Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
DARI HULU KE HILIR: PERJALANAN KELOMPOK 2 MEMETAKAN RISIKO BANJIR SUB-DAS CIKAPUNDUNG

Penulis : Achmad Faqikh (SaIG, 2311656)
Penyunting : Farrelius Simeon (SaIG, 2509009)

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) III Program Studi Sains Informasi Geografi Universitas Pendidikan Indonesia dilaksanakan oleh Kelompok 2 di wilayah Sub-DAS Cikapundung pada Minggu, 31 Mei 2026 hingga Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Analisis Geospasial Tekanan Penduduk Terhadap Ekosistem DAS Cikapundung Melalui Integrated Watershed Management” dengan fokus kajian pada pemetaan risiko bencana banjir menggunakan Sistem Informasi Geografis. Sub-DAS Cikapundung dipilih sebagai lokasi kajian karena wilayah ini memiliki karakteristik hulu, tengah, dan hilir yang kompleks, serta mengalami tekanan penduduk dan perubahan penggunaan lahan yang cukup tinggi. 

Dok. Penulis

Pada hari pertama, Minggu, 31 Mei 2026, kegiatan dimulai di wilayah hulu Sub-DAS Cikapundung. Kelompok 2 melakukan observasi awal untuk mengenali kondisi lingkungan dan menentukan titik-titik pengamatan. Kegiatan utama pada hari tersebut adalah ground checking terhadap parameter penyusun peta bahaya banjir, terutama penggunaan lahan dan elevasi. Pengamatan dilakukan dengan mencocokkan data spasial hasil pengolahan awal dengan kondisi aktual di lapangan. Selain itu, kelompok juga melakukan validasi terhadap model peta bahaya banjir dengan mengunjungi beberapa titik yang mewakili kelas bahaya berbeda. Pada waktu yang sama, tim wawancara mengumpulkan data kapasitas masyarakat dalam menghadapi banjir, seperti pengetahuan kebencanaan, pengalaman banjir, sarana pendukung, dan kesiapsiagaan masyarakat.

Kegiatan berlanjut pada hari kedua, Senin, 1 Juni 2026, dengan lokasi pengamatan bergeser ke wilayah tengah hingga hilir Sub-DAS Cikapundung. Pada tahap ini, kelompok membagi tugas agar proses pengumpulan data dapat berjalan lebih efektif. Sebagian anggota melakukan validasi terhadap model peta bahaya banjir, sementara anggota lainnya mengecek kembali parameter-parameter fisik yang digunakan dalam analisis. Pengamatan difokuskan pada kondisi penggunaan lahan, topografi, drainase, keberadaan genangan, serta faktor lingkungan lain yang dapat memengaruhi tingkat bahaya banjir. Di sisi lain, wawancara kepada masyarakat tetap dilakukan untuk melengkapi informasi kapasitas masyarakat di wilayah tengah hingga hilir.

Pada hari ketiga, Selasa, 2 Juni 2026, kegiatan difokuskan pada pengumpulan data kapasitas masyarakat dan penguatan informasi melalui koordinasi dengan instansi terkait. Tim melanjutkan wawancara di wilayah hilir untuk memperoleh informasi mengenai kesiapsiagaan, pengalaman masyarakat saat menghadapi banjir, serta upaya mitigasi yang telah dilakukan. Selain itu, perwakilan kelompok melakukan audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung yang diterima oleh Bapak Riansyah. Dalam audiensi tersebut, kelompok memaparkan rencana penelitian dan model penyusunan peta risiko banjir. Diskusi dengan BPBD memberikan masukan penting terkait kondisi kebencanaan, pemilihan parameter, serta kesesuaian metode dalam penyusunan peta bahaya, kerentanan, kapasitas, dan risiko banjir.

Dok. Penulis

Pada hari keempat, Rabu, 3 Juni 2026, kegiatan diarahkan untuk melengkapi data yang belum terpenuhi, khususnya data mengenai dampak banjir terhadap kesehatan masyarakat. Berdasarkan evaluasi kegiatan sebelumnya, aspek kesehatan dinilai penting untuk mendukung analisis kerentanan. Oleh karena itu, tim melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan, salah satunya Puskesmas Dayeuhkolot. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi mengenai jenis penyakit yang sering muncul setelah banjir, kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak, kesiapan fasilitas kesehatan, serta kendala pelayanan saat terjadi banjir. Sementara itu, anggota kelompok lainnya melakukan kegiatan studio berupa pengumpulan dokumentasi, pengecekan kelengkapan data, rekapitulasi hasil wawancara, dan evaluasi hasil ground checking.

Pada hari kelima, Kamis, 4 Juni 2026, kegiatan memasuki tahap pengolahan dan analisis data. Data hasil observasi, validasi lapangan, wawancara masyarakat, audiensi BPBD, dan wawancara fasilitas kesehatan mulai dikompilasi secara sistematis. Kelompok melakukan penyempurnaan data parameter bahaya banjir, pengolahan data penggunaan lahan, evaluasi data elevasi, serta penyesuaian hasil ground checking terhadap model peta bahaya. Data kapasitas masyarakat juga mulai direkapitulasi untuk digunakan dalam penyusunan parameter kapasitas. Selain itu, wawancara ke fasilitas kesehatan masih dilanjutkan untuk melengkapi informasi mengenai penyakit akibat banjir dan kondisi drainase di wilayah penelitian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *