Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
REFLEKSI KULTUR DI PROGRAM STUDI SAIG

Penulis: Andy Wibawa Nurrohman, S.Pd., M.Sc.

Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)

Rangkaian proses menuju pembukaan Program Magister by Research tidak hanya memperlihatkan kesiapan akademik, tetapi juga menegaskan kembali kultur kuat yang telah tumbuh dan mengakar di Program Studi SaIG. Kultur ini menjadi fondasi utama yang membuat SaIG tidak sekadar berkembang, tetapi terus bergerak maju dengan identitas yang jelas. Pertama, SaIG besar karena tulisan. Tradisi akademik yang dibangun tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi hidup dalam karya ilmiah, publikasi, dan gagasan yang terdokumentasi. Menulis bukan sekadar kewajiban, melainkan budaya berpikir, cara menyusun argumen, dan medium untuk memberi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. Dari sinilah SaIG tumbuh sebagai program studi yang memiliki jejak intelektual yang kuat.

Kedua, SaIG maju karena kolaborasi. Kemajuan yang dicapai bukan hasil kerja individu, melainkan sinergi berbagai pihak, baik itu antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, universitas, masyarakat, hingga dunia kerja. Kolaborasi ini menciptakan ekosistem yang saling menguatkan, di mana ide berkembang, riset berjalan, dan implementasi nyata dapat diwujudkan. SaIG tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama. Ketiga, SaIG keren karena menjadi trendsetter, bukan follower. Dalam berbagai inisiatif, termasuk rencana pembukaan magister by research, terlihat jelas bahwa SaIG tidak menunggu arah, tetapi berani menentukan arah. Keberanian untuk menjadi pelopor menunjukkan kepercayaan diri akademik sekaligus visi ke depan yang progresif.

Keempat, SaIG unggul karena berlari dan menjadi “the heart of geospatial”. SaIG tidak berjalan lambat mengikuti arus, tetapi berlari untuk menjawab tantangan zaman. Dengan menjadikan geospasial sebagai inti (the heart), SaIG menempatkan dirinya pada posisi strategis dalam perkembangan ilmu dan kebutuhan praktis di masyarakat, mulai dari lingkungan, kebencanaan, hingga pembangunan wilayah. Kelima, SaIG penting karena cinta tanah geografi dan tanah air. Di balik seluruh aktivitas akademik, terdapat nilai dasar yang kuat yaitu terkait kecintaan terhadap ruang, wilayah, dan Indonesia itu sendiri. Geografi bukan sekadar ilmu, tetapi juga panggilan untuk memahami, menjaga, dan membangun negeri. Kekuatan SaIG tidak hanya terletak pada program dan rencana, tetapi pada kultur yang hidup di dalamnya. Dengan fondasi ini, SaIG memiliki modal yang sangat kuat untuk terus berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu geografi dan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content