Tanggal Kegiatan: 1-30 Oktober 2026
Penulis : Haifa Nabilah (SaIG, 2311606)
Penyunting : Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Memasuki bulan Oktober 2026, kegiatan magang kami di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung memasuki tahap yang semakin menantang. Setelah satu bulan beradaptasi dengan ritme kerja instansi pemerintahan daerah pada September lalu, kami bertiga, Haifa Nabilah (2311606), Liqa Wapiq Kurnia (2300242), dan Riskiya Wigunati (2310615), mahasiswa program studi Sains Informasi Geografi (SaIG) angkatan 2023, kini dipercaya untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang berkaitan langsung dengan perencanaan, evaluasi kinerja, dan keberlanjutan kota. Selama bulan Oktober, kegiatan kami berfokus pada penyelesaian peta hidrometeorologi, pengisian kuesioner persampahan, penyusunan dokumen SAKIP, serta pengisian kuesioner ISWMP.
Kegiatan utama pada bulan ini adalah penyelesaian peta hidrometeorologi Kota Bandung yang telah kami kerjakan sejak bulan sebelumnya. Peta ini merupakan hasil pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menggambarkan tingkat bahaya bencana hidrometeorologi, seperti banjir atau genangan, tanah longsor, cuaca ekstrem, angin kencang, hingga kekeringan. Pada tahap penyelesaian, kami merapikan hasil analisis spasial, menyempurnakan tampilan kartografi, serta memastikan peta dapat dibaca dengan jelas oleh pihak yang akan menggunakannya. Tahap ini mengingatkan kami bahwa peta yang baik tidak hanya akurat secara data, tetapi juga komunikatif bagi pengambil keputusan.

Gambar 1. Kegiatan Pengerjaan Tugas di Kantor
Selain pemetaan, kami turut membantu pengisian kuesioner persampahan dari Bappenas dalam rangka mewujudkan Kota Bandung yang berkelanjutan. Pengisian kuesioner ini mengharuskan kami mengumpulkan dan mencocokkan data dari berbagai sumber agar informasi mengenai kondisi pengelolaan sampah di Kota Bandung dapat disampaikan secara lengkap dan akurat. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa isu persampahan tidak dapat dilepaskan dari perencanaan kota secara menyeluruh, mulai dari penyediaan infrastruktur, tata kelola kelembagaan, hingga keterlibatan masyarakat.

Gambar 2. Pendampingan Pengisian Kuesioner Persampahan Bappenas untuk Kota Bandung yang Berkelanjutan
Pengalaman lain yang tidak kalah berharga adalah keterlibatan dalam pengisian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). SAKIP merupakan instrumen untuk menilai sejauh mana instansi pemerintah mempertanggungjawabkan kinerjanya, sehingga proses pengisiannya menuntut ketelitian dalam menyusun dan menyelaraskan data kinerja dengan dokumen perencanaan yang ada. Dari kegiatan ini, kami memperoleh gambaran nyata tentang keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan program, dan pengukuran capaian kinerja di lingkungan pemerintah daerah.
Pada bulan ini kami juga membantu pengisian kuesioner Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Program nasional ini bertujuan meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di kota-kota metropolitan dan wilayah regional di Indonesia, dan dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Bank Dunia. Pengisian kuesioner ISWMP membuka wawasan kami tentang bagaimana kebutuhan peningkatan sistem persampahan perkotaan diidentifikasi dan dilaporkan, sekaligus menunjukkan bahwa data yang tertata dengan baik menjadi dasar penting bagi dukungan program berskala nasional.
