Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Laksanakan Praktik Simulasi Persidangan Semu Perdana di Laboratorium Moot Court Ilmu Hukum FPIPS UPI

Bandung, Jawa Barat — Program Studi Ilmu Hukum menggelar kegiatan Moot Court Hukum Pidana — simulasi persidangan pidana yang dirancang secara autentik dan komprehensif guna mempersiapkan mahasiswa hukum terjun langsung ke dunia peradilan yang sesungguhnya. Para mahasiswa yang berperan sebagai jaksa penuntut umum, penasihat hukum terdakwa, majelis hakim, hingga panitera tampil dengan toga dan atribut persidangan resmi, menciptakan atmosfer persidangan yang nyata dan penuh tekanan. Kegiatan ini bukan sekadar ajang simulasi biasa, melainkan sebuah laboratory of justice — laboratorium keadilan tempat naluri hukum para calon sarjana hukum diasah hingga benar-benar siap menghadapi medan peradilan yang kompleks dan penuh dinamika.

Kasus pidana yang diangkat dalam simulasi persidangan tersebut dirancang dengan skenario yang mendekati kasus nyata — mulai dari pembuktian unsur-unsur delik, pemeriksaan saksi ahli, hingga pembacaan replik, duplik, dan tuntutan pidana yang membutuhkan kecermatan analisis hukum tingkat tinggi. Para mahasiswa yang bertindak selaku jaksa penuntut umum tampak gigih mengkonstruksi dakwaan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), sementara tim penasihat hukum terdakwa tak kalah sengit membantah dengan nota keberatan dan pembelaan yang argumentatif. Mahasiswa yang memainkan peran hakim pun dituntut mampu memimpin jalannya sidang secara imparsial, memutus sela-sela perdebatan hukum, serta menjaga wibawa dan marwah persidangan sebagaimana layaknya hakim profesional di pengadilan negeri.

 

Dosen pembimbing sebagai observer sekaligus evaluator memberikan penilaian yang sangat positif atas antusiasme dan kesiapan para mahasiswa. Mereka menilai bahwa moot court pidana ini berhasil membentuk tiga kompetensi krusial secara bersamaan — yakni penguasaan hukum materiil dan formil, kemampuan legal reasoning yang tajam, serta kecakapan komunikasi dan retorika hukum di depan majelis hakim.

Ketua Program Studi Ilmu Hukum menegaskan bahwa kegiatan moot court pidana ini akan terus diintensifkan dan dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian integral dari kurikulum pembelajaran berbasis kompetensi. Ke depan, program ini juga akan diperluas dengan menghadirkan hakim, jaksa, dan advokat aktif sebagai mentor langsung dalam setiap sesi simulasi, sehingga mahasiswa mendapatkan perspektif autentik dari para pelaku utama sistem peradilan pidana Indonesia. Dengan semangat justice in action, Program Studi Ilmu Hukum terus berkomitmen melahirkan generasi penegak hukum yang tidak hanya mewarisi ilmu, tetapi juga mewarisi integritas dan keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan.