Penulis: Muhamad Fauzan Fadilah (SaIG, 2202478)
Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Dok. Penulis
Proses penyelesaian skripsi bukanlah hal yang mudah. Bagi saya, skripsi bukan hanya sekedar tugas akhir untuk memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga perjalanan panjang yang dalam prosesnya penuh dengan keraguan, tantangan, dan pembelajaran. Selama menjalani proses tersebut, saya menyadari bahwa menyelesaikan skripsi ini tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik tetapi juga kesabaran, konsistensi, dan juga keberanian untuk menghadapi berbagai macam ketidak pastian yang muncul di tengah jalan.
Ada masanya saya merasa sangat bersemangat dan yakin dengan apa yang sedang saya kerjakan. Namun, tidak jarang juga saya merasa kebingungan, kehilangan motivasi, bahkan meragukan kemampuan diri sendiri. Tantangan-tantangan tersebut menjadi bagian yang tidak akan terpisahkan dari perjalanan saya dalam menyelesaikan skripsi saya hingga akhirnya dapat mencapai tahap akhir studi.
Pada awalnya, saya sempat mengalami kebingungan dalam menentukan topik penelitian. Ada banyak pertimbangan yang membuat saya ragu untuk memilih topik yang tepat, hingga pada akhirnya pengalaman magang di Pusat Survei Geologi membantu saya menemukan arah topik penelitian. Lingkungan kerja yang berkaitan dengan ilmu kebumian memperkenalkan saya pada berbagai isu geologi yang menarik untuk dikaji.
Pada akhirnya, saya memilih tema panas bumi. Topik ini menarik perhatian saya karena saya memiliki keterkaitan dengan bidang geologi yang saya pelajari selama magang dan juga perkuliahan, sekaligus pernah saya bahas dalam mata kuliah metode penelitian. Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya menetapkan judul penelitian “Identifikasi Potensi Panas Bumi di Gunung Guntur Berbasis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis.”

Dok. Penulis
Pemilihan Gunung Guntur sebagai lokasi penelitian juga bukan tanpa alasan. Gunung Guntur merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Barat yang memiliki karakteristik geologi yang menarik serta indikasi keberadaan sistem panas bumi. Selain itu, penelitian mengenai potensi panas bumi di kawasan tersebut masih dapat terus dikembangkan melalui pendekatan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Hal tersebut membuat Gunung Guntur menjadi lokasi yang menarik untuk diteliti sekaligus memberikan kesempatan bagi saya untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Meskipun pada akhirnya saya berhasil menentukan topik penelitian, proses pengerjaannya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang saya rencanakan. Pada awal semester saya merasa sangat bersemangat untuk mengerjakan penelitian ini. Saya aktif melakukan bimbingan hingga akhirnya berhasil melaksanakan seminar proposal. Namun setelah seminar proposal selesai, berbagai revisi yang harus dikerjakan membuat saya mulai merasakan keraguan terhadap penelitian yang sedang dilakukan.
Salah satu tantangan terbesar yang saya hadapi adalah rasa kurang percaya diri terhadap pemahaman saya mengenai aspek geologi dalam penelitian panas bumi. Sebagai mahasiswa geografi, saya merasa masih memiliki banyak keterbatasan dalam memahami beberapa konsep geologi yang menjadi bagian penting dalam penelitian ini. Selain itu, saya juga mulai memikirkan berbagai hal yang bahkan belum terjadi, seperti bagaimana proses validasi lapangan akan dilakukan, bagaimana hasil penelitian yang diperoleh nantinya, hingga bagaimana menghadapi ujian sidang.
Keraguan tersebut sempat membuat proses pengerjaan skripsi berjalan lebih lambat dari yang seharusnya. Bahkan ada masa ketika saya menunda pengerjaan skripsi dan kehilangan fokus terhadap target yang telah ditetapkan. Namun seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan skripsi adalah dengan terus melangkah dan menghadapi setiap tantangan yang ada secara bertahap.
Dalam proses penyusunan skripsi ini, saya mendapatkan banyak bantuan, arahan, dan dukungan dari berbagai pihak. Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. dan Ibu Silmi Afina Aliyan, S.T., M.T. atas segala bimbingan, arahan, kesabaran, serta dukungan yang telah diberikan selama proses penyusunan skripsi ini. Saya merasa sangat beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk dibimbing oleh dua dosen pembimbing. Selama proses penelitian, keduanya tidak hanya memberikan masukan akademik dan arahan terkait penelitian, tetapi juga membantu saya memahami berbagai hal yang sebelumnya masih membingungkan. Segala kritik, saran, dan motivasi yang diberikan menjadi bekal yang sangat berharga dalam menyelesaikan penelitian ini. Kehadiran dosen pembimbing memberikan banyak kemudahan dalam proses penyusunan skripsi dan membantu saya melewati berbagai tantangan yang muncul selama penelitian berlangsung.
Dok. Penulis
Menjelang akhir masa studi, saya sempat merasa khawatir karena progres pengerjaan skripsi belum sesuai dengan target yang diharapkan. Ketika teman-teman yang lain sudah menyelesaikan penelitiannya, saya masih berusaha menyelesaikan berbagai bagian penelitian yang belum selesai. Pada masa tersebut, skripsi menjadi hal yang hampir selalu saya pikirkan setiap hari.
Beruntung, berbagai dukungan dari lingkungan sekitar seperti kedua orang tua, dosen, dan teman-teman SaIG 22 membuat saya kembali memiliki motivasi untuk menyelesaikan penelitian ini. Saya mulai lebih disiplin dalam mengatur waktu, aktif melakukan bimbingan, serta berusaha menyelesaikan setiap revisi dan kebutuhan penelitian yang masih tertunda. Sedikit demi sedikit, seluruh tahapan penelitian ini berhasil saya selesaikan.

