Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Refleksi Aksi Damai Mahasiswa SPIG: 29 Agustus 2025

Bandung, 29 Agustus 2025 – Sejumlah mahasiswa dari Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyampaikan aspirasi melalui aksi di depan Gedung DPRD Kota Bandung. Kegiatan ini dimaknai sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
Salah satu mahasiswa SPIG, Lutfi, menjelaskan bahwa partisipasi mereka berangkat dari pemahaman mengenai peran mahasiswa, yaitu mendengarkan, menyalurkan, dan menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat. Menurutnya, sejumlah isu yang berkembang, termasuk terkait pelaksanaan fungsi legislatif, perlu mendapat perhatian lebih serius agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas.
Lutfi menambahkan, realitas di lingkungan pendidikan pun mencerminkan tantangan tersebut. Masih terdapat mahasiswa yang mengalami hambatan dalam melanjutkan studi karena keterbatasan ekonomi. Kondisi ini menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk hadir di ruang publik dan menyampaikan aspirasi secara kolektif.
Pada awalnya, Lutfi mengikuti aksi bersama mahasiswa dari perguruan tinggi lain, sebelum akhirnya mahasiswa UPI turut bergabung. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan tersebut dilakukan secara damai dan dalam batasan-batasan yang sesuai dengan etika mahasiswa. Namun, di tengah jalannya aksi, muncul kelompok lain yang melakukan tindakan perusakan fasilitas. Hal tersebut, menurut Lutfi, bukan bagian dari aksi yang diinisiasi mahasiswa, melainkan insiden yang terjadi di luar kendali mereka.
Situasi semakin sulit ketika hujan deras turun, diikuti dengan penggunaan gas air mata. Beberapa mahasiswa mengalami dampak langsung dari kondisi tersebut. Untuk menjaga keselamatan, mahasiswa UPI memutuskan mengakhiri partisipasi mereka dan berkumpul kembali di area Gasibu sebelum pulang ke tempat masing-masing. Sesudahnya, beredar informasi mengenai insiden kebakaran Gedung DPR, namun mahasiswa SPIG menegaskan bahwa mereka sudah meninggalkan lokasi sebelum peristiwa itu terjadi.
Mengenai tindak lanjut kasus ini, Lutfi menyampaikan bahwa hingga kini belum terdapat kejelasan. Ia menekankan pentingnya refleksi bagi semua pihak, khususnya lembaga perwakilan rakyat, agar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan amanat konstitusi. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dalam aksi tersebut dimaksudkan sebagai pengingat bahwa orientasi utama lembaga negara seharusnya adalah kepentingan masyarakat.
Aksi mahasiswa SPIG UPI pada 29 Agustus 2025 juga dipicu oleh isu publik terkait kesejahteraan serta tragedi yang menimpa salah satu mahasiswa di Indonesia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menegaskan peran mereka sebagai bagian dari masyarakat sipil yang memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi secara konstruktif.
Meskipun aksi sempat diwarnai insiden di luar kendali mahasiswa, komitmen mereka tetap diarahkan pada penyampaian aspirasi secara damai. Kehadiran mahasiswa dalam ruang publik ini dapat dilihat sebagai bentuk solidaritas, kepedulian, dan refleksi bersama, bahwa pembangunan bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh lembaga negara kembali menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.