
Bandung- Mahasiswa S1 Pendidikan IPS Kelas 3B Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan kegiatan praktik lapangan pada mata kuliah Literasi Peta dan Regional Dunia di bawah bimbingan Dr. Dina Siti Logayah, S.Pd., M.Pd. kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat 24/10/2025 pukul 07.00 samai dengan 11.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Gunung Batu, Patahan Lembang, ini difokuskan pada penerapan teknik reseksi dan interseksi, dua metode penting dalam menentukan posisi di peta topografi.
Berangkat pukul 07.00 dari kampus, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00. Setelah tiba, mahasiswa melakukan orientasi peta dan orientasi medan sebelum memulai pembidikan. Orientasi peta dilakukan dengan menyesuaikan arah peta terhadap medan sebenarnya menggunakan kompas agar posisi utara peta sesuai dengan utara geografis. Sementara orientasi medan dilakukan untuk mengenali unsur-unsur fisik di sekitar, seperti bentuk lahan, arah lereng, dan tanda medan (gunung, jalan, atau bangunan), sehingga mahasiswa memahami hubungan antara simbol di peta dan kenyataan di lapangan.
Selama kegiatan, Dosen pengampu Dr. Dina Siti Logayah, S.Pd., M.Pd. memberikan penjelasan langsung mengenai sejarah terbentuknya Patahan Lembang serta pentingnya keterampilan navigasi dalam membaca peta topografi. Beliau juga memperkenalkan berbagai alat pengukuran yang digunakan dalam praktik, seperti kompas, penggaris, busur, penggaris siku, peta topografi, papan jalan serta menjelaskan cara penggunaannya dalam kegiatan reseksi dan interseksi.


Dalam praktik reseksi, mahasiswa menentukan posisi pengamat dengan cara membidik minimal dua tanda medan, seperti puncak gunung atau menara lalu menggambarkan garis back-azimuth hingga berpotongan di peta. Sedangkan pada interseksi, mahasiswa menentukan posisi objek yang jauh dengan membidik dari dua titik berbeda dan menarik garis azimuth hingga bertemu di peta, yang menunjukkan lokasi target. Kedua teknik ini melatih ketelitian dan kemampuan spasial mahasiswa agar mampu membaca peta secara akurat.
Dari titik observasi di Gunung Batu, tampak sejumlah gunung mengelilingi kawasan Lembang. Di utara terlihat Gunung Bukit Tunggul; di barat menjulang Gunung Burangrang; di timur tampak Gunung Manglayang dan Gunung Palasari; sementara ke arah selatan terlihat dataran Bandung dengan latar pegunungan Tangkuban Parahu di kejauhan. Panorama tersebut menjadi acuan visual utama dalam kegiatan orientasi medan serta praktik reseksi dan interseksi mahasiswa.
Kegiatan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis mahasiswa dalam membaca dan memetakan wilayah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spasial terhadap dinamika geologi di sekitar Bandung. Kegiatan ini juga mendukung praktik SDGs Quality of Education. Melalui praktik langsung di lapangan, teori yang diperoleh di kelas menjadi nyata, aplikatif, dan berakar pada konteks geografis Indonesia yang sesungguhnya.