Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
[MRL News] Dosen MRL UPI Melakukan Penelitian Bertema Kebijakan Tata Kelola Wisata Heritage di Kota Lama Semarang dan Kota Tua Bandung, Melibatkan Mahasiswa Sekaligus Berkolaborasi dengan Dosen Pendidikan Sejarah UPI dan Dosen Perjalanan Wisata UNJ

[Bandung, Juni 2026] — Tim peneliti dari Program Studi Manajemen Resort dan Leisure (MRL) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan dosen Program Studi Pendidikan Sejarah UPI serta dosen Program Studi Perjalanan Wisata Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan penelitian bertajuk "Adaptasi Transfer Kebijakan Pada Revitalisasi Wisata Heritage: Evaluasi Model Kota Lama Semarang di Kota Tua Bandung." Penelitian lintas institusi dan lintas disiplin ilmu ini turut melibatkan empat mahasiswa Prodi MRL UPI, dan dilaksanakan di dua kawasan heritage, yaitu Kota Semarang dan Kota Bandung.

Foto 1. Foto Bersama Tim Panitia di Kantor Sekretariat Daerah Kota Semarang

Sumber : Dokumentasi, 2026

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi kawasan-kawasan heritage perkotaan di Indonesia dalam menyeimbangkan pelestarian warisan budaya dengan tuntutan pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi. Tim peneliti menyoroti adanya gap pemahaman mengenai bagaimana model revitalisasi wisata heritage yang telah berhasil diterapkan di suatu kota dapat ditransfer dan diadaptasi secara kontekstual ke kota lain, khususnya dari Kota Lama Semarang menuju Kota Tua Bandung.

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses adaptasi transfer kebijakan revitalisasi wisata heritage, dengan menitikberatkan pada dinamika kebijakan, tata kelola kolaboratif, serta faktor sosial dan kelembagaan yang mempengaruhi keberhasilan maupun keterbatasan proses transfer tersebut. 

"Kebijakan terkait tata kelola wisata heritage ini penting dalam acuan perencanaan pengelolaan wisata budaya secara spesifik, terutama di perkotaan," ujar Widyastuti, S.Sos., M.P.Par, dosen Prodi MRL UPI sekaligus ketua tim peneliti.

Foto 2. Ketua Tim Peneliti Widyastuti, S.Sos., M.P.Par

Sumber : Dokumentasi, 2026

Anggota tim peneliti, Syarah Nurul Fajri, S.Hum., MA, dosen Prodi Pendidikan Sejarah UPI, menambahkan perspektif historis mengenai periodisasi dan revitalisasi fungsi bangunan kolonial di Kota Bandung.

Foto 3. Foto Bersama Narasumber Bandung Heritage

Menggali Data dari Berbagai Pemangku Kepentingan

Sebagai kawasan referensi (Kota Lama Semarang) dan kawasan penerima adaptasi kebijakan (Kota Tua Bandung), tim peneliti melakukan wawancara mendalam (in-depth interview) dan diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan sejumlah narasumber kunci dari berbagai instansi terkait di kedua kota, yaitu: Aji Bimarsono, S.T., M.Sc. (Ketua Bandung Heritage), Nik Sutiyanti, S.T., M.T. (Sekretaris Badan Pengelola Situs Kota Lama Semarang (BPSKL), Ratri Nugrahaning Widayanti, S.Sos (Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, dan Ahmad Muhajirin, S.E. (Perencana Ahli Pertama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang dan narasumber dari perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.

Pelibatan narasumber dari Kota Semarang dan Kota Bandung dimaksudkan untuk memperkaya perspektif perbandingan (benchmarking) antara tata kelola kawasan heritage di dua kota dengan karakteristik dan pendekatan pengelolaan yang berbeda. Bu Nik dari BPSKL mengemukakan bahwa “Hal yang paling utama dalam perencanaan kawasan heritage adalah Arsip yang baik terlebih dahulu supaya inventarisasi dan perencanaan  dapat dilakukan dengan maksimal.”

Foto 4. Dokumentasi FGD dengan Disbudpar dan BPSKL

Sumber : Dokumentasi, 2026

Melibatkan Mahasiswa dalam Riset Lapangan

Selain tiga dosen dari dua perguruan tinggi, penelitian ini juga melibatkan empat mahasiswa Prodi MRL UPI, yaitu Husain Qais Arifin, Devina Bilqis Safira, Rhein Raihan Sapril, dan Annisa Salsabila Lorensa. Pelibatan mahasiswa ini merupakan bentuk pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus untuk memperkenalkan dunia industri pariwisata khususnya wisata budaya kepada mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi riset sejak dini serta pengalaman langsung dalam isu tata kelola destinasi wisata heritage.

Foto 5. Dokumentasi bangunan bersejarah Kota Semarang

Sumber : Dokumentasi, 2026

Penelitian dalam pengembangan wisata heritage merupakan salah satu implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, khususnya Target 11.4, yang menekankan pentingnya memperkuat upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya serta warisan alam. Melalui pengembangan wisata heritage, aset budaya tidak hanya dilestarikan sebagai identitas dan memori kolektif masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, memperkuat partisipasi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan kawasan bersejarah bagi generasi mendatang.

Tags: #Kotalama #Kotatua #Penelitian #MRL #FPIPSUPI #Revitalisasi #Kebijakan #Heritage

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *