Penulis: Kalita Adelpha Fatima (SaIG, 2304152)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Pada tanggal 31 Mei hingga 4 Mei, mahasiswa semester 6 Sains Informasi Geografi melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) III di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikapundung. KKL III ini bertujuan untuk mengaplikasikan teori dan metode yang telah dipelajari ke kondisi nyata di lapangan. KKL III ini kita diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di kawasan DAS Cikapundung. Mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai aspek di lapangan seperti lingkungan, sosial dan keruangan yang terdapat di DAS Cikapundung melalui observasi lapangan dan analisis geospasial.
Kelompok 5 melakukan pengamatan pada lokasi hulu, tengah dan hilir DAS Cikapundung. Di setiap lokasi, kelompok 5 melakukan pengamatan dan mengidentifikasi ekowisata yang ada di lokasi lokasi yang sudah disebar. Observasi yang dilakukan oleh kelompok 5 meliputi observasi fisik dan juga budaya. Pada observasi fisik, kami mengamati kondisi fisik wilayah, penggunaan lahan, dan aksesibilitas. Sedangkan, pada observasi budaya, kelompok 5 melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar dan juga pengunjung lokasi lokasi yang menjadi sampel lokasi ekowisata. Kami juga melakukan dokumentasi sebagai bentuk pengumpulan data dan mencatat kondisi eksisting untuk dianalisis lebih lanjut sehingga menghasilkan rekomendasi lokasi ekowisata.
Tema ekowisata dipilih karena di wilayah DAS Cikapundung memiliki banyak potensi wisata alam dan edukasi lingkungan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan adanya aliran sungai, ruang terbuka hijau dan kawasan konservasi menjadi daya tarik ekowisata di daerah DAS Cikapundung. Aktivitas ekonomi masyarakat yang ada di sekitar DAS Cikapundung juga menjadi lebih maju akibat adanya wisata wisata yang menarik banyak pengunjung di wilayah DAS Cikapundung.
Kami juga identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesesuaian ekowisata seperti tutupan lahan, kemiringan lereng, aksesibilitas, akomodasi dan kondisi lingkungan. Data-data yang kami dapat lalu diolah untuk menghasilkan informasi mengenai lokasi-lokasi yang memiliki potensi ekowisata. Hasil yang kami peroleh menunjukkan sebagian besar lokasi wisata yang ada di daerah DAS Cikapundung memiliki potensi untuk dijadikan lokasi ekowisata. Pengembangan daerah ekowisata tidak hanya meningkatkan daya tarik pengunjung, tetapi pengunjung juga dapat mendapatkan edukasi lingkungan dan alam dari ekowisata yang ada.
Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis
