Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
REFLEKSI TINDAK LANJUT PEMBUKAAN PRODI S2 SAINS INFORMASI GEOGRAFI (SaIG) UPI (MASTER BY RESEARCH)

Penulis: Tiara Handayani, S.Si., M.Sc.

Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015) 

Pada Kamis, 23 April 2026, saya mengikuti rapat yang dipimpin oleh Kaprodi SaIG, Dr. Lili Somantri, M.Si., terkait tindak lanjut pembukaan Prodi S2 SaIG UPI dengan sistem master by research. Saat ini SaIG baru memiliki jenjang S1, sehingga rencana pembukaan S2 menjadi langkah strategis dalam pengembangan kelembagaan. Saya berpikir bahwa ini merupakan momentum penting untuk memperkuat posisi akademik SaIG di tingkat nasional. Terlebih lagi, S1 SaIG UPI merupakan yang pertama di Indonesia dan telah menjadi pelopor lahirnya program studi SaIG lainnya. Fakta bahwa kini telah berkembang sekitar sembilan program serupa di Indonesia menunjukkan bahwa SaIG UPI memiliki peran historis dan strategis sebagai pionir.

 Saya juga berfikir bahwa pembukaan S2 ini selaras dengan visi Universitas Pendidikan Indonesia yaitu leading and outstanding. Program S2 berbasis riset akan memperkuat kontribusi SaIG dalam mendorong UPI “Melesat”, sejalan dengan semangat bahwa “SaIG Berlari”. Skema master by research menegaskan orientasi pada keunggulan ilmiah, publikasi, dan inovasi geospasial. Ini bukan sekadar penambahan jenjang studi, tetapi upaya membangun daya saing institusi secara berkelanjutan. Saya melihat bahwa diferensiasi berbasis riset akan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kompetisi nasional.

Tujuan pembukaan S2 SaIG juga saya pahami sebagai respons terhadap kebutuhan dunia kerja, baik di sektor pemerintahan maupun instansi swasta di bidang geospasial. Kebutuhan tenaga ahli dengan kompetensi analitis dan riset yang mendalam semakin meningkat, terutama dalam bidang perencanaan wilayah, kebencanaan, lingkungan, dan pembangunan berbasis data spasial. Program S2 ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak hanya aplikatif, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi dan rekomendasi kebijakan berbasis riset. Hal ini akan memperluas peluang karier lulusan sekaligus meningkatkan reputasi akademik SaIG. Selain itu, keberadaan S2 SaIG akan memperkuat kesinambungan akademik dari S1 ke jenjang yang lebih tinggi.

 Sebagai dosen muda, saya mendukung rencana pembukaan program ini. Ada kebanggaan menjadi bagian dari program studi yang terus berkembang ini dan tidak berhenti pada capaian masa lalu. Namun di sisi lain, saya menyadari bahwa sistem master by research menuntut kesiapan riset, kolaborasi, dan produktivitas yang lebih tinggi dari seluruh dosen. Refleksi ini mendorong saya untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan publikasi agar dapat berkontribusi optimal. Rapat tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi kelembagaan harus diiringi transformasi kualitas individu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content