Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
KULIAH KERJA LAPANGAN III : KELOMPOK 9

Penulis : Muhammad Najib Husein (SaIG, 2300441)
Penyunting : Farrelius Simeon (SaIG, 2509009)

Hari Pertama (Minggu, 31 Mei 2026)

Pagi itu kami berkumpul di Masjid Al-Furqan dan bergerak menuju titik awal di Sub-DAS Cikapundung bagian hulu, tepatnya Maribaya. Setibanya di lokasi, Kelompok 9 mengadakan briefing singkat untuk menyelaraskan tugas sebelum menyebar; lima tim dibentuk dan masing-masing bergerak ke area yang berbeda. Sebagian tim bertugas mengidentifikasi kelayakan lokasi bank sampah di bagian hulu, menimbang kemiringan lereng, jarak ke pemukiman dan sungai, keterhubungan dengan jaringan jalan, penggunaan lahan, kerawanan bencana, serta status kawasan lindung. Tim lain fokus pada estimasi timbulan sampah domestik dengan mewawancarai warga di titik titik sampel yang telah ditentukan menggali frekuensi pembuangan, jumlah dan volume wadah, tingkat kepenuhan, kondisi demografi, serta jenis dan cara pengelolaan sampah. Survei hari itu diselesaikan sore hari agar tidak mengganggu aktivitas warga; setiap tim kembali ke penginapan untuk merekap data. Meski data awal masih minim dan belum siap untuk perhitungan mendalam, sesi penutupan diisi dengan laporan singkat dan evaluasi dari dosen pengampu yang menegaskan urgensi penelitian dan memberi arahan agar metode perhitungan disesuaikan dengan data yang tersedia.

Dok. Penulis

Hari Kedua (Senin, 1 Juni 2026)

Keesokan harinya kami melanjutkan pengumpulan data yang belum tuntas melakukan wawancara estimasi timbulan sampah rumah tangga dan mengecek kembali lokasi potensial bank sampah di kawasan permukiman. Kelompok terbagi menjadi empat tim yang menyebar ke zona prioritas; sebagian besar tim berkonsentrasi di bagian tengah Sub-DAS Cikapundung untuk melanjutkan ground check dan wawancara yang tertunda, sementara tim lain bergerak ke hilir untuk memperluas cakupan survei. Tim ground check mencatat koordinat dan kondisi aktual lokasi bank sampah, sedangkan tim wawancara berkeliling dari rumah ke rumah mengumpulkan informasi tentang kebiasaan pengelolaan sampah sehari hari. Saat sebagian besar target responden telah tercapai, seluruh tim berkumpul untuk menyelaraskan dan memastikan konsistensi data sebelum masuk tahap pengolahan. Dengan data yang kini mendekati target, persiapan pengolahan dan perhitungan estimasi timbulan sampah mulai direncanakan untuk hari berikutnya.

Dok. Penulis

Hari Ketiga (Selasa, 2 Juni 2026)

Pagi hari kami melanjutkan survei volume estimasi timbulan sampah dan penilaian kelayakan lahan untuk bank sampah, bergerak dari hilir menuju tengah Sub-DAS Cikapundung. Pengambilan data menyasar sekitar 80 titik dan relatif lebih mudah karena sampel ditempatkan pada unit lingkungan pemukiman yang sudah dipetakan sebelum KKL. Survei lapangan ditutup pada siang hari untuk memberi waktu bagi tim melakukan studio kerja: perekapan data survei dan pengolahan awal untuk menghasilkan output sementara perhitungan volume estimasi per kapita serta rekap uji kelayakan lahan. Setelah sesi studio selesai, kami kembali ke penginapan untuk istirahat dan makan malam, lalu Sheren dan Akhdan memaparkan progres sementara yang mencakup peta rekomendasi lokasi bank sampah, analisis risiko banjir, dan estimasi volume sampah. Diskusi malam itu membantu mengidentifikasi kendala lapangan dan langkah perbaikan selanjutnya.

Hari Keempat (Rabu, 3 Juni 2026)

Hari ini difokuskan pada koreksi dan penyempurnaan rekap serta pengolahan data yang sebelumnya masih mengandung ketidaksesuaian. Seluruh anggota kembali meneliti 401 data wawancara untuk memastikan perhitungan estimasi dan pengelompokan lokasi bank sampah akurat. Dari proses pengolahan terlihat pola spasial: estimasi timbulan tinggi cenderung muncul di permukiman dengan bangunan mungil, kemungkinan terkait jumlah penghuni per rumah. Setelah perhitungan diverifikasi, tim mulai menyusun rute angkut sampah yang mempertimbangkan jalur terpendek dari pemukiman ke bank sampah dan dari bank sampah ke TPS, serta menandai titik titik untuk uji aksesibilitas. Hari itu diisi oleh kerja intensif di depan komputer untuk memastikan data siap dipakai sebagai rekomendasi.

Dok. Penulis

Hari Kelima (Kamis, 4 Juni 2026)

Pada hari terakhir kegiatan lapangan kami melakukan uji kelayakan rute angkut sampah. Tim tetap terbagi menjadi lima, namun titik uji dipilih berdasarkan kedekatan dengan tempat tinggal masing masing anggota demi efisiensi karena pada hari ini peserta sudah kembali ke rumah masing masing setelah kegiatan. Variabel yang dinilai meliputi kemudahan aksesibilitas, kondisi fisik jalan, lebar dan kemiringan jalan, tingkat kemacetan, serta jenis permukaan jalan. Tim A dan E menyisir bagian hulu, B dan C fokus di tengah, sementara D menutup wilayah hilir. Setiap hasil survei langsung direkap di lapangan agar proses pengolahan lanjutan dapat segera dilakukan setelah kunjungan berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *