Bandung — Mahasiswa Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Muhammad Zulfikar (Angkatan 2022), turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan International Students Community Engagement (ISCE) 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan BKS-PTN Wilayah Barat. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dari 21 Juli hingga 21 Agustus 2025, di Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.
ISCE 2025 merupakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia bagian barat serta mahasiswa internasional. Mengusung tema EducoTourism, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi desa melalui pendekatan edukatif dan pariwisata berkelanjutan.





Muhammad Zulfikar berperan sebagai Koordinator Humas KKN, sekaligus menjadi pemateri dalam acara Sosialisasi Etika Keuangan (Financial Ethics), pengajar di TPQ Desa Sidorejo, dan moderator dalam kegiatan pelatihan pembuatan tepung mocaf serta pakan ternak berbasis limbah pertanian. Ia juga terlibat dalam penyusunan booklet wisata desa berbahasa bilingual sebagai bagian dari luaran program.
“Program ISCE ini merupakan anugerah dari Allah SWT. Di dalamnya kami belajar langsung dari masyarakat, berinovasi dari potensi desa, dan membangun jejaring lintas budaya bersama mahasiswa internasional,” ujar Zulfikar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djasual, Bupati Lampung Timur Hj. Ela Siti Nuryamah, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, serta Rektor ITERA dan Rektor Universitas Lampung.
Program ISCE 2025 dinilai relevan dengan pengembangan akademik dan spiritual mahasiswa. Dalam aspek akademik, kegiatan ini menjadi wadah implementasi mata kuliah seperti Fiqih Muamalah dan Fiqih Sosial. Dalam aspek spiritual, mahasiswa diajak untuk memahami nilai-nilai keberagaman dan toleransi melalui dialog lintas agama yang berlangsung dalam Ruang Sintesa. Zulfikar mencatat bahwa nilai kemanusiaan dan penjagaan alam menjadi titik temu antara ajaran Islam, Hindu, dan Kristen Protestan yang ia temui selama kegiatan.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- 🎓 SDG 4 – Pendidikan Berkualitas
- 💼 SDG 8 – Pertumbuhan Ekonomi
- 🌍 SDG 13 – Aksi Iklim
- 🫱🏽🫲🏿 SDG 17 – Kemitraan untuk Tujuan
Dosen pembimbing, Abdul Azis, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan kepada para peserta agar senantiasa menjaga etika, berjiwa pemenang, dan membawa nama baik UPI dalam setiap aktivitas pengabdian.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, mahasiswa IPAI FPIPS UPI menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat, baik secara lokal maupun global.
