Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Prodi SaIG: KETERLIBATAN DALAM CARBON PROJECT BERBASIS VM0047: PENGALAMAN AKHIR MAGANG DI CER INDONESIA

Penulis : Fajar Rizky Ramadhan (SaIG, 2210174)
Penyunting: Nanda Herry Fadillatu Yasmin

Memasuki fase akhir kegiatan magang di Carbon and Environmental Research (CER) Indonesia, saya mulai terlibat secara langsung dalam real project, khususnya pada kegiatan analisis spasial dan statistik yang mengacu pada VCS Methodology VM0047 – Afforestation, Reforestation, and Revegetation (ARR). Tahapan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian pembelajaran yang telah dilalui sejak awal hingga pertengahan magang.

Jika pada fase sebelumnya kegiatan masih difokuskan pada pembelajaran menggunakan data dummy dan simulasi, maka pada tahap akhir ini seluruh proses analisis dilakukan pada data aktual proyek dengan standar metodologi, ketelitian, dan konsistensi yang lebih ketat.

Dok: Penulis


Implementasi Analisis Tutupan Lahan dalam Kerangka VM0047

Dalam proyek ARR berbasis VM0047, analisis tutupan lahan dan perubahan tutupan lahan memiliki peran krusial, terutama dalam:

  • Penentuan batas wilayah proyek,
  • Identifikasi kondisi tutupan lahan sebelum proyek (baseline condition), serta
  • Evaluasi kesesuaian aktivitas proyek terhadap persyaratan metodologi VCS.

Saya terlibat dalam penyusunan dan pengolahan analisis Land Use and Land Cover Change (LULCC) berbasis citra Landsat multitemporal. Proses ini mencakup:

  • Pre-processing citra (cloud masking, mosaicking, dan koreksi geometrik),
  • Klasifikasi tutupan lahan menggunakan supervised classification dengan algoritma Random Forest, dan
  • Evaluasi akurasi hasil klasifikasi melalui confusion matrix, overall accuracy, kappa coefficient, dan overall agreement.

Pendekatan supervised dipilih karena mampu memberikan kontrol yang lebih baik terhadap definisi kelas tutupan lahan yang relevan dengan kebutuhan metodologi VM0047, khususnya dalam membedakan area berhutan, non-hutan, dan kelas transisi yang berpotensi memengaruhi perhitungan karbon.

Dok: Penulis

Analisis Perubahan Tutupan Lahan dan Keterkaitannya dengan Proyek ARR

Hasil klasifikasi multitemporal kemudian digunakan untuk menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan dalam periode historis sebelum proyek dimulai. Analisis ini berfungsi sebagai dasar dalam:

  • Memastikan bahwa wilayah proyek memenuhi kriteria kelayakan ARR,
  • Mengidentifikasi potensi perubahan tutupan lahan yang dapat mempengaruhi baseline karbon.

Melalui tahapan ini, saya memperoleh pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana analisis spasial tidak hanya menghasilkan peta, tetapi juga menjadi alat pendukung pengambilan keputusan dalam skema mitigasi perubahan iklim berbasis pasar karbon. Selain analisis spasial, pada fase akhir magang saya juga diperkenalkan pada analisis statistik multivariat sebagai salah satu parameter. Salah satu metode yang digunakan adalah Principal Component Analysis (PCA) dengan bantuan software Minitab.

Di samping mengikuti alur kerja utama proyek, CER Indonesia juga memberikan ruang eksplorasi bagi peserta magang untuk memperdalam pemahaman teknis melalui pemanfaatan data open-source. Saya didorong untuk mengeksplorasi berbagai dataset yang relevan dengan isu kehutanan dan perubahan lingkungan, khususnya melalui platform Google Earth Engine (GEE).

Beberapa dataset yang sempat saya eksplorasi antara lain:

  • Dataset areal kebakaran hutan, seperti GABAM, MODIS, dan VIIRS, untuk memahami pola spasial dan temporal kejadian kebakaran,
  • GLAD ARD (Analysis Ready Data) untuk eksplorasi data penginderaan jauh yang telah melalui proses standarisasi dan siap digunakan untuk analisis lanjutan, serta
  • Berbagai dataset pendukung lain yang tersedia di GEE untuk pengayaan analisis tutupan lahan dan dinamika lingkungan.

Ruang eksplorasi ini memberikan pengalaman berharga dalam mengaitkan data spasial lintas sumber dengan kebutuhan proyek karbon, sekaligus melatih kemampuan kritis dalam memilih data yang sesuai secara metodologis dan kontekstual.

Dok: Penulis

Refleksi Akhir Kegiatan Magang

Kegiatan akhir magang ini menjadi fase yang paling menantang sekaligus paling bermakna. Keterlibatan langsung dalam real project memberikan gambaran nyata mengenai standar profesional, ketelitian metodologis, dan tanggung jawab ilmiah yang harus dipenuhi dalam pengembangan proyek karbon berstandar internasional.

Pengalaman magang di CER Indonesia ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk pengembangan akademik dan profesional saya ke depan, khususnya dalam bidang geospasial, pengelolaan lingkungan, dan proyek karbon.

Dok: Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *