
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu kegiatan akademik yang dilaksanakan pada setiap semester genap di Pendidikan Geografi Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman bagi Mahasiswa Pendidikan Geografi Angkatan 2025 melalui belajar di lapangan yang komprehensif dengan kajian geografis yang terintegrasi.
Waktu pelaksanaan KKL-1 bertepatan pada tanggal 3–7 Mei 2026, berlokasi di Pangandaran, Jawa Barat dengan tema “Eksplorasi Karakteristik Geografis Kawasan Wisata Pangandaran.” Kegiatan ini berada di bawah koordinator Bapak Andi Wibawa Nurrohman, S.Pd., M.Si., dengan R. Galih Sukma Wisesa Wirananggapathi sebagai Ketua Pelaksana dan Hanifa Rausanfikr sebagai Wakil Ketua Pelaksana dan seluruh panitia yang terlibat.
Berbeda dengan praktikum yang biasa dilaksanakan setiap semester ganjil, KKL-1 ini mengintegrasikan berbagai kajian geografi dalam satu wilayah studi untuk menjawab pertanyaan utama mengapa Pangandaran menjadi kawasan wisata unggulan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa mengkaji berbagai aspek geografis yang saling berkaitan, mulai dari geologi, kepesisiran, biogeografi, parameter wisata hingga sosial budaya dan ekonomi.
Kegiatan observasi dilaksanakan di beberapa lokasi utama, yaitu:
1. Pantai Karapyak
2. Kawasan Mangrove Bojong Salawe
3. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bojong Salawe
4. Pantai Batu Karas
5. Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran
6. Pantai Timur Pangandaran
7. Pantai Barat Pangandaran.
Pada kajian geologi, mahasiswa mengamati kondisi lingkungan, singkapan batuan, litologi, struktur geologi, serta proses-proses geologi yang membentuk bentang alam kawasan Pangandaran. Sementara itu, kajian kepesisiran berfokus pada morfologi pantai, proses geomorfologi, hidrologi, dan oseanografi, termasuk karakteristik gelombang, arus pantai, pasang surut, dan sumber daya air yang dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, pengukuran parameter wisata dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian fisik pantai berdasarkan delapan indikator, seperti kemiringan pantai, tinggi gelombang, dan lebar dataran. Hasil penilaian parameter tersebut digunakan untuk mengklasifikasikan potensi wisata serta menentukan jenis aktivitas yang paling optimal di setiap lokasi.

Sesi pemaparan materi lapangan di Pantai Karapyak. (Foto: Dok. Panitia)
Selain aspek fisik, mahasiswa juga melakukan kajian biogeografi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pangandaran dan kawasan mangrove di Bojongsalawe untuk mengidentifikasi karakteristik ekosistem dan persebaran vegetasi. Kajian sosial budaya dan ekonomi dilakukan melalui wawancara kepada wisatawan, UMKM lokal sekitar pantai, dan lembaga pemerintahan di Pangandaran untuk mengetahui aktivitas masyarakat, potensi ekonomi lokal, serta dinamika sosial yang berkembang di kawasan wisata. Oleh karena itu, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai hubungan antara kondisi fisik wilayah dan aktivitas manusia dalam membentuk karakteristik geografis Pangandaran.

Sesi pemaparan materi oleh pengelola mangrove di kawasan Bojongsalawe, Pangandaran. (Foto: Dok. Panitia)
Sebagai output kegiatan, mahasiswa harus menghasilkan berbagai produk akademik dan media publikasi seperti laporan hasil kegiatan, juknis, booklet, buku panduan KKL, video dokumentasi, album peta, poster, hingga artikel. Sebagian output tersebut akan ditampilkan dalam kegiatan Expo yaitu berupa pameran output dan Expose berupa pemaparan hasil kegiatan.
Dengan penuh rasa syukur pelaksanaan KKL-1 berlangsung dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini mampu memberikan pengalaman belajar lapangan yang bermakna sekaligus meningkatkan kemampuan observasi, pengumpulan data, dan analisis mahasiswa terhadap fenomena geografis.

Evaluasi kegiatan KKL-1 Pendidikan Geografi angkatan 2025.(Foto: Dok. Panitia)
Berdasarkan hasil evaluasi panitia dan peserta, beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk pelaksanaan KKL berikutnya meliputi perencanaan yang terukur dan rapi, pemerataan jobdesk di antara panitia, peningkatan koordinasi antar panitia dengan pembimbing serta antar kelompok selama pengambilan data, optimalisasi alokasi waktu observasi pada beberapa lokasi, dan teknis mobilisasi serta dokumentasi kegiatan. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan refleksi dan perbaikan sehingga pelaksanaan KKL selanjutnya dapat berlangsung lebih efektif, terstruktur, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh peserta.
"Melihat, Mengamati, dan Memahami Geografi melalui Eksplorasi Pangandaran."
Penulis: Hanifa Rausanfikr (2504487)
R. Galih Sukma Wisesa Wirananggapathi (2500609)