Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
MENGUAK KORELASI DI BALIK BILIK SUARA: PENGALAMAN BERHARGA DI PKP2 PKM RSH 2025

Penulis : Riskiya Wigunati (SaIG, 2310615)
Penyunting : Hilmy Nurizky

Dok. Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 – Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKP PKM atau PKP2) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) selalu menjadi momen penentu dan mendebarkan bagi setiap tim yang lolos pendanaan. Khususnya bagi kami, tim PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), ajang ini bukan hanya sekadar presentasi laporan, tetapi juga panggung validasi atas kontribusi nyata sebuah riset. 

Kami datang membawa gagasan multidisipliner yang berjudul “Sistem Informasi Geografis untuk Asesmen Korelasi Pilkada dengan Kondisi Sosial Ekonomi Pendidikan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.” Riset ini berangkat dari keingintahuan sederhana, apakah kondisi sosial ekonomi dan pendidikan masyarakat berhubungan dengan perilaku politik saat Pilkada? Dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG), kami memetakan data hasil Pilkada, kondisi sosial, ekonomi dan pendidikan sampai tingkat kecamatan. Melalui pendekatan spasial ini, kami berharap hasil riset dapat membantu pemerintah daerah memahami konteks sosial politik masyarakat secara lebih akurat, berbasis data, dan berorientasi pada kebijakan publik yang adil.

PKM Tematik dan Asta Cita: Arah yang Sejalan

Tahun ini, PKM dilaksanakan dengan PKM Tematik. Kami memilih nomor 6, yaitu “Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi.” Riset kami sejalan dengan tema tersebut karena menggunakan pendekatan ilmiah dan teknologi geospasial untuk memperkuat pemahaman terhadap fenomena sosial politik berbasis data pendidikan dan ekonomi masyarakat.

Selain itu, gagasan kami juga selaras dengan Asta Cita Indonesia Emas 2045, khususnya: 

  1. Asta Cita 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan.
  2. Asta Cita 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi.
  3. Asta Cita 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi.

Dengan kata lain, riset ini tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga mendukung arah pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi geospasial.

Momen Menegangkan di Depan Dewan Penilai

Sesi tanya-jawab PKP2 menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Para penilai mengajukan beberapa pertanyaan penting yang menguji kedalaman riset kami. Mereka menanyakan tentang keberlangsungan riset, seperti bagaimana penelitian ini akan dilanjutkan setelah program PKM selesai dan potensi yang dapat dikembangkan. Pertanyaan lain menyangkut alasan pemilihan metode. Kami menjelaskan bahwa metode SIG digunakan karena mampu menggambarkan fenomena sosial-politik dalam konteks spasial. Dengan visualisasi peta, hubungan antara kondisi sosial ekonomi pendidikan dan perilaku politik dapat terlihat lebih nyata dan kontekstual. Penilai juga menanyakan tentang grand theory yang mendasari riset. Kami merujuk pada teori economic voting yang menjelaskan bahwa perilaku memilih sering dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, serta spatial dependency theory yang menegaskan bahwa lingkungan sosial sekitar memiliki pengaruh terhadap pilihan politik individu. 

Dok. Presentasi PKP2

Menuju PIMNAS: Bukan Sekadar Lolos, tapi Bermanfaat

Dok. Penulis

Pengalaman PKP2 PKM 2025 memberikan kami energi baru. Kami tidak hanya merasa lega karena telah menunjukkan kemajuan, tetapi juga mendapatkan insight berharga untuk penyempurnaan laporan akhir dan yang paling kami harapkan, tiket menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Mengikuti PKP2 PKM 2025 bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan perjalanan untuk memberi makna pada ilmu yang kami pelajari. Melalui riset ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berperan aktif memahami dan memberi solusi terhadap dinamika sosial politik di daerahnya

Riset ini telah mengajarkan kami arti sebenarnya dari riset yang relevan, yakni riset yang mampu menggambarkan realitas sosial dan menawarkan solusi berbasis data kepada pemangku kepentingan. PKP2 adalah bukti bahwa kreativitas mahasiswa Indonesia, terutama di bidang sosial humaniora, memiliki peran vital dalam merumuskan masa depan daerah dan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *