Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Rancang Strategi Edukatif, Dosen Pendidikan Sosiologi Angkat Permainan Kartu untuk Menguasai Resolusi Konflik

Bandung, 26 Juni 2025 — Upaya membumikan pembelajaran Sosiologi yang kontekstual dan menyenangkan kembali digaungkan oleh dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Strategi Pembelajaran Resolusi Konflik Berbasis Permainan Kartu." Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (26/6) dan dihadiri oleh para dosen, guru Sosiologi, serta mahasiswa praktikan yang sedang menjalankan tugas observasi lapangan.

Kegiatan FGD dibuka oleh Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi, Dr. Wilodati, M.Si. lalu dilanjutkan dengan pemaparan Resolusi Konflik oleh Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.A. FGD ini menjadi bagian dari rangkaian riset hilirisasi, yang bertujuan merancang media permainan kartu sebagai alat bantu mengajar konsep-konsep konflik dan resolusi konflik di kelas Sosiologi SMA. Melalui sesi diskusi interaktif, peserta menggali pengalaman lapangan, tantangan pembelajaran, serta ide-ide kreatif untuk membangun strategi edukatif yang berakar pada realitas siswa.

Riset hilirisasi diketuai oleh Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si. yang beranggotakan Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si. dan Nindita Fajria Utami, M.Pd. Untuk membuat hasil riset yang dapat berdampak kepada masyarakat, tim hilirisasi menggandeng PT. Sebangku sebagai mitra untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Kegiatan FGD ini menggunakan pendekatan Empathy Mapping untuk menggali secara mendalam kebutuhan, pandangan, dan kebiasaan guru-guru Sosiologi dalam mengajarkan topik konflik sosial. Para peserta diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan pada pemetaan pengalaman mengajar, penggunaan media digital dan cetak, serta harapan mereka terhadap media pembelajaran yang kontekstual.

Beberapa guru mengungkapkan bahwa pembelajaran konflik kerap kali terasa abstrak bagi siswa karena kurangnya contoh konkret dan metode partisipatif. Dengan permainan kartu yang sedang dikembangkan ini, diharapkan siswa tidak hanya menghafal jenis-jenis konflik dan cara penyelesaiannya, tetapi juga dapat berlatih mengambil peran, bernegosiasi, dan membangun empati.

Rancangan awal permainan kartu ini akan menampilkan beragam situasi konflik sosial yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari remaja, disertai dengan pilihan-pilihan penyelesaian yang mengajak siswa berpikir kritis. Permainan ini juga dirancang agar fleksibel digunakan dalam berbagai metode pembelajaran, mulai dari diskusi kelompok, simulasi kelas, hingga evaluasi formatif.

Kegiatan FGD ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi dalam tahap uji coba dan pengembangan lebih lanjut media pembelajaran ini. Diharapkan, melalui pendekatan kreatif dan partisipatif seperti ini, pembelajaran Sosiologi dapat menjadi ruang yang hidup untuk membentuk karakter siswa yang reflektif, kritis, dan damai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *