Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mahasiswa SPIG Paparkan Hasil Survei Hidrografi Menggunakan USV, SBES, dan Data Pasang Surut

Oleh Tim Publikasi SPIG

Bandung, 11 Mei 2026 – Program Studi Survei dan Pemetaan Informasi Geografis (SPIG) melaksanakan kegiatan Expose Hidrografi sebagai bentuk penyampaian hasil kegiatan praktikum lapangan yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Kegiatan ini membahas hasil pengolahan dan analisis data survei hidrografi yang meliputi data USV SatLab, Single Beam Echo Sounder (SBES), pengukuran garis pantai, serta pengamatan pasang surut.

Kegiatan expose ini menjadi tahap penting dalam rangka mengevaluasi hasil pengambilan data lapangan sekaligus memahami bagaimana data hasil survei diolah menjadi informasi hidrografi yang dapat digunakan dalam kegiatan pemetaan perairan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil pengukuran, tetapi juga menjelaskan proses akuisisi data, metode yang digunakan, hingga interpretasi hasil survei.

Rangkaian Kegiatan Expose Hidrografi

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pelaksanaan survei hidrografi yang telah dilakukan di kawasan Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan, Subang. Mahasiswa menjelaskan tahapan kegiatan mulai dari persiapan alat, pelaksanaan pengukuran lapangan, hingga proses pengolahan data hasil survei.

Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah hasil akuisisi data menggunakan USV SatLab dan SBES. Data yang diperoleh dari pengukuran tersebut digunakan untuk menghasilkan informasi kedalaman perairan atau batimetri. Mahasiswa memaparkan proses pengolahan data, mulai dari hasil pembacaan sensor hingga penyajian informasi kedalaman dalam bentuk visualisasi pemetaan.

Selain data batimetri, expose juga membahas hasil pengukuran garis pantai yang dilakukan untuk mengetahui kondisi batas daratan dan perairan pada area survei. Data garis pantai menjadi salah satu komponen penting dalam pemetaan wilayah pesisir karena dapat menggambarkan kondisi aktual area pertemuan antara daratan dan laut.

Pembahasan berikutnya berfokus pada data pasang surut yang diperoleh melalui pengamatan lapangan selama lebih dari 48 jam. Mahasiswa menjelaskan bagaimana data perubahan muka air laut digunakan sebagai acuan koreksi dalam survei hidrografi, terutama untuk meningkatkan ketelitian hasil pengukuran kedalaman perairan.

Penerapan Data Hidrografi dalam Pemetaan Perairan

Melalui kegiatan expose ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara berbagai komponen survei hidrografi. Data USV, SBES, garis pantai, dan pasang surut tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dalam menghasilkan informasi perairan yang lebih lengkap.

Penggunaan teknologi survei modern seperti USV SatLab memberikan gambaran mengenai perkembangan metode pengukuran hidrografi yang semakin mengarah pada sistem otomatis dan efisien. Sementara itu, pengamatan pasang surut dan garis pantai menjadi elemen pendukung yang memastikan hasil pemetaan memiliki tingkat ketelitian yang sesuai.

Evaluasi dan Pembelajaran Mahasiswa

Kegiatan expose menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengevaluasi proses survei yang telah dilakukan. Berbagai aspek mulai dari kendala lapangan, kualitas data, metode pengolahan, hingga penyajian hasil menjadi bahan diskusi dalam kegiatan ini.

Melalui proses tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa pekerjaan hidrografi tidak berhenti pada tahap pengambilan data, tetapi membutuhkan kemampuan analisis dan pengolahan agar data dapat memberikan informasi yang bermanfaat.

Penutup

Expose Hidrografi menjadi bagian akhir dari rangkaian kegiatan survei perairan mahasiswa SPIG dalam memahami penerapan teknologi pengukuran modern. Melalui pemaparan hasil USV, SBES, garis pantai, dan pasang surut, mahasiswa memperoleh pengalaman menyeluruh mengenai alur pekerjaan hidrografi mulai dari lapangan hingga menghasilkan produk informasi geospasial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *