Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Sekolah Ketua Angkatan 2025: Bukan Sekadar Kegiatan, Inilah Kawah Candradimuka Pemimpin SPIG

Oleh Shazadil Akhyar Rezky
Bandung, 17 September
2025 – Di balik dinamika kehidupan kampus yang kerap
diwarnai diskusi akademik, tumpukan tugas, serta hiruk pikuk organisasi, ada
satu inisiatif yang menonjol di Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi
Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Inisiatif ini bukan sekadar program kaderisasi, melainkan sebuah laboratorium kepemimpinan yang disebut
Sekolah Ketua Angkatan. Di tengah era perubahan yang serba cepat, kebutuhan akan sosok pemimpin
muda yang tangguh, visioner, dan adaptif kian mendesak. Itulah yang coba dijawab melalui program ini. Sekolah Ketua Angkatan
dirancang bukan hanya untuk membentuk ketua angkatan sebagai figur
administratif semata, tetapi juga untuk melahirkan pemimpin yang berani, mampu
menginspirasi, serta menjaga semangat solidaritas di antara mahasiswa.

Kawah
Candradimuka Pemimpin Baru

Layaknya kawah candradimuka dalam epos
pewayangan, Sekolah Ketua Angkatan menjadi arena pembentukan watak. Mahasiswa
baru tidak hanya diajak memahami teori kepemimpinan, tetapi juga dilatih secara
praktis melalui simulasi, diskusi intensif, hingga praktik problem solving.
Materi yang disajikan pun berlapis: dari kepemimpinan yang membahas visi,
tujuan, hingga bentuk implementasinya; manajemen
massa yang melatih kemampuan mengorganisir kelompok besar; hegemoni kekuasaan yang membuka
kesadaran tentang dinamika pengaruh dan legitimasi; hingga problem solving dan team building yang
memperkuat keterampilan strategis mahasiswa dalam mengatasi tantangan nyata.
Bukan kebetulan jika materi-materi ini dipilih. Semua dirancang untuk
memastikan mahasiswa SPIG tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap
menjadi figur agent of change dalam masyarakat.

Visi Besar di Balik Program
Ketua Pelaksana, Rizky Zanuar D., menyampaikan harapannya dengan penuh keyakinan.
“Sekolah Ketua Angkatan ini adalah ruang di mana mahasiswa baru dapat mengasah keterampilan kepemimpinan, manajemen, serta komunikasi yang efektif. Melalui proses pembelajaran, diskusi, hingga praktik langsung, kami berharap lahir ketua angkatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam sikap, bijak dalam mengambil keputusan, dan mampu merangkul seluruh anggotanya,” ujarnya.
Visi ini sejalan dengan semangat SPIG untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas. Dengan basis ilmu survei, pemetaan, dan informasi geografis yang erat kaitannya dengan pembangunan bangsa, para pemimpin muda ini diharapkan mampu berkontribusi lebih luas di masyarakat.
Lebih dari Sekadar Agenda Rutin
Bagi sebagian orang, program ini mungkin terlihat sebagai salah satu agenda organisasi mahasiswa. Namun sesungguhnya, Sekolah Ketua Angkatan menyimpan makna yang jauh lebih dalam. Ia menjadi arena transformasi, di mana mahasiswa yang semula datang sebagai individu baru, secara perlahan tumbuh menjadi figur yang dipercaya untuk memimpin angkatan.
Ada nilai solidaritas yang dipupuk, ada keberanian mengambil keputusan yang ditanamkan, dan ada kesadaran bahwa kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan soal tanggung jawab.

Membangun Tradisi
Kepemimpinan



SPIG UPI memahami
bahwa kepemimpinan tidak bisa lahir secara instan. Ia adalah hasil dari
latihan, bimbingan, dan pengalaman. Melalui Sekolah Ketua Angkatan, tradisi
kepemimpinan dibangun secara berkesinambungan, diwariskan dari satu generasi ke
generasi berikutnya.
Inilah yang menjadikan Sekolah Ketua Angkatan
berbeda. Ia bukan hanya program, tetapi juga simbol komitmen SPIG terhadap
regenerasi kepemimpinan mahasiswa.

Menuju Pemimpin Masa Depan

Di tengah tantangan global, mahasiswa SPIG disadarkan bahwa mereka bukan sekadar penerima ilmu, melainkan calon pemimpin yang kelak akan memengaruhi arah perubahan. Dengan bekal ilmu pemetaan dan geospasial yang aplikatif, ditambah keterampilan kepemimpinan dari Sekolah Ketua Angkatan, mereka disiapkan untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga solutif. Program ini mengajarkan satu hal penting: pemimpin tidak dilahirkan begitu saja, ia ditempa. Dan Sekolah Ketua Angkatan menjadi salah satu tempat di mana penempaan itu berlangsung keras, mendalam, namun sarat makna.