Dibuat oleh: Tim Publikasi SPIG
Bandung 2026 - Dalam upaya memperkuat konektivitas antara dunia akademik dan industri profesional, Ikatan Alumni SPIG (IASPIG) menyelenggarakan webinar bertajuk “Inside the Capital Infrastructure Industry: Ecosystem, Workflow & the Role of SPIG” pada Selasa, 17 Februari 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis yang membedah ekosistem industri infrastruktur berbasis kapital, sekaligus menegaskan posisi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) dalam rantai perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan aset.
Webinar ini menghadirkan dua alumni SPIG angkatan 2017 yang kini berkiprah di sektor industri, yakni Farah Nadhilah, Solution Engineer di PT Esri Indonesia, serta Riko Danar Dwi Saputra, Junior Project Manager di PT Walei Teknik Pratama. Diskusi dipandu oleh Agung Kurniawan, praktisi survei dan pemetaan sekaligus alumni SPIG angkatan 2010.

Membaca Ulang Ekosistem Industri Infrastruktur Berbasis Kapital
Webinar ini mengangkat perspektif mendalam tentang bagaimana industri infrastruktur bekerja dalam kerangka capital infrastructure yakni sistem pembangunan yang melibatkan investasi besar, pengelolaan risiko, manajemen proyek, serta integrasi data lintas sektor. Infrastruktur tidak lagi dipandang semata sebagai proyek fisik, melainkan sebagai ekosistem kompleks yang menghubungkan pemerintah, swasta, konsultan, kontraktor, hingga penyedia teknologi.
Dalam konteks tersebut, data spasial menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan. Proses perencanaan wilayah, studi kelayakan, desain teknis, hingga monitoring aset sangat bergantung pada akurasi dan integrasi data geospasial. Di sinilah disiplin SPIG memainkan peran strategis.
Workflow Industri Dari Perencanaan hingga Asset Management
Salah satu pembahasan utama dalam webinar adalah pemetaan alur kerja (workflow) industri infrastruktur. Mulai dari tahap feasibility study, perencanaan teknis, pengadaan lahan, konstruksi, hingga pengelolaan aset jangka panjang, setiap tahapan membutuhkan dukungan data spasial yang presisi dan terintegrasi.
Dalam ekosistem ini, teknologi Geographic Information System (GIS), survei terestris, pemetaan drone, hingga analisis spasial berbasis cloud menjadi bagian dari sistem kerja yang tidak terpisahkan. Integrasi antara data lapangan dan sistem digital mempercepat pengambilan keputusan serta meminimalkan risiko kesalahan perencanaan. Diskusi juga menyoroti bagaimana transformasi digital di sektor infrastruktur mendorong kebutuhan akan tenaga profesional geospasial yang adaptif terhadap teknologi dan memiliki pemahaman lintas disiplin.

Peran Strategis SPIG dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Webinar ini menegaskan bahwa lulusan SPIG memiliki posisi kunci dalam mendukung pembangunan berbasis data. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada pengumpulan data survei, tetapi juga mencakup analisis spasial, integrasi sistem, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based planning).
Di tengah ambisi pembangunan nasional yang masif mulai dari pengembangan kawasan strategis hingga proyek infrastruktur berskala besar keberadaan tenaga profesional geospasial menjadi semakin krusial. SPIG diposisikan sebagai disiplin yang mampu menjembatani kebutuhan teknis di lapangan dengan kebutuhan strategis dalam pengambilan keputusan.
IASPIG sebagai Penghubung Akademik dan Industri
Sebagai penyelenggara, Ikatan Alumni SPIG (IASPIG) menunjukkan komitmennya dalam membangun jejaring profesional yang berkelanjutan antara alumni dan mahasiswa aktif. Webinar ini menjadi bukti bahwa alumni tidak hanya berperan sebagai individu profesional di industri, tetapi juga sebagai mentor dan inspirator bagi generasi berikutnya.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat kolaborasi lintas generasi dalam komunitas SPIG, di mana pengalaman industri dibagikan secara terbuka untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang dinamika dunia kerja.

Membangun Kesadaran Kritis terhadap Industri Infrastruktur
Lebih dari sekadar webinar teknis, kegiatan ini mendorong peserta untuk memahami industri infrastruktur secara lebih kritis dan sistemik. Infrastruktur bukan hanya persoalan konstruksi, tetapi juga persoalan tata kelola, efisiensi, keberlanjutan, dan integrasi data.
Melalui forum ini, mahasiswa SPIG diajak untuk melihat bahwa kompetensi geospasial yang mereka pelajari memiliki implikasi langsung terhadap kualitas pembangunan nasional. Dengan pemahaman ekosistem dan workflow industri yang komprehensif, lulusan SPIG diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam transformasi sektor infrastruktur Indonesia.
