Bandung – Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) dalam rangka penjajakan kerja sama pengembangan teknologi geospasial berbasis satelit melalui platform GeoTsat. Pertemuan yang berlangsung pada Senin (22/6) di Ruang 309 Gedung Nu'man Soemantri UPI tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong inovasi teknologi geospasial yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional di era transformasi digital.

Kegiatan dihadiri oleh jajaran Program Studi SPIG UPI bersama tim Telkomsat yang dipimpin oleh Senior Expert Solution Architecture, Bapak Nugroho Wibisono. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaboratif melalui sesi pemaparan, diskusi akademik, hingga eksplorasi berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan pada masa mendatang.
Ketua Program Studi SPIG UPI, Ibu Dr. Nanin Trianawati Sugito,M.T. membuka kegiatan dengan memperkenalkan profil Program Studi SPIG beserta arah pengembangannya sebagai salah satu program studi yang berkomitmen menghasilkan lulusan unggul di bidang survei, pemetaan, dan informasi geografis. Dalam paparannya disampaikan bahwa perkembangan teknologi geospasial yang berlangsung sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi, baik dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Beliau menjelaskan bahwa SPIG UPI terus mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri dengan memperkuat kompetensi mahasiswa pada bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh, survei terestris, fotogrametri, teknologi pemetaan digital, hingga analisis spasial berbasis kecerdasan artifisial. Melalui penguatan kompetensi tersebut, lulusan SPIG diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu menjadi problem solver dalam berbagai sektor pembangunan yang memanfaatkan data geospasial.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Nugroho Wibisono menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh sivitas akademika SPIG UPI. Ia menjelaskan bahwa Telkomsat saat ini terus mengembangkan berbagai solusi geospasial berbasis satelit melalui platform GeoTsat sebagai bagian dari transformasi layanan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pemerintah, dunia usaha, maupun institusi pendidikan.
Menurutnya, pengembangan GeoTsat berawal dari kolaborasi riset dengan perguruan tinggi dalam penelitian geospasial di wilayah Malang. Dari kolaborasi tersebut lahir gagasan untuk mengintegrasikan teknologi geospasial dengan teknologi informatika sehingga mampu menghasilkan platform yang tidak hanya menyediakan citra satelit, tetapi juga menghadirkan layanan analisis spasial berbasis kecerdasan artifisial yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna.
Dalam pemaparannya, Bapak Nugroho juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan Telkomsat tertarik menjalin kerja sama dengan SPIG UPI adalah rekam jejak akademik dan profesional dosen SPIG, khususnya Bapak Riki Ridwana,S.Pd., M.Sc. yang dinilai memiliki pengalaman luas dalam bidang geospasial. Pengalaman tersebut dipandang sebagai modal penting dalam mendukung pengembangan inovasi GeoTsat sehingga mampu menghasilkan solusi yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di berbagai sektor.
Sesi utama pertemuan diisi dengan presentasi komprehensif mengenai perkembangan platform GeoTsat. Tim Telkomsat memperkenalkan berbagai fitur dan layanan yang telah dikembangkan untuk mendukung pemanfaatan teknologi geospasial berbasis satelit pada berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
GeoTsat dikembangkan sebagai sebuah ekosistem layanan geospasial yang mengintegrasikan data citra satelit, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), komputasi awan, dan analisis spasial dalam satu platform terpadu. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna memperoleh informasi geospasial yang lebih akurat, cepat, dan mudah diakses sehingga mampu mendukung proses analisis maupun penyusunan kebijakan secara lebih efektif.
Salah satu konsep utama yang diperkenalkan dalam presentasi tersebut adalah Earth Intelligence, yaitu pendekatan analisis geospasial yang memanfaatkan citra satelit beresolusi tinggi dan teknologi AI untuk menghasilkan informasi yang lebih bernilai bagi berbagai kebutuhan operasional maupun strategis. Melalui pendekatan ini, data spasial tidak lagi hanya berfungsi sebagai media visualisasi, tetapi berkembang menjadi sumber informasi yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara real time.
Berbagai teknologi pendukung yang menjadi bagian dari ekosistem GeoTsat turut diperkenalkan kepada peserta. Teknologi tersebut meliputi Super Resolution Enhancement yang mampu meningkatkan kualitas resolusi citra satelit, Earth Intelligence Analytics untuk analisis data geospasial berbasis AI, Command Center sebagai pusat pemantauan dan pengambilan keputusan berbasis data spasial, Telkomsat Super Resolution Tools, layanan Very High Resolution Imagery, hingga Drone Services yang mendukung akuisisi data spasial secara lebih fleksibel.
Selain itu, Telkomsat juga mengembangkan Early Warning System Notification yang dirancang untuk mendukung sistem peringatan dini pada berbagai kejadian yang memerlukan respons cepat. Kehadiran layanan tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi geospasial tidak lagi terbatas pada pemetaan, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dalam sistem pendukung keputusan di berbagai sektor.
Untuk memberikan gambaran implementasi nyata, tim Telkomsat memaparkan pengembangan Forest Fire Early Warning System. Sistem tersebut mengintegrasikan teknologi satelit dengan perangkat Internet of Things (IoT) sehingga mampu melakukan pemantauan kondisi lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui integrasi berbagai sensor, sistem memonitor parameter seperti suhu udara, kelembapan, curah hujan, kecepatan angin, kualitas udara, hingga keberadaan asap secara real time. Data tersebut kemudian dipadukan dengan citra satelit dan dianalisis menggunakan teknologi Earth Intelligence sehingga mampu menghasilkan informasi spasial yang lebih akurat mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas mitigasi bencana karena proses deteksi dini dapat dilakukan sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas. Sistem juga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat berdasarkan data spasial yang diperbarui secara berkelanjutan.
Presentasi tersebut memperoleh respons yang sangat positif dari sivitas akademika SPIG UPI. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan mengenai peluang pengembangan fitur GeoTsat agar semakin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi, penelitian akademik, maupun penerapan di sektor industri.
Para dosen SPIG memberikan sejumlah pandangan terkait pemanfaatan platform sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh. Selain itu, dibahas pula peluang integrasi GeoTsat dalam kegiatan praktikum, penelitian mahasiswa, penyusunan tugas akhir, hingga pengembangan riset kolaboratif yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan praktisi industri.
Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi yang digunakan langsung di dunia kerja, sekaligus memberikan ruang bagi akademisi untuk berkontribusi dalam penyempurnaan teknologi yang sedang dikembangkan oleh industri.
Dari hasil diskusi tersebut, kedua belah pihak mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama yang akan ditindaklanjuti, antara lain pengembangan media pembelajaran geospasial berbasis satelit dan AI, pemanfaatan platform GeoTsat dalam kegiatan praktikum dan penelitian, kolaborasi riset dan inovasi geospasial, pertukaran masukan akademik untuk penyempurnaan fitur GeoTsat, serta penyelenggaraan kuliah umum yang menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang saling menguntungkan. Bagi SPIG UPI, kerja sama ini membuka akses terhadap teknologi geospasial mutakhir yang dapat memperkaya proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas penelitian. Sementara bagi Telkomsat, keterlibatan sivitas akademika memberikan ruang untuk memperoleh masukan ilmiah sekaligus memperkuat pengembangan inovasi berbasis kebutuhan pengguna.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan plakat sebagai simbol apresiasi sekaligus penanda dimulainya penjajakan kerja sama antara Program Studi SPIG UPI dan Telkomsat. Momen tersebut menjadi representasi komitmen kedua institusi untuk membangun kemitraan yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang geospasial.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan industri, SPIG UPI terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi bersama Telkomsat diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai inovasi geospasial berbasis satelit yang tidak hanya mendukung proses pembelajaran dan penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional melalui pemanfaatan data spasial yang semakin cerdas, akurat, dan berkelanjutan.