
Bandung - Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI) sukses menyelenggarakan International Seminar on Educational Transformation (ISET) 2026 pada Kamis, 18 Juni 2026. Seminar internasional yang digelar secara hibrida di Auditorium Lantai 6 Gedung FPIPS UPI ini menghadirkan para pakar lintas negara untuk membedah masa depan pendidikan di era kecerdasan buatan (AI). Sebagai pembicara pertama, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., CPM, selaku Dekan FPIPS UPI menegaskan bahwa integrasi AI dalam kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan (smarter governance) harus dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila. Beliau mengingatkan bahwa demi menghindari bias algoritma dan melebarnya jurang digital, teknologi harus dikembangkan secara etis dengan menempatkan manusia serta keadilan sosial sebagai pusatnya.

Mengalihkan fokus pada kesiapan tenaga pendidik, Prof. Greg dari Charles Darwin University mengupas tuntas pentingnya transformasi institusional dan pedagogis dalam pendidikan guru. Beliau menyoroti tantangan inersia budaya (cultural inertia) yang kerap membuat inovasi pendidikan mandek. Prof. Greg menekankan bahwa esensi sejati dari transformasi bukanlah menjadikan guru sebagai pengguna teknologi yang pasif, melainkan mencetak "guru pembelajar" yang inovatif dan kritis. Pembelajaran daring pun tidak boleh hanya dipandang sebagai opsi murah, melainkan sebuah proses bermakna yang dampak dedikasinya harus dirasakan langsung oleh anak didik.

Melengkapi diskursus ini, Prof. Vina Adriany, Ph.D. membawa perspektif krusial mengenai ketimpangan digital pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Asia Tenggara. Beliau memaparkan bahwa keadilan digital bukan sekadar masalah ketersediaan gawai, melainkan isu berlapis yang mencakup kualitas konektivitas, kemampuan mediasi orang dewasa, hingga kesesuaian konten lokal. Mengingat dunia anak adalah dunia bermain dan berinteraksi, Prof. Vina menegaskan bahwa adopsi teknologi harus mengutamakan hak, perlindungan, dan pemenuhan kebutuhan anak yang paling marginal terlebih dahulu. Melalui ISET 2026, FPIPS UPI kembali mempertegas komitmennya dalam mengawal arah baru pendidikan global yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga inklusif, berkeadilan, dan sarat nilai kemanusiaan.