Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
CHARACTER BUILDING X STUDI ISLAM GEOGRAFI 2025 “Meningkatkan Integritas, Intelektualitas, dan Sinergisitas dalam Cahaya Iman dan Geografi”

Bandung, 20-21 September 2025 Character Building dan Studi Islam Geografi (CB X SIG) adalah kegiatan tahunan rutin yang dilaksanakan oleh biro pembinaan, Departemen kerohanian, Himpunan Pendidikan Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru Pendidikan Geografi Angkatan 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari satu malam.sebagai mahasiswa baru di lingkungan universitas, penting bagi mereka untuk memiliki pondasi yang kuat dalam tiga aspek utama: integritas, intelektualitas, dan sinergisitas. Hal tersebut menjadi dasar pemilihan tema kegiatan tahun ini, yakni “Meningkatkan Integritas, Intelektualitas, dan Sinergisitas dalam Cahaya Iman dan Geografi”. Tema ini sekaligus menjadi penegas bahwa mahasiswa Pendidikan Geografi bukan hanya dituntut untuk unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu memiliki karakter yang baik serta mampu bekerja sama dalam keberagaman. Tahun ini, rangkaian kegiatan CB × SIG terdiri atas tiga agenda besar, yaitu Studi Islam Geografi (SIG), Studi Iman Geografi, dan Character Building. Ketiga agenda ini dirancang agar dapat mengakomodasi kebutuhan rohani, intelektual, serta sosial seluruh mahasiswa baru, baik yang beragama Islam maupun Kristen, Studi Iman Geografi adalah kegiatan kerohanian yang berisi peserta beragama Kristen.

Gambar 1 Poster Kegiatan CB X SIG

Kegiatan hari pertama untuk peserta muslim berupa salat magrib dan makan malam bersama di masjid Al-Furqon UPI, setelah itu pematerian dari saudara Naufal Fatyu, . merupakan seorang yang aktif sebagai penulis, pembicara dan konten kreator membahas isu-isu terkini dan seputaran relationship di Instagram @alfatyuu. Lokasi pematerian berada di Aula Putri SMA Daarut Tauhid pada waktu 20.02 WIB dengan dihadiri oleh dosen kemahasiswaan sekaligus dosen pembimbing yaitu Bapak Andy Wibawa Nurrohman, S.Pd., M.Sc. Kegiatan Selanjutnya berupa resume pematerian diskusi dan presentasi per kelompok, Peserta Muslim melanjutkan kegiatan dengan bermalam di Masjid Daarut Tauhid. Rangkaian acara diisi dengan shalat tahajud berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan membaca Al-Ma’tsurat bersama. Sedangkan kegiatan yang diikuti oleh peserta Kristen adalah sharing session dan berdoa bersama yang dipandu oleh Amelia Karin Octaviana selaku mahasiswa Pendidikan Geografi angkatan 2022. Studi Iman Geografi yang berisikan peserta Kristen ini dilaksanakan pada tanggal 20 September 2025 pukul 15.48 di Aula Keong UPI. Setelah pematerian dari pemanik Amelia terdapat sharing season seputar tema dan kegiatan perkuliahan, peserta kristen dipulangkan ke kos/ ke rumahnya masing masing lalu melanjutkan agenda esok hari bersama peserta muslim.

Gambar 2&3. Kegiatan Pematerian dan Sharing Session Muslim dan Non-Muslim

Character Building merupakan sebuah proses berkelanjutan yang bertujuan untuk membentuk watak, kepribadian, serta sifat kejiwaan individu agar menjadi pribadi yang lebih baik. Proses ini berlandaskan pada nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial yang tidak hanya relevan dalam kehidupan akademik, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat secara luas. Melalui Character Building, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan akhlak yang baik, mengembangkan keterampilan sosial, serta meningkatkan kualitas pribadi seperti kedisiplinan, integritas, rasa empati, dan jiwa kepemimpinan. Dengan kata lain, kegiatan ini tidak sekadar membentuk mahasiswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membekali mereka dengan kecerdasan emosional dan spiritual yang akan sangat berguna dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Selain itu, Character Building juga menjadi wadah untuk melatih kemampuan bekerja sama, membangun solidaritas antar mahasiswa, serta mengasah rasa percaya diri dalam berinteraksi. Hal ini selaras dengan kebutuhan mahasiswa baru yang tengah memasuki lingkungan akademik yang lebih luas, di mana mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat, menjaga hubungan sosial yang sehat, dan tetap menjunjung tinggi nilai moral dalam setiap aktivitasnya. Dengan terbentuknya karakter yang kuat, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Pada hari kedua terdapat dua agenda yaitu kegiatan Character Building berupa fun games dan senam bersama di Alun-Alun UPI. Kegiatan yang pertama kali dilakukan yaitu senam Bersama dilaksanakan pada pukul 07.00 - 07.25 dipandu oleh kakak-kakak pembimbing dari masing-masing kelompok dan beberapa panitia yang lain.

Gambar 4. Kegiatan senam bersama-sama

Setelah senam bersama (peserta muslim dan kristen) terdapat sarapan bersama dan acara selanjutnya diadakannya games pada pukul 08.05 - 09.20. Dalam rangkaian fun games, panitia awalnya menyiapkan tiga permainan. Namun, karena kondisi di lapangan kurang memungkinkan, hanya dua permainan yang dapat terlaksana, Salah satu permainan yang dimainkan adalah estafet karet dengan menggunakan sedotan. Setiap peserta diminta memegang sedotan dengan mulut, lalu secara bergantian memindahkan karet dari satu orang ke orang berikutnya tanpa boleh menyentuhnya dengan tangan. Permainan ini tidak hanya menguji konsentrasi dan kekompakan tim, tetapi juga menghadirkan suasana seru dan penuh tawa di antara peserta, Permainan berikutnya adalah estafet cup. Dalam permainan ini, gelas plastik dimiringkan sehingga bagian bawah gelas saling berhadapan antara satu peserta dengan peserta berikutnya. Estafet dilakukan dengan bantuan balon yang ditiup melalui mulut, sehingga gelas dapat berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Tantangan utama permainan ini terletak pada kekompakan dan ketepatan koordinasi, sekaligus menciptakan suasana riuh penuh tawa karena seringkali gelas terjatuh sebelum berhasil diteruskan.

Gambar 5. Fun Games oleh Mahasiswa Angkatan 2025

Penutup

Rangkaian kegiatan Character Building dan Studi Islam Geografi (CB × SIG) tahun 2025 telah terlaksana dengan baik dan penuh makna. Selama dua hari satu malam, para mahasiswa baru Pendidikan Geografi angkatan 2025 memperoleh pengalaman yang bukan hanya sebatas mengikuti kegiatan rutin tahunan, melainkan juga perjalanan awal untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk mengasah integritas, memperkuat intelektualitas, serta membangun sinergisitas dalam kebersamaan, baik melalui aktivitas akademik, keagamaan, maupun permainan yang menumbuhkan jiwa sosial.

Kegiatan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk merasakan atmosfer kebersamaan yang sejati. Perbedaan keyakinan yang ada di antara peserta tidak menjadi penghalang, melainkan justru memperkaya pengalaman kebersamaan itu sendiri. Peserta Muslim dan Kristen sama-sama diberi ruang untuk mengekspresikan keimanan mereka melalui kegiatan kerohanian yang sesuai, sekaligus tetap dipersatukan dalam aktivitas umum seperti senam bersama, sarapan, dan fun games. Hal ini mencerminkan nilai keberagaman yang sejak lama menjadi ciri khas Universitas Pendidikan Indonesia, yakni merawat toleransi, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi persatuan di tengah keberagaman.

Selain itu, melalui sesi pematerian yang disampaikan oleh Naufal Fatyu, para peserta diperkenalkan pada wawasan baru tentang isu-isu sosial yang dekat dengan kehidupan mereka sebagai mahasiswa muda. Materi ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membuka ruang diskusi yang memicu refleksi diri. Dengan adanya resume, diskusi kelompok, hingga presentasi, peserta dilatih untuk berpikir kritis, mengasah kemampuan komunikasi, dan berani menyampaikan pendapat. Keterampilan semacam ini sangat penting untuk mendukung perkembangan intelektual sekaligus membentuk sikap percaya diri mahasiswa baru.

Dari sisi spiritual, kegiatan seperti shalat berjamaah, tadarus, doa bersama, hingga pembacaan Al-Ma’tsurat memberikan ketenangan batin dan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Sementara itu, sharing session bagi peserta Kristen juga memberi kesempatan untuk saling menguatkan iman, membangun rasa kekeluargaan, serta berbagi semangat dalam menghadapi perjalanan perkuliahan ke depan. Hal ini membuktikan bahwa CB × SIG tidak hanya menekankan aspek akademik dan sosial, melainkan juga memperhatikan kebutuhan spiritual peserta secara proporsional.

Hari kedua yang diisi dengan senam bersama dan fun games menjadi bagian yang sangat berkesan. Senam pagi menghadirkan semangat baru dan mempererat hubungan antar mahasiswa, sementara permainan estafet karet serta estafet cup melatih kerja sama, koordinasi, dan kekompakan. Momen-momen tawa, teriakan semangat, hingga usaha keras dalam memenangkan permainan telah menciptakan kenangan yang akan sulit dilupakan oleh para peserta. Bukan sekadar permainan, tetapi simbol dari perjalanan bersama, bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam mencapai tujuan kolektif.

Pada akhirnya, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran nyata yang menyatukan tiga dimensi utama: iman, ilmu, dan kebersamaan. Mahasiswa baru tidak hanya pulang dengan membawa lelah fisik, tetapi juga pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam perjalanan studi mereka. Nilai integritas yang ditanamkan akan melatih mereka untuk konsisten memegang prinsip. Intelektualitas yang diasah akan mendorong mereka untuk terus berkembang dalam bidang keilmuan. Sementara sinergisitas yang dibangun akan menjadi pondasi dalam menjalin hubungan harmonis dengan sesama, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.

Dengan terselenggaranya CB × SIG 2025, diharapkan mahasiswa baru Pendidikan Geografi mampu menapaki kehidupan perkuliahan dengan semangat yang lebih matang, karakter yang lebih kuat, serta kesadaran penuh akan tanggung jawabnya sebagai insan akademik dan bagian dari masyarakat. Kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan langkah awal dari perjalanan panjang yang akan mereka lalui selama menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Semoga semangat yang telah dibangun dalam dua hari satu malam ini dapat terus dijaga, diperkuat, dan diwujudkan dalam tindakan nyata, baik dalam perkuliahan, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari.

Lebih dari itu, kegiatan CB × SIG juga menjadi pengingat bahwa mahasiswa tidak berjalan sendiri. Ada dukungan dari dosen, kakak tingkat, serta teman-teman seperjuangan yang siap saling menopang. Seperti halnya permainan estafet yang mengajarkan pentingnya saling melanjutkan peran, kehidupan perkuliahan pun membutuhkan sinergi, saling dukung, dan semangat kebersamaan. Dengan begitu, nilai integritas, intelektualitas, dan sinergisitas bukan hanya menjadi slogan semata, melainkan benar-benar hadir dalam diri setiap mahasiswa Pendidikan Geografi.

Penulis:
1. Mara bira koswara (2311822)

2. Azkia Nabila Zahra (2405215)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *