
Oleh Tim Publikasi SPIG
Subang, Mei 2026 – Mahasiswa Program Studi Survei dan Pemetaan Informasi Geografis (SPIG) melaksanakan praktikum pengukuran pasang surut di kawasan Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktikum hidrografi lapangan yang bertujuan untuk memahami proses pengamatan elevasi muka air laut secara langsung menggunakan metode pengukuran terestris.
Praktikum dilaksanakan selama lebih dari 48 jam secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pengamatan secara bergantian sesuai jadwal yang telah disusun agar proses pencatatan data pasang surut dapat dilakukan secara konsisten dalam setiap interval waktu pengamatan.
Rangkaian Kegiatan Pengukuran
Sebelum pengamatan dimulai, mahasiswa terlebih dahulu melakukan persiapan alat dan penentuan titik pengamatan. Peralatan utama yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi Total Station, rambu ukur, dan waterpass. Ketiga alat tersebut digunakan untuk mendukung proses pengamatan elevasi muka air laut terhadap titik referensi pengukuran di lapangan.
Mahasiswa melakukan pemasangan rambu ukur di area perairan sebagai acuan pembacaan tinggi muka air. Selanjutnya, pengamatan dilakukan menggunakan Total Station untuk memperoleh data elevasi secara presisi, sementara waterpass digunakan dalam transfer ketinggian antara BM dan palem pasut seta sebagai kontrol pengukuran.
Selama 48 jam pelaksanaan praktikum, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok piket yang bertugas secara bergantian siang dan malam. Sistem ini diterapkan agar pengamatan tetap berjalan tanpa terputus dan data pasang surut yang diperoleh dapat menggambarkan perubahan muka air laut secara lengkap dalam satu siklus pengamatan.

Pengalaman Lapangan Mahasiswa
Pelaksanaan pengukuran pasang surut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai kondisi survei lapangan yang membutuhkan ketelitian, konsistensi, serta kesiapan fisik. Pengamatan yang berlangsung hingga malam hari membuat mahasiswa harus mampu menjaga fokus dan koordinasi tim selama proses pengukuran berlangsung.
Selain memahami penggunaan alat ukur, mahasiswa juga mempelajari bagaimana data pasang surut memiliki peran penting dalam kegiatan hidrografi dan survei batimetri. Data tersebut digunakan sebagai acuan koreksi elevasi kedalaman perairan agar hasil pengukuran batimetri memiliki ketelitian yang sesuai standar.
Kegiatan ini juga melatih mahasiswa dalam pengelolaan jadwal pengamatan, pencatatan data lapangan, serta pengawasan kestabilan alat selama proses pengukuran berlangsung. Situasi lapangan yang berubah-ubah, terutama akibat kondisi cuaca dan pasang surut perairan, menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman praktis mahasiswa.
Penutup
Melalui praktikum pengukuran pasang surut di Pantai Pondok Bali, mahasiswa SPIG memperoleh pemahaman langsung mengenai metode pengamatan muka air laut menggunakan pendekatan survei terestris. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan teknis mahasiswa pada bidang hidrografi, khususnya dalam proses akuisisi data pasang surut yang menjadi komponen utama dalam survei perairan.
