Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
KEGIATAN MAGANG P3NK BADAN INFORMASI GEOSPASIAL: PERAN MAHASISWA DALAM MENDUKUNG KEGIATAN PEMETAAN BATAS WILAYAH DAN VALIDASI TOPONIMI

Penulis : Kelompok Magang P3NK BIG 2025
Penyunting : Hilmy Nurizky

Kami percaya bahwa data dan informasi geospasial memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan karena mampu memberikan gambaran spasial atau keruangan tentang kondisi wilayah, potensi, serta permasalahan yang ada. Dalam konteks ini, Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga pemerintah nonkementerian memiliki mandat utama dalam penyelenggaraan informasi geospasial di tingkat nasional. Berdasarkan pertimbangan tersebut, kami memilih BIG sebagai tempat pelaksanaan magang, khususnya pada Direktorat Pemetaan Batas Wilayah dan Nama Rupabumi.

Dok. Penulis

Kegiatan magang di Direktorat PBWNR BIG dimulai pada tanggal 1 September 2025. Pada minggu pertama kegiatan magang, kami mengikuti orientasi pengenalan struktur organisasi BIG serta alur kerja di Direktorat PBWNR. Tahap ini dilanjutkan dengan studi literatur terkait regulasi penegasan batas wilayah, termasuk pemahaman terhadap Permendagri Nomor 45 Tahun 2016 serta ketentuan dalam Katalog Unsur Geospasial Indonesia (KUGI). Studi literatur ini penting sebagai dasar pengetahuan sebelum terjun kepada sistem teknis, sehingga mahasiswa dapat memahami konteks hukum dan standar yang berlaku dalam pemetaan batas wilayah.

Memasuki minggu kedua, mahasiswa diarahkan untuk melakukan analisis wilayah terapung di Papua, terutama di wilayah Papua Barat, Papua Tengah, papua selatan. Kajian ini dilakukan menggunakan citra satelit yang kemudian dibandingkan dengan peta administrasi. Hasil dari identifikasi ditemukan masih ada sejumlah wilayah atau area terapung yang belum tercatat dalam data batas administrasi desa. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah tata kelola dan batas, sehingga hasil dari analisis ini di tuangkan kedalam bentuk shapefile point sebagai data baru.

Dok. Penulis

Setelah melakukan studi literatur dan pemahaman terhadap ketentuan Katalog Unsur Geospasial Indonesia (KUGI) pada minggu pertama, maka dilanjutkan pada minggu ketiga dan keempat. Kegiatan pada tahap ini menjadi bagian penting dalam memahami bagaimana informasi geospasial tidak hanya dikumpulkan dan diolah, tetapi juga didokumentasikan secara sistematis agar dapat digunakan dan dibagikan secara nasional. Mahasiswa mendapatkan bimbingan teknis (hands-on) dalam mengisi metadata sesuai dengan format standar KUGI. Melalui praktik ini, mahasiswa belajar mengidentifikasi elemen metadata, sehingga dapat memahami pentingnya konsistensi data geospasial antar instansi, juga memberikan pengalaman langsung dalam menjamin kualitas data spasial yang akan digunakan untuk kepentingan publik.

Kegiatan selanjutnya yaitu mengikuti pelatihan (transfer of knowledge) penggunaan atau pengoperasian peralatan Global Navigation Satellite System (GNSS). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa tentang teknologi penentuan posisi berbasis satelit yang menjadi pondasi utama dalam kegiatan survei dan pemetaan modern. Dalam sesi pelatihan ini, mahasiswa diperkenalkan pada komponen utama peralatan GNSS, seperti receiver, antenna, dan controller, serta cara melakukan pengaturan awal, akuisisi data, hingga proses pengunduhan hasil pengukuran. Selain itu, mahasiswa juga diberikan penjelasan mengenai prinsip kerja GNSS. Melalui kegiatan hands-on training ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori navigasi satelit, tetapi juga mendapat pengalaman praktis dalam pengambilan data posisi di lapangan. Pengetahuan ini sangat penting karena akurasi data spasial menjadi faktor krusial dalam pemetaan batas wilayah, yang merupakan fokus utama Direktorat tempat mahasiswa melaksanakan magang.

Sebagai penutup, kami juga diberikan kesempatan untuk memeriahkan rangkaian kegiatan acara Hari Informasi Geospasial yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut memeriahkan suasana melalui berbagai lomba dan fun games yang diadakan bersama seluruh pegawai dan peserta magang dari berbagai direktorat di BIG. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, dan semangat kolaborasi antar peserta magang dan pegawai BIG. Melalui momen ini, mahasiswa dapat merasakan secara langsung budaya kerja yang dinamis, terbuka, dan penuh semangat kekeluargaan yang ada di lingkungan Badan Informasi Geospasial. Selain mempererat hubungan antar peserta magang, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga yang melengkapi proses pembelajaran di lapangan, di mana mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu dan keterampilan teknis, tetapi juga nilai-nilai kerja sama dan profesionalitas dalam dunia kerja geospasial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *