Disusun oleh Tim Publikasi SPIG
Sebanyak 93 mahasiswa Program Studi Survei dan Pemetaan Informasi Geografi (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada 16–23 Mei 2026. Kegiatan ini memadukan praktikum hidrografi dan kerja lapangan berbasis teknologi, dengan salah satu output unggulan berupa pemetaan udara menggunakan teknik fotogrametri yang memanfaatkan wahana udara tak berawak atau drone.
KKL berlangsung selama delapan hari dengan pembagian agenda yang terstruktur. Tiga hari pertama, yakni 16 hingga 18 Mei 2026, digunakan untuk pelaksanaan praktikum hidrografi yang mencakup pengukuran kedalaman perairan, analisis arus, serta pengamatan kondisi lingkungan pesisir di sekitar Desa Mayangan. Memasuki hari keempat hingga kedelapan, seluruh peserta beralih ke kegiatan KKL inti yang mencakup survei wilayah, pengumpulan data lapangan, dan pelaksanaan pemetaan fotogrametri secara menyeluruh.

Mahasiswa SPIG UPI melakukan penerbangan drone Autel EVO II Pro V3 di Desa Mayangan
Salah satu output utama kegiatan ini adalah pemetaan wilayah Desa Mayangan menggunakan teknologi fotogrametri dengan drone Autel EVO II Pro V3. Drone ini dipilih karena kemampuannya menghasilkan citra udara beresolusi tinggi yang dibutuhkan untuk pengolahan data fotogrametri secara akurat. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 115 meter dengan Ground Sampling Distance (GSD) sebesar 1,94 cm/piksel, menggunakan sistem koordinat WGS 1984 UTM Zone 48S dengan datum WGS 1984.
Fotogrametri merupakan teknik pengukuran dan pemetaan yang memanfaatkan foto udara untuk menghasilkan data spasial berupa orthofoto, Digital Elevation Model (DEM), serta peta topografi wilayah. Proses ini mencakup perencanaan jalur terbang, pemotretan udara secara otomatis, hingga pengolahan data menggunakan perangkat lunak khusus guna menghasilkan produk peta yang presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Persiapan peralatan drone Autel EVO II Pro V3 beserta remote controller sebelum penerbangan
Selain untuk kebutuhan pemetaan desa secara umum, hasil fotogrametri juga dimanfaatkan sebagai basis analisis wilayah terdampak banjir rob. Desa Mayangan merupakan kawasan pesisir yang kerap menghadapi persoalan intrusi air laut akibat penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut. Data DEM yang dihasilkan dari penerbangan drone memungkinkan mahasiswa untuk mengidentifikasi zona-zona rentan genangan rob berdasarkan variasi ketinggian lahan secara detail.
Melalui analisis spasial terhadap data yang diperoleh, mahasiswa dapat memetakan sebaran wilayah yang berpotensi tergenang, mendelineasi batas kawasan terdampak, serta menyusun rekomendasi mitigasi berbasis data geospasial. Output ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah desa maupun instansi terkait dalam upaya penanggulangan dan mitigasi bencana banjir rob di kawasan pesisir Desa Mayangan.

Peta Batas Administrasi Desa Mayangan hasil pemetaan fotogrametri drone, skala 1:7.500 (Sumber: Mahasiswa SPIG UPI, 2026)
KKL ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi Desa Mayangan. Produk peta hasil fotogrametri diserahkan kepada pemerintah desa sebagai referensi spasial yang dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan, pengelolaan wilayah pesisir, serta upaya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang semakin dinamis.
Bagi 93 mahasiswa SPIG yang terlibat, kegiatan ini menjadi wadah penerapan langsung ilmu survei, pemetaan, dan analisis geospasial yang selama ini dipelajari di bangku perkuliahan. Mulai dari perencanaan misi penerbangan drone, akuisisi data di lapangan, pengolahan citra, hingga interpretasi dan penyajian hasil, seluruh tahapan dikerjakan secara mandiri oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen pendamping. KKL SPIG di Desa Mayangan menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi berbasis kompetensi dapat memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, sekaligus mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan di bidang geospasial dan pengelolaan lingkungan.