Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Sinergi Akademisi dan Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Wujudkan Community-Based Protection Cegah Kekerasan di Kabupaten Bandung Barat

Pada Kamis 24 Juli 2025 Program Studi Pendidikan Sosiologi melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi berkolaborasi dengan Kader Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) di Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Siti Nurbayani K., M.Si dengan anggota tim pengabdian Prof. Dr. Elly Malihah., M.Si dan Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi bentuk sinergitas dan kolaborasi berbasis masyarakat antara akademisi dan kader masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bentuk penguatan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat akar rumput dengan penguatan kapasitas Kader MOTEKAR sebagai garda terdepan dalam perlindungan sosial berbasis komunitas. 

Upaya pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas isu kekerasan terhadap anak dan perempuan menjadi persoalan serius khususnya di Kabupaten Bandung Barat. Kasus kekerasan yang terjadi menunjukkan persoalan yang mengakar di masyarakat tidak hanya kasus kekerasan fisik, tetapi seksual, psikis, eksploitasi, hingga penelantaran. Data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat menunjukkan adanya peningkatan pelaporan kasus yang tercatat tahun 2024 sejumlah 65 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2021 dengan pelaporan sejumlah 17 kasus. Namun, laporan ini hanya sebagian kecil dari kasus riil yang terjadi di lapangan karena berbagai kendala yang dialami mulai dari stigma terhadap korban hingga ketidaktahuan mekanisme pelaporan. Keberadaan Kader MOTEKAR menjadi garda terdepan di tingkat desa dalam upaya pendampingan dan advokasi mulai dari mendeteksi dini, intervensi, serta memberikan dukungan kepada korban kekerasan. 

Tim pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan perlindungan berbasis masyarakat atau yang dikenal dengan Community-Based Protection (CBP) dengan melibatkan kerja sama dengan masyarakat untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko, meningkatkan ketahanan, dan membangun kapasitas masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kekerasan. Dengan pendekatan CBP Kader MOTEKAR menjadi aktor utama yang aktif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di lapangan.

Kolaborasi ini secara sinergi menjadi dukungan membangun sistem perlindungan dengan menggali kekuatan lokal secara berkelanjutan dan responsif. Kegiatan ini disambut baik oleh para Kader MOTEKAR yang mengungkapkan kebutuhan dalam penguatan psikososial dan pendampingan hukum yang seringkali terabaikan dalam kerja lapangan mereka. Diungkapkan oleh Wiwin Nurhasanah sebagai Kader MOTEKAR mengungkap “adanya dilematis ketika menangani kasus kekerasan yang seringkali bersinggungan dengan ranah hukum dan adanya trauma mendalam baik yang dialami korban maupun keluarga korban”. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bentuk sinergitas antara akademisi dan masyarakat yang tidak harus bersifat top-down, dengan mengedepankan nilai empatik dan kolaboratif.

Sebagai Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Prof. Dr. Siti Nurbayani K., M.Si mengungkapkan “dukungan akademisi dalam rangka penguatan kapasitas Kader MOTEKAR tidak hanya berupaya memperkuat jejaring tetapi menjadi upaya menumbuhkan kesadaran pentingnya perlindungan dimulai dari tingkat masyarakat sebagai orang terdekat. Perlunya Kader MOTEKAR memiliki bekal sebagai agen perubahan yang juga memiliki kemampuan teknis dan juga etis”. Bentuk sinergitas dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan ini dapat membentuk fondasi penting dalam mewujudkan perlindungan sosial secara akar rumput yang harapannya dapat menjadi inisiatif berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *