Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Refleksi Hasil Rapat: Tindak Lanjut Pembukaan Prodi S2 SaIG.

Penulis: Shafira Himayah, S.Pd., M.Sc.

Penyunting: Felicia Syifa' Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

 

Saya menyambut baik dan antusias dengan rencana pendirian Program Studi Magister
(S2) Sains Informasi Geografi (SaIG). Sebagai pelopor prodi S1 SaIG di Indonesia, SaIG UPI
telah berhasil membangun branding yang mumpuni, dikenal masyarakat luas, bahkan
menjadi role model bagi pendirian prodi serupa di berbagai universitas lain. Setelah delapan
tahun berdiri dan secara konsisten menghasilkan lulusan yang berkualitas, saya
berpendapat bahwa saat ini sudah tepat untuk mulai mendirikan Prodi S2.
Langkah strategis ini sangat relevan dengan tingginya kebutuhan tenaga ahli
geospasial tingkat lanjut di dunia kerja. Selain itu, potensi demand dari calon mahasiswa S2
juga cukup besar, mengingat banyaknya lulusan baik dari UPI maupun prodi-prodi serumpun
di universitas lainnya. Berdasarkan hasil rapat, saya mencatat bahwa terdapat beberapa hal
krusial yang menjadi pertimbangan dalam pendirian prodi S2 SaIG ini:
1. Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM)
Kualitas program magister sangat bergantung pada kepakaran tenaga pengajarnya.
Sehingga perlu kita pastikan kecukupan dosen bergelar Doktor dan Guru Besar dengan
latar belakang keilmuan yang linear, beserta rekam jejak penelitian yang kuat di bidang
informasi geografis. Perlu juga didukung oleh kesiapan tenaga kependidikan dan
laboran yang kompoten.
2. Prospek calon mahasiswa
Perlu dilakukan pemetaan demografi calon mahasiswa secara komprehensif dengan
menargetkan pasar yang tidak terbatas hanya dari lulusan S1 SaIG UPI saja, tetapi juga
lulusan S1 universitas lain dengan prodi serumpun seperti Geografi, Geodesi,
Perencanaan Wilayah, Kehutanan, Kartografi dan Penginderaan Jauh, dsb.
3. Kurikulum dan capaian lulusan
Salah satu faktor krusial yang berperan sebagai nyawa suatu Prodi adalah kurikulum,
sehingga dalam penyusunannya perlu mempertimbangkan peningkatan kompetensi
yang signifikan dibandingkan S1 (menyesuaikan level 8 KKNI). Perlu dirumuskan bahwa
lulusan S2 SaIG harus memiliki kemampuan analitis, problem-solving keruangan yang
kompleks, inovasi pemodelan spasial, serta kemampuan manajerial proyek
geospasial. Capaian lulusannya harus diarahkan untuk mencetak peneliti, analis
senior, konsultan ahli, atau pemimpin proyek di bidang informasi geospasial.
4. Sarana dan prasana
Mengingat bahwa Program Magister identik dengan riset yang mendalam dan inovatif,
maka diperlukan laboratorium dan ruang studi/kerja yang tidak sekedar memenuhi
kebutuhan praktikum dasar. Selain itu diperlukan juga jejaring yang kuat dalam hal
publikasi hasil penelitian, hal ini untuk mewadahi luaran penelitian tesis mahasiswa.
Hasil luaran yang diterbitkan pada publikasi bergengsi bukan hanya menunjukkan
kualitas lulusan S2 SaIG nantinya, namun juga turut mendongkrak angka publikasi
dosen (pembimbing tesis) dan menaikkan eksistensi serta popularitas Prodi S2 SaIG
sebagai afiliasi publikasi tersebut.
Secara keseluruhan, rapat ini memberikan gambaran yang jelas bahwa pendirian S2 SaIG
UPI bukan sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan untuk merespons perkembangan
zaman dan teknologi. Dengan persiapan yang matang dan terukur pada aspek-aspek di atas,
saya optimis S2 SaIG UPI akan lahir sebagai program studi yang unggul, terdepan, dan
memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan bidang informasi geospasial
di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *