Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
SUARA BUMI MAPACH: Kajian Konservasi Menumbuhkan Kewarganegaraan Ekologis

Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum (MAPACH), Himpunan Mahasiswa Civics Hukum, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia, telah melaksanakan Kajian Konservasi MAPACH 2026 bertajuk “SUARA BUMI: Ruang Kajian dan Aksi Ecological Citizenship” pada hari Senin, 12 Oktober 2026, bertempat di Halaman Belakang Gedung University Center UPI. Kegiatan ini mengusung tema “Ecological Citizenship sebagai Landasan Pembentukan Kesadaran dan Tanggung Jawab dalam Konservasi Lingkungan” dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab ekologis warga negara melalui perpaduan kajian akademik dan pengalaman lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan tempat dan briefing panitia yang dikoordinasikan oleh Divisi Acara pada pukul 13.00-14.00 WIB. Setelah itu, pada pukul 14.00-14.40 WIB, Divisi Humas mengoordinasikan kedatangan peserta, audiens, serta tamu undangan. Acara dibuka secara resmi oleh MC, Nadira “Celong”, pada pukul 14.40 WIB.

Setelah pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Haikal “Pacul” Riziq, kemudian dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne MAPACH pada pukul yang dipandu oleh dirigen Nyansunsur “Sengit”. Pada pukul 15.00 WIB Ifan “Biko” Kiki Kurniawan sebagai Ketua Pelaksana menyampaikan laporannya mengenai kegiatan kajian konservasi yang sedang dilaksakan, disusul sambutan Ketua Adat MAPACH, Mohammad Bagas “Sedol” Rafif, yang diwakilkan oleh Apdal “Sobe” Fahrujaman. Rangkaian pembukaan ditutup dengan sambutan Ketua Program Studi PPKn, Dr. Syaifullah, S.Pd., M.Si., sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Setelah sesi pembukaan, peserta diberi waktu untuk istirahat sekaligus melaksanakan salat Ashar terlebih dahulu. Pada pukul 15.30 WIB, acara dimulai kembali dan kendali acara dialihkan dari MC kepada moderator, Kiana “Kupek”, yang kemudian memandu acara inti yaitu sesi-sesi kajian. Jalannya acara turut didukung oleh Dafa “Cingked” Dinulhaq sebagai operator dan Saskia “Surek” sebagai time keeper.

Sesi pertama pada pukul 15.35-16.00 WIB berupa talkshow hasil Diklanjut Brigade 41 dengan tema “Kesadaran Kewarganegaraan Ekologis Masyarakat melalui Penerapan Alat Pirolisis dalam Pengelolaan Sampah Plastik (Studi Kasus di Kampung Kayu Manis)”. Sesi ini dibawakan oleh Tim Riset Diklanjut, Restu “Amun” dan Erlina “Nini”, dan diawali dengan penayangan after movie Diklanjut Brigade 41 yang memuat rangkaian kegiatan pengabdian, penelitian, dan kealaman. Pemateri kemudian menjelaskan secara singkat pengabdian penerapan alat pirolisis di Desa Sukatani, Cianjur, serta proses penelitian yang mencakup wawancara dan pengumpulan data lainnya. Pada bagian akhir, dipaparkan perjalanan kealaman ke Gunung Sindoro, Jawa Tengah, yang meliputi eksplorasi flora dan fauna serta pemetaan jalur pendakian.

Sesi kedua pada pukul 16.00-16.35 WIB adalah talkshow Ekspedisi Kerinci dan pemaparan hasil riset “Tradisi Kenduri Sko sebagai Ruang Pembentukan Nilai Kewarganegaraan Ekologis Masyarakat Adat Kerinci”. Tim Ekspedisi, Haikal “Pacul” dan Yasinta “Cenglu”, membagikan pengalaman ekspedisi, pembelajaran ekologis, dan refleksi lapangan dari Ekspedisi Safari Sadar Hukum ke Gunung Kerinci yang dilaksanakan pada 18-27 Juni 2026. Selanjutnya, Tim Riset yang diwakili oleh Ifan “Biko” memaparkan hasil riset mengenai tradisi Kenduri Sko, yang dikaji melalui observasi dan wawancara bersama tokoh adat serta masyarakat setempat sebagai ruang hidup nilai gotong royong, musyawarah, tanggung jawab sosial, serta penghormatan terhadap leluhur dan alam.

Pada pukul 16.35-16.40 WIB, moderator membacakan curriculum vitae pemateri bedah buku. Sesi dilanjutkan dengan Bedah Buku bersama Dr. Restu Adi Nugraha, M.Pd., pada pukul 16.40-17.20 WIB, berupa diskusi dan telaah terhadap buku yang menjadi bahan kajian kegiatan ini.

Rangkaian kajian ditutup dengan sesi refleksi dan tanya jawab pada pukul 17.20-17.40 WIB yang dipandu oleh Kiana “Kupek”, dengan tujuan menarik benang merah antara ecological citizenship, nilai-nilai ekologis, dan aksi konservasi. Pada sesi tanya jawab, dua orang peserta dari audiens, masing-masing laki-laki dan perempuan, mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Refleksi kemudian dilakukan melalui kuis singkat yang meminta peserta menyimpulkan materi yang telah disampaikan sepanjang kegiatan. Dua orang peserta maju menyampaikan kesimpulannya dan keduanya memperoleh apresiasi berupa buku bahan kajian bedah buku secara cuma-cuma.

Pada pukul 17.40 WIB, kendali acara dialihkan kembali dari moderator kepada MC. Divisi PDD kemudian melaksanakan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan tamu undangan pada pukul 17.43-17.50 WIB, sebelum acara ditutup secara resmi oleh MC, Nadira “Celong”, pada pukul 17.50-17.55 WIB.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran yang utuh mengenai ecological citizenship, mulai dari kajian konseptual melalui bedah buku, praktik pengelolaan sampah plastik berbasis komunitas melalui penerapan alat pirolisis, hingga kearifan lokal masyarakat adat Kerinci dalam menjaga lingkungan melalui tradisi Kenduri Sko. Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi hasil pengabdian, penelitian, dan kegiatan kealaman anggota MAPACH kepada mahasiswa, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota dan tamu undangan.

Secara keseluruhan, Kajian Konservasi “SUARA BUMI” berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 17.55 WIB dan berjalan sesuai rangkaian acara yang telah direncanakan. Demikian Berita Acara Kajian Konservasi “SUARA BUMI: Ruang Kajian dan Aksi Ecological Citizenship” ini disusun sebagai bukti pelaksanaan kegiatan sekaligus dokumentasi jalannya acara. Semoga nilai-nilai ecological citizenship yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *