sesi ini, mahasiswa harus mampu menyampaikan gagasan, konsep perencanaan, jadwal kerja, dan perhitungan anggaran secara jelas, logis, dan meyakinkan.

Layaknya dunia kerja sesungguhnya, presentasi dinilai tidak hanya dari isi dokumen, tetapi juga kualitas penyampaiannya, termasuk kemampuan mahasiswa untuk:

  • Menjelaskan konsep secara runtut dan komprehensif
  • Memberikan argumentasi logis terhadap keputusan perencanaan
  • Menjawab pertanyaan dari “pengguna jasa”
  • Mempertahankan rencana proyek yang telah disusun

Momen ini menjadi pengalaman penting yang membangun kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dan kemampuan analisis mahasiswa ketika berhadapan dengan situasi profesional yang nyata.

Lebih dari Sekadar Mata Kuliah

Bagi mahasiswa SPIG Angkatan 2023, mata kuliah Manajemen Proyek menjadi pengalaman pembelajaran yang memberikan gambaran konkret tentang bagaimana perencanaan teknis dijalankan di lapangan. Mereka belajar berkolaborasi, berdiskusi, membagi tugas, menyelesaikan konflik, hingga mempresentasikan hasil secara profesional. Inilah mata kuliah yang bukan hanya mengajarkan teori, tetapi membentuk mahasiswa menjadi calon surveyor, perencana, dan manajer proyek yang siap terjun di dunia kerja.

Picture4


Penulis: Shazadil Akhyar Rezky