Dok. Penulis
Puncak dari perjalanan skripsi ini adalah ketika saya melaksanakan ujian sidang skripsi. Ujian yang selama ini saya bayangkan sebagai sesuatu yang menakutkan pada akhirnya dapat saya lalui dengan baik. Meskipun masih terdapat banyak hal yang dapat dipelajari dan dikembangkan, saya bersyukur dapat mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah saya kerjakan. Hingga pada akhirnya saya dinyatakan lulus dan menyandang gelar sebagai Sarjana Geografi (S.Geo.). Momen tersebut menjadi salah satu pencapaian yang paling berkesan selama masa perkuliahan karena menjadi akhir dari perjalanan panjang yang penuh tantangan, pembelajaran, dan perjuangan.
Saya merasa sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan salah satu tahap terpenting dalam kehidupan perkuliahan saya. Jika mengingat kembali seluruh proses yang telah dilalui, saya menyadari bahwa tantangan terbesar dalam menyelesaikan skripsi bukanlah mencari data, melakukan analisis, atau menghadapi sidang, melainkan menghadapi diri sendiri. Rasa malas, keraguan, ketakutan, dan kebiasaan menunda pekerjaan seringkali menjadi hambatan yang jauh lebih sulit diatasi.

Dok. Penulis
Terkadang, muncul rasa penyesalan mengapa saya tidak memulai penyusunan skripsi dari jauh-jauh hari dan justru memilih untuk menunda-nunda. sehingga pada akhirnya waktu yang tersedia untuk mengerjakan skripsi menjadi sangat terbatas, yang membuat proses pengerjaan skripsi menjadi kurang maksimal. Jujur saja, rasa ragu, takut, dan kurang percaya diri terhadap kemampuan diri sendirilah yang selama ini menjadi alasan utama saya sering menunda pekerjaan.
Skripsi mengajarkan saya banyak hal, tidak hanya tentang penelitian dan ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang kesabaran, tanggung jawab, serta pentingnya untuk terus melangkah meskipun proses yang dijalani terasa berat. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai rencana, tetapi selama kita terus berusaha dan tidak menyerah, selalu ada jalan untuk menyelesaikannya.
Kepada adik tingkat yang masih menikmati masa kuliah, pesan saya adalah mulailah memilih topik skripsi dari sekarang dan jangan menyepelekan waktu agar nanti pada saat proses penyusunan skripsi bisa dikerjakan dengan maksimal, dan untuk teman-teman yang saat ini masih berjuang menyelesaikan skripsi, pesan yang ingin saya sampaikan adalah jangan terlalu lama terjebak dalam rasa takut atau menunggu semuanya terasa sempurna. Kerjakan sedikit demi sedikit, dan jangan ragu untuk meminta bantuan atau berdiskusi dengan dosen maupun teman. Percayalah bahwa setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa sidang yang selama ini saya takutkan, revisi yang terasa berat, dan berbagai tantangan yang saya hadapi hanyalah bagian dari sebuah proses pembelajaran. Ketika semuanya telah selesai, yang tersisa bukan hanya gelar atau status kelulusan, tetapi juga pengalaman berharga yang akan selalu saya ingat. Saya berharap perjalanan ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan pasti memiliki akhir, dan setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang sepadan.

Dok. Penulis
