Memasuki dunia perkuliahan menuntut mahasiswa untuk beradaptasi bukan hanya dengan kegiatan akademik, tetapi juga dengan sistem administrasi, pembiayaan pendidikan, dan berbagai layanan kampus. Saat menghadapi kendala, mahasiswa perlu memahami haknya dan mengetahui tempat untuk memperoleh bantuan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI menyelenggarakan SEPANGKAS (Selayang Pandang Kesmawa) 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Gedung JICA, Ruang 405.
Mengusung tema “Up Your Journey, Find Your Way, With Kesmawa”, kegiatan ini terinspirasi dari film Up yang menggambarkan perjalanan dengan berbagai tantangan. Melalui tema tersebut, SEPANGKAS mengajak mahasiswa baru Pendidikan Sosiologi angkatan 2026 untuk lebih mengenal berbagai dukungan yang dapat diakses selama menjalani kehidupan perkuliahan.
Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, talkshow, sosialisasi BANDAWA (Bantuan Dana Mahasiswa), sesi sharing session bersama mentor, dan post-test. Setiap kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan informasi kesejahteraan mahasiswa, termasuk persoalan birokrasi kampus dan pembiayaan pendidikan yang perlu dipahami sejak awal perkuliahan.

SEPANGKAS 2026 menghadirkan Teh Andini, alumni yang pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kesmawa, untuk berbagi pengalaman mengenai birokrasi kampus, Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta sistem perkuliahan. Materi tersebut membantu mahasiswa baru memahami mekanisme kehidupan kampus sekaligus memberikan gambaran mengenai langkah yang dapat ditempuh ketika menghadapi persoalan akademik maupun administratif.
Selain itu, kegiatan ini memperkenalkan perbedaan antara Kesmawa dan Bandawa. Kesmawa berfokus pada isu kesejahteraan dan advokasi mahasiswa, sedangkan Bandawa berkaitan dengan bantuan dana mahasiswa. Pengenalan keduanya menjadi penting agar mahasiswa baru mengetahui jenis dukungan yang tersedia dan dapat memahami layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pengenalan layanan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa keberadaan bantuan perlu diikuti pemahaman tentang cara mengaksesnya. Mahasiswa tidak cukup hanya mengetahui nama suatu layanan, tetapi juga perlu memahami fungsi, prosedur, dan kondisi yang memungkinkan mereka memanfaatkannya. Karena itu, sosialisasi seperti SEPANGKAS menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan informasi layanan kampus kepada mahasiswa baru.
Ketua Pelaksana SEPANGKAS 2026, Salwa Azahra, berharap mahasiswa baru tidak takut atau bingung ketika menghadapi kendala selama perkuliahan. Kesmawa diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan mencari bantuan sehingga mereka tidak harus menghadapi persoalan tersebut seorang diri.
Pada akhirnya, keberhasilan pengenalan layanan kesejahteraan mahasiswa tidak hanya terletak pada terselenggaranya kegiatan, tetapi juga pada sejauh mana informasi yang disampaikan dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh mahasiswa. SEPANGKAS 2026 menjadi langkah awal untuk mengenalkan akses tersebut. Pemahaman mahasiswa mengenai layanan yang tersedia diharapkan terus berkembang, sehingga mereka dapat mengambil langkah yang tepat ketika membutuhkan informasi, pendampingan, atau bantuan selama menjalani perkuliahan.
