Penulis: Andy Wibawa Nurrohman, S.Pd., M.Sc.
Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)
Meski rapat koordinasi dan penjaringan pendapat mengenai pembukaan Program Magister by Research di Program Studi Sains Informasi Geografi SaIG baru berlalu, kesan yang tertinggal terasa masih sangat hidup hingga sekarang. Saya merasakan bahwa inisiatif ini bukan sekadar rencana administratif biasa. Ia adalah sebuah langkah besar dan strategis dalam perjalanan akademik SaIG. Di ruang rapat itu, semangat yang sama mengalir dari para dosen, kita semua ingin membawa program studi ini naik ke jenjang yang lebih tinggi, lebih progresif, dan lebih berdaya saing. Yang paling membekas bagi saya adalah tumbuhnya keyakinan bahwa SaIG sesungguhnya sudah memiliki modal yang sangat kuat untuk membuka program magister. Dukungan, masukan, dan antusiasme yang mengalir dalam diskusi bukanlah sekadar formalitas. Mereka menunjukkan bahwa pembukaan S2 SaIG bukanlah gagasan yang berdiri sendiri, melainkan sebuah kebutuhan yang lahir dari perkembangan keilmuan, kekuatan sumber daya dosen, serta peluang besar yang terbentang di masa depan. Rapat ini seakan menumbuhkan optimisme baru: SaIG bisa menjadi pelopor dalam pengembangan magister by research, bukan hanya mengikuti langkah program studi lain.
Dari hasil rapat, saya mencatat beberapa hal penting yang muncul sebagai kesadaran bersama. Pertama, proposal yang pernah disusun sebelumnya masih perlu diperbaiki secara serius. Kita ingin dokumen itu lebih matang, lebih kuat secara akademik, dan lebih meyakinkan secara institusional. Kedua, desain program by research harus benar-benar dirancang agar fleksibel dan efektif, tetapi tetap menjaga kualitas riset sebagai inti pembelajaran. Ketiga, rapat ini memperjelas bahwa kesiapan sumber daya manusia, jejaring akademik, dan strategi branding adalah faktor kunci yang tidak bisa diabaikan. Namun ada satu refleksi lebih dalam yang saya tangkap yaitu rapat ini memperkuat rasa memiliki. Setiap masukan yang muncul menunjukkan bahwa pembukaan S2 SaIG dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pimpinan atau tim kecil. Dari sini saya merasakan bahwa langkah ke depan harus dilakukan dengan lebih terarah, lebih solid, dan lebih konsisten. Kita ingin SaIG benar-benar siap menjadi program studi yang unggul, inovatif, dan menjadi trendsetter di bidangnya. Maka tindak lanjut dari rapat ini sudah jelas, yaitu penyempurnaan proposal secara menyeluruh, penataan ulang rancangan akademik, penguatan tim, serta pengembangan strategi komunikasi dan promosi program. Yang terpenting, hasil rapat tidak boleh berhenti sebagai diskusi. Ia harus menjadi pijakan awal yang nyata, langkah pertama yang serius dan berkelanjutan menuju terbukanya Program Studi S2 SaIG.