Bandung, 3 Desember 2025 — Himpunan Mahasiswa Civics Hukum (HMCH) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Dialog Antaragama 2025 di Auditorium FPIPS UPI dengan mengusung tema “Moderasi Beragama: Menyatukan Perbedaan, Menguatkan Persatuan.” Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang melihat dialog lintas iman sebagai wahana penting untuk memperluas perspektif kebangsaan dan kemanusiaan.
Acara menghadirkan Prof. Dr. Yedi Purwanto, M.Ag., guru besar di bidang moderasi beragama, yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya moderasi dalam kehidupan beragama sebagai fondasi terciptanya persatuan bangsa. Melalui pemaparannya, peserta diajak memahami bagaimana sikap keberagamaan yang inklusif, berimbang, dan mengutamakan kemaslahatan bersama menjadi kunci terciptanya harmoni sosial dalam masyarakat yang majemuk.

Kegiatan dilanjutkan dengan Talk Show Dialog Antaragama yang menghadirkan perwakilan mahasiswa dari tiga agama: Islam, Kristen, dan Katolik. Setiap pembicara berbagi pandangan mengenai nilai-nilai ajaran agama mereka yang menekankan pentingnya kasih, kebaikan, dan penghormatan terhadap sesama. Pandangan dari Islam menyoroti semangat rahmatan lil alamin yang menuntun umat untuk berbuat baik kepada siapa pun tanpa membedakan latar belakang keagamaan. Perwakilan Kristen menekankan ajaran kasih sebagai prinsip utama dalam menjalin relasi antarmanusia. Sementara pandangan dari agama Katolik menyoroti hukum kasih sebagai dasar membangun hubungan harmonis dengan Tuhan dan sesama.
Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh penghargaan. Interaksi antarpeserta membuka ruang pemahaman baru mengenai nilai-nilai universal yang melekat dalam setiap agama, seperti kedamaian, empati, solidaritas, dan sikap saling menghormati. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendengarkan pengalaman dan cara pandang lintas iman secara langsung dari sesama mahasiswa, sehingga membangun suasana perjumpaan yang jujur dan setara.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin mampu mengembangkan sikap terbuka dan objektif dalam melihat keberagaman keberagamaan di lingkungan kampus maupun masyarakat. Dialog Antaragama 2025 menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai perlunya menjaga kerukunan, mencegah gesekan yang dapat memicu konflik, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pemersatu dalam kehidupan berbangsa. Dialog ini menegaskan bahwa keberagaman bukanlah sekat, melainkan sumber kekuatan untuk membangun masa depan Indonesia yang damai dan inklusif.
