Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Dari Aren hingga Drone, P2M Prodi SPIG UPI Dorong Pemetaan Potensi Desa Sukasetia
Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Ciamis, 26 Juli 2026 – Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) di Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengenali potensi wilayah serta mendorong pemanfaatan informasi geospasial untuk mendukung pembangunan desa. Sejumlah topik strategis dibahas dalam kegiatan ini, mulai dari pengenalan potensi desa, konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy, keterlibatan masyarakat dalam pemetaan, pemanfaatan tanaman aren, hingga simulasi pemotretan udara menggunakan drone.

Rangkaian P2M berlangsung sejak pagi dengan registrasi peserta, pembukaan, dan pembacaan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Koordinator P2M Program Studi SPIG Hendro Murtianto, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi SPIG Dr. Nanin Trianawati Sugito, S.T., M.T., serta Kepala Desa Sukasetia Tono Kartono. Pelaksanaan kegiatan ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menghadirkan program pengabdian yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Melalui pendekatan akademis dan partisipatif, P2M Prodi SPIG UPI diarahkan untuk membantu masyarakat memahami potensi desa dari sudut pandang kewilayahan, lingkungan, dan teknologi.

Mengenali Potensi sebagai Langkah Awal Pembangunan Desa

Sesi materi diawali dengan pembahasan bertajuk “Mengenal Potensi Desa” yang disampaikan oleh Kepala Desa Sukasetia, Tono Kartono. Pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah dan berbagai sumber daya yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemajuan desa. Pengenalan potensi wilayah menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan. Setiap desa memiliki karakteristik, sumber daya, dan kebutuhan yang berbeda sehingga diperlukan informasi yang tepat sebelum menentukan arah kebijakan dan program pengembangan.

Melalui pemahaman terhadap kondisi desa, potensi pertanian, lingkungan, fasilitas, aksesibilitas, dan aktivitas masyarakat dapat diidentifikasi secara lebih terarah. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan sektor unggulan dan menyusun program pembangunan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemetaan potensi desa juga membantu menghadirkan gambaran wilayah yang lebih menyeluruh. Data yang tersusun dengan baik tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga dapat mendukung proses pengambilan keputusan oleh pemerintah desa.

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Menjaga DAS Citanduy melalui Kesadaran Bersama

Selain membahas potensi wilayah, kegiatan P2M Prodi SPIG UPI juga mengangkat isu konservasi DAS Citanduy. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Doedoeng Zenal Arifin, S.T., M.T. Pembahasan mengenai DAS Citanduy menjadi penting karena kondisi daerah aliran sungai berkaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Pengelolaan DAS yang baik dapat membantu menjaga ketersediaan air, mempertahankan kualitas lingkungan, serta mengurangi risiko kerusakan lahan. Upaya konservasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, menggunakan sumber daya secara bijak, dan menghindari aktivitas yang merusak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan DAS. Melalui sesi ini, kegiatan P2M menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam pelestarian lingkungan. Kolaborasi antara pengetahuan akademis dan pemahaman lokal diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap kondisi wilayah yang menjadi bagian dari DAS Citanduy.

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Masyarakat sebagai Sumber Utama Informasi Peta Desa

Peran masyarakat dalam penyusunan peta potensi desa menjadi topik berikutnya dalam rangkaian kegiatan. Materi tersebut disampaikan oleh Asri Ria Affriani, S.T., M.Eng, Maya Indah Sari, S.Pd., M.Pd. dan Anggun Purnama Edra, S.Pd., M.Sc. Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi wilayahnya. Warga mengetahui lokasi fasilitas umum, kawasan pertanian, sumber air, jaringan jalan, kegiatan ekonomi, serta berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pengetahuan lokal tersebut memiliki peranan penting dalam proses pengumpulan data geospasial. Keterlibatan masyarakat dapat membantu menghasilkan informasi yang lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya serta mengurangi kemungkinan adanya objek atau potensi desa yang terlewatkan. Pemetaan secara partisipatif juga dapat memperkuat rasa memiliki terhadap informasi yang dihasilkan. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima hasil pemetaan, tetapi turut terlibat dalam mengenali, mencatat, dan menyampaikan informasi mengenai wilayahnya. Melalui proses tersebut, peta dapat berfungsi lebih dari sekadar gambaran lokasi. Peta dapat menjadi media komunikasi, bahan perencanaan, dan dasar penyusunan program pembangunan yang melibatkan kepentingan masyarakat.

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Mengembangkan Aren sebagai Potensi Ekonomi Lokal

Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh pemaparan mengenai pemanfaatan tanaman aren. Materi disampaikan oleh Ir. Yakub Malik, M.Pd., dan Hendro Murtianto, S.Pd., M.Pd., Aren merupakan salah satu tanaman yang mempunyai beragam manfaat dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Pemanfaatannya dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan usaha berbasis sumber daya lokal. Pengembangan potensi aren tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam mengolah produk. Pendataan lokasi tanaman, jumlah produksi, akses menuju kawasan penghasil, serta pola distribusi juga menjadi informasi yang penting dalam mendukung pengembangannya.

Dalam konteks keilmuan SPIG, informasi tersebut dapat disajikan secara spasial melalui pemetaan. Persebaran tanaman aren dapat diketahui dengan lebih jelas sehingga pemerintah desa dan masyarakat memiliki gambaran mengenai kawasan yang berpotensi untuk dikembangkan. Penggabungan antara pemanfaatan sumber daya lokal dan informasi geospasial dapat membantu menciptakan perencanaan yang lebih terarah. Dengan pendekatan tersebut, aren tidak hanya dipandang sebagai tanaman yang tumbuh di wilayah desa, tetapi sebagai bagian dari potensi ekonomi yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

 

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Melihat Sukasetia dari Udara melalui Teknologi Drone

Simulasi pemotretan foto udara menggunakan drone menjadi salah satu bagian utama dalam pelaksanaan P2M Prodi SPIG UPI. Kegiatan ini dipandu oleh Ihwan Fauzi, S.T., M.T., dan Dr. Nanin Trianawati Sugito, S.T., M.T., Drone memungkinkan proses pengambilan gambar wilayah dilakukan dari udara dengan cakupan yang lebih luas. Foto udara yang dihasilkan dapat memberikan gambaran aktual mengenai kondisi permukiman, jaringan jalan, lahan pertanian, fasilitas umum, dan berbagai objek penting lainnya.

Pemanfaatan teknologi ini dapat mendukung proses penyusunan peta yang lebih rinci. Data hasil pemotretan udara dapat diolah menjadi informasi geospasial yang membantu pemerintah desa mengenali kondisi wilayah secara lebih akurat. Simulasi tersebut juga memperkenalkan kepada masyarakat bahwa teknologi geospasial dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata di tingkat desa. Penggunaan drone tidak hanya berkaitan dengan dokumentasi visual, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam pendataan, pemantauan, dan perencanaan pembangunan. Melalui pengenalan teknologi tersebut, P2M Prodi SPIG UPI berupaya mendekatkan perkembangan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Teknologi yang sebelumnya dianggap rumit dapat diperlihatkan secara langsung dan dikaitkan dengan kebutuhan Desa Sukasetia.

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

P2M Prodi SPIG UPI Menuju Pengabdian Berbasis Potensi Wilayah

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi dan simbol kolaborasi antara Program Studi SPIG UPI dengan Pemerintah Desa Sukasetia. Seluruh rangkaian acara kemudian diakhiri dengan penutupan. Pelaksanaan P2M pada 26 Juli 2026 ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi sarana untuk mempertemukan ilmu pengetahuan, teknologi, kebijakan pemerintah desa, dan pengalaman masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.

Pembahasan mengenai potensi desa, konservasi DAS Citanduy, pemetaan partisipatif, pemanfaatan aren, serta penggunaan drone memperlihatkan bahwa pembangunan desa membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Aspek ekonomi, lingkungan, sosial, dan teknologi perlu dipahami sebagai bagian yang saling berhubungan. Kegiatan P2M Prodi SPIG UPI di Desa Sukasetia diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pemanfaatan informasi geospasial di tingkat desa. Melalui data yang lebih terstruktur dan keterlibatan masyarakat, potensi wilayah dapat dikenali, dikelola, dan dikembangkan secara lebih tepat. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Program Studi SPIG UPI dalam menerapkan ilmu survei, pemetaan, dan informasi geografis untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan menghubungkan potensi lokal dan teknologi, Desa Sukasetia memiliki peluang untuk merencanakan pembangunan yang semakin partisipatif, berbasis data, dan berkelanjutan.

Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *