Bandung, 15 September 2025 - Program Studi Pendidikan Sosiologi FPIPS UPI menyelenggarakan Kuliah Umum pada Senin, 15 September 2025 bertempat di Ruang V-30 FPIPS UPI. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Lia Afriza, SE., MM., sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Strategi Pemberdayaan Masyarakat di Jawa Barat”. Kuliah umum ini merupakan bagian dari perkuliahan Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kota yang diampu oleh Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si. dan Dr. Mirna Nur Alia, M.Si. Kegiatan dosen tamu ini adalah sebagai pembekalan mahasiswa untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat, yaitu menemukan data dan potensi masyarakat sasaran untuk digali & dikembangkan agar lebih berdaya.
Kegiatan diawali oleh sambutan oleh Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kota. Selanjutnya adalah kegiatan inti yaitu pemaparan materi. Dalam pemaparannya, Lia Afriza menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah upaya meningkatkan kapasitas, kemandirian, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.
Dalam pemaparan materinya, Ibu Lia menekankan pentingnya peran partisipasi masyarakat dalam proses pemberdayaan. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak hanya bergantung pada pihak luar, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari masyarakat lokal. “Tidak ada apapun yang ada di dunia yang tidak bisa kita manfaatkan,” tegasnya.

Selain itu, beliau juga mengaitkan pemberdayaan dengan isu pelestarian lingkungan. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran strategis untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui kolaborasi dan keterlibatan langsung.
Sebagai praktisi, Ibu Lia sendiri telah berpengalaman dalam memberdayakan kurang lebih 100 desa di berbagai daerah agar lebih maju dan mandiri. Pengalaman inilah yang ia bagikan kepada mahasiswa untuk menjadi inspirasi sekaligus motivasi dalam mengimplementasikan ilmu di lapangan.
Menutup pemateriannya, Ibu Lia menyampaikan pesan “Apapun yang ada di alam merupakan anugerah, jika tidak disyukuri maka tidak akan menjadi berlian melainkan rongsokan tanah yang ada.”
Di akhir sesi, beliau menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan. Dengan prinsip partisipasi, kemandirian, kesetaraan, dan keberlanjutan, diharapkan strategi pemberdayaan masyarakat di Jawa Barat dapat menjadi model yang berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Kegiatan kuliah umum ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa tentang teori dan praktik pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memberikan inspirasi untuk menerapkan ilmu di lapangan. Sebagaimana disampaikan oleh pemateri, “Masyarakat berdaya, bangsa berjaya.”
