Bandung – Pada tanggal 15–19 September 2025, mahasiswa/i Program Studi Pendidikan Sosiologi UPI resmi mengikuti penerimaan Program Penguatan Profesional Kependidikan (P3K) di berbagai sekolah mitra.
Acara ini diawali dengan serah terima mahasiswa yang disambut hangat oleh pihak sekolah. Turut hadir pula Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang memberikan arahan sekaligus memastikan mahasiswa siap beradaptasi dan menjalankan tugasnya secara profesional. Selain arahan, mereka pun mendapat bekal lain berupa kata-kata sambutan dari dosen pembimbing. Seperti yang diucapkan oleh salah satu mahasiswi yang kami wawancara.
“karena sudah diserahkan di sekolah harus mengikuti aturan sekolah, dari ppl ini harus bisa belajar untuk menjadi guru itu seperti apa sih dan bagaimana menjadi guru yang baik itu.” Jawabnya
Suasana diliputi oleh semangat yang menghiasi wajah-wajah dari mahasiswa/i yang mengikuti program P3K. Seperti yang dikatakan oleh salah satu mahasiswa yang ikut serta dalam program tersebut.
“seruu soalnya kita kaya belajar ulang dan belajar lagi sebelum menjelaskan materi, tapi ada pressurenya juga takut muridnya ga ngerti sama apa yg kita jelaskan, “ Tuturnya.

Pihak sekolah mitra menyambut baik kehadiran mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan berharap keberadaan mereka dapat memberikan kontribusi positif, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun dalam aktivitas sekolah secara umum. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah mitra.
Sikap terbuka dari pihak sekolah mitra dibuktikan dengan penerimaan dan tanggapan yang begitu positif dan hangat kepada para mahasiswa/i Prodi Pendidikan Sosiologi UPI ini. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh salah satu peserta program yang menuturkan kesan yang dirasakannya tatkala disambut dengan meriah oleh pihak sekolah.
“ kesannya senang banget, terus gurunya baik baik semua dan welcome juga ke mahasiswa/i UPI, menerima dengan baik bahwa kita ppl disini, terus kaya kita tuh ga langsung di lepas secara langsung untuk turun ngajar, tapi kita observasi dulu jadinya kaya ga kaget banget,” ceritanya penuh antusias.